4 Perbedaan Green Tea dan Matcha yang Harus Diketahui Pencinta Teh

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Matcha dan green tea adalah dua jenis bahan pangan yang kerap disamakan, padahal keduanya mempunyai perbedaan spesifik. Maka dari itu, para pencinta teh perlu tahu perbedaan green tea dan matcha.
Pada dasarnya, kedua bahan tersebut berasal dari sumber yang sama. Berdasarkan buku The Matcha Cookbook: Discover The Health Benefits and Uses of Matcha, with 50 Delicious Recipes. Hamlyn, (2018: 2), matcha dan green tea atau teh hijau berasal dari tanaman Camellia sinensis atau tanaman teh.
Perbedaan Green Tea dan Matcha yang Banyak Disamakan
Para pencinta teh tentunya sudah tidak asing lagi dengan istilah green tea atau teh hijau dan matcha. Kedua bahan pangan tersebut sering diolah dalam bentuk minuman yang banyak dijual di kafe-kafe.
Bagi yang belum mengenal keduanya, berikut ini beberapa perbedaan green tea dan matcha.
1. Cara Pengolahan
Teh hijau dan matcha memang berasal dari tanaman teh yang sama, tetapi keduanya mempunyai cara pengolahan berbeda. Adapun rincian cara pengolahannya adalah.
Teh hijau: Produsen teh memanen daunnya, lalu memanaskan melalui oven, pembakaran di wajan, atau pengeringan di bawah sinar matahari. Setelah daun kering, teh hijaunya sudah bisa dikonsumsi selayaknya teh pada umumnya.
Matcha: Daun matcha yang sudah dipanen perlu dikukus dan dikeringkan pada udara panas untuk menghentikan proses oksidasi. Setelah itu, daun digiling tanpa batang dan serat untuk menjadi bubuk dengan hasil warna normalnya hijau terang.
2. Cara Budidaya
Tanaman Camellia sinensis sebagai tanaman asal teh hijau dan matcha perlu dibudidayakan dengan cara berbeda untuk menghasilkan kedua bahan pangan tersebut. Berikut ini cara budidayanya.
Green tea: Tanaman teh ditanam di lahan terbuka agar mendapatkan cukup paparan sinar matahari. Jenisnya banyak dibudidayakan di kawasan China.
Matcha: Tanaman ini dilindungi dari sinar matahari, khususnya 2-3 minggu sebelum panen. Proses perlindungannya dengan menutupi atau dipindah ke tempat teduh. Umumnya banyak dibudidayakan di Jepang.
3. Produk Akhir
Produk akhir green tea yang banyak diperjualbelikan umumnya dalam bentuk daun cacah maupun teh kantong. Pencinta teh juga bisa langsung menyeduhnya dengan mencampurkan teh hijau dan air panas.
Di sisi lain, produk akhir matcha berupa bubuk berwarna hijau terang yang bisa dicampur bersama bahan lainnya. Produk ini banyak diolah menjadi minuman dengan melarutkannya bersama air panas dan bantuan alat pengocok agar bubuknya tidak menggumpal.
4. Rasa
Selain perbedaan di atas, kedua bahan pangan ini juga mempunyai perbedaan dari segi rasanya. Green tea mempunyai rasa relatif sepat, pahit, ringan, dan menyegarkan. Sementara itu, matcha mempunyai rasa sedikit pahit, manis, dan cukup tajam.
Baca juga: Asal Usul Seblak, Makanan Tradisional yang Terkenal sampai Mancanegara
Setelah mengetahui perbedaan green tea dan matcha, kini para pencinta teh tidak perlu kebingungan lagi saat ingin mengonsumsinya. [ENF]
