Konten dari Pengguna

4 Sisi Gelap Finlandia yang Perlu Diketahui dan Tips untuk Mengatasinya

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sisi gelap Finlandia. Foto: Helsinki. Sumber: Unsplash/Alexandr Bormotin
zoom-in-whitePerbesar
Sisi gelap Finlandia. Foto: Helsinki. Sumber: Unsplash/Alexandr Bormotin

Finlandia dikenal sebagai negara bahagia, bersih, dan penuh pemandangan indah. Tapi di balik semua pujian itu, ada sisi gelap Finlandia yang jarang disorot wisatawan.

Bukan berarti menyeramkan, tapi cukup bikin kaget kalau datang tanpa persiapan. Apalagi kalau berharap semuanya akan berjalan semulus foto-foto Instagram.

Sisi Gelap Finlandia dan Tips untuk Mengatasinya agar Liburan Tetap Nyaman

Sisi gelap Finlandia. Foto: Danau Summanen, Finlandia. Sumber: Unsplash/Tapio Haaja

Beberapa hal yang terkesan sepele justru bisa bikin pengalaman liburan jadi kurang nyaman. Karena itu, penting buat tahu dulu apa saja sisi gelap Finlandia ini, supaya dengan persiapan yang tepat, perjalanan tetap seru tanpa drama.

1. Cuaca Ekstrem dan Musim Dingin yang Berat

Finlandia mengalami musim dingin yang panjang dan sangat dingin, terutama di wilayah utara. Suhu bisa turun hingga -30°C.

Hari-hari dengan sinar matahari terbatas pun dapat memengaruhi mood dan energi. Salju tebal dan jalanan licin juga dapat menyulitkan mobilitas, terutama bagi yang tidak terbiasa dengan kondisi tersebut.

Tip:

  • Gunakan pakaian termal dan jaket tahan angin serta air.

  • Kenakan sepatu dengan sol anti-selip untuk mencegah tergelincir.

  • Pertimbangkan untuk membawa vitamin D atau lampu terapi cahaya jika sensitif terhadap kurangnya sinar matahari.

2. Risiko Alam dan Satwa Liar

Dikutip dari visitfinland.com, selama musim panas, nyamuk dan kutu bisa menjadi gangguan, terutama di daerah pedesaan. Finlandia juga memiliki satu spesies ular berbisa, yaitu viper (kyy), yang aktif selama bulan-bulan hangat.

Tip:

  • Gunakan pakaian pelindung dan obat nyamuk saat berada di luar ruangan.

  • Kenakan sepatu tertutup saat berjalan di hutan atau daerah berumput tinggi.

  • Jika digigit ular atau mengalami reaksi alergi terhadap gigitan serangga, segera cari bantuan medis.

3. Jam Operasional Toko Terbatas

Banyak toko dan restoran di Finlandia memiliki jam operasional yang lebih pendek, terutama di luar kota besar. Pada hari Minggu, banyak toko tutup atau buka dengan jam terbatas.

Tip:

  • Rencanakan belanja kebutuhan harian sebelumnya, terutama menjelang akhir pekan.

  • Periksa jam operasional tempat yang ingin dikunjungi melalui situs web resmi atau aplikasi peta.

4. Biaya Hidup dan Wisata yang Tinggi

Finlandia termasuk negara dengan biaya hidup yang tinggi di Eropa. Harga makanan, transportasi, dan akomodasi bisa lebih mahal dibandingkan dengan negara lain. Misalnya, makan di restoran biasa bisa menghabiskan sekitar €15–€25 per orang.

Tips:

  • Manfaatkan supermarket untuk membeli makanan dan memasak sendiri jika memungkinkan.

  • Gunakan transportasi umum atau sewa sepeda untuk menghemat biaya perjalanan.

  • Cari tahu tentang diskon atau kartu wisata yang menawarkan potongan harga untuk turis.

Baca juga: Kapan Waktu Terbaik Mengunjungi Finlandia? Yuk, Cari Tahu!

Sisi gelap Finlandia memang bisa jadi tantangan kecil saat traveling, tapi bukan alasan untuk membatalkan rencana liburan. Dengan persiapan yang tepat, semuanya tetap bisa dinikmati tanpa gangguan berarti. (CR)