Konten dari Pengguna

5 Jenis Barang Elektronik yang Tidak Boleh Dibawa ke Pesawat atau Dibatasi

Jendela Dunia
Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
27 Februari 2025 8:26 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Barang elektronik yang tidak boleh dibawa ke pesawat. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat yang sebenarnya. Sumber: Pixabay/OrnaW
zoom-in-whitePerbesar
Barang elektronik yang tidak boleh dibawa ke pesawat. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat yang sebenarnya. Sumber: Pixabay/OrnaW
ADVERTISEMENT
Beberapa barang elektronik yang tidak boleh dibawa ke pesawat bisa bikin repot kalau tidak dicek lebih dulu. Aturannya bukan sekadar larangan biasa, tetapi demi keselamatan penerbangan.
ADVERTISEMENT
Beberapa perangkat bisa meledak, terbakar, atau mengganggu sistem komunikasi pesawat. Karena itu, penting bagi penumpang untuk tahu mana yang boleh dibawa, mana yang harus masuk bagasi, dan mana yang benar-benar dilarang.

Barang Elektronik yang Tidak Boleh Dibawa ke Bagasi: Pahami Aturannya

Barang elektronik yang tidak boleh dibawa ke pesawat. Foto hanyalah ilustrasi. Sumber: Pixabay/eak_kkk
Ada beberapa barang elektronik yang tidak boleh dibawa ke pesawat demi alasan keselamatan. Namun, perlu diingat bahwa peraturan dapat berbeda antara maskapai dan negara. Oleh karena itu, disarankan untuk memeriksa kebijakan maskapai yang digunakan sebelum melakukan perjalanan.
Berikut adalah beberapa barang yang dilarang atau dibatasi penggunaannya di pesawat, seperti informasi yang ada di hajj.garuda-indonesia.com.

1. Kendaraan Elektrik Kecil

Perangkat seperti hoverboard, skuter listrik, dan alat transportasi personal serupa dilarang dibawa ke dalam pesawat, baik di bagasi kabin maupun bagasi terdaftar. Larangan ini diberlakukan karena risiko kebakaran yang terkait dengan baterai lithium besar.
ADVERTISEMENT

2. Power Bank dan Baterai Lithium Cadangan

Power bank dengan kapasitas lebih dari 160 Wh dilarang dibawa ke pesawat. Untuk kapasitas antara 100 Wh hingga 160 Wh, diperlukan izin dari maskapai. Power bank dan baterai cadangan harus dibawa dalam bagasi kabin dan tidak diperkenankan di bagasi terdaftar.
Selain itu, dikutip dari thesun.co.uk, beberapa maskapai juga telah memberlakukan larangan penggunaan power bank selama penerbangan karena insiden kebakaran yang disebabkan oleh perangkat tersebut. Mulai 1 Maret 2025, maskapai seperti Eva Air dan China Airlines melarang penggunaan dan pengisian daya power bank selama penerbangan.

3. Rokok Elektronik (Vape)

Rokok elektronik diperbolehkan dibawa dalam bagasi kabin, tetapi penggunaannya selama penerbangan dilarang. Baterai harus dilepas untuk mencegah aktivasi tidak sengaja.

4. Alat Pelumpuh dan Senjata Mainan

Perangkat seperti pistol kejut listrik, semprotan merica, dan replika senjata dilarang dibawa ke dalam kabin pesawat. Barang-barang ini dianggap berbahaya karena dapat menimbulkan ancaman keamanan selama penerbangan.
ADVERTISEMENT

5. Perangkat Elektronik dengan Baterai Lithium Terintegrasi

Sementara itu, All Nippon Airways memiliki aturan perangkat seperti laptop, kamera digital, dan ponsel diperbolehkan dibawa ke dalam kabin. Namun, perangkat dengan baterai lithium yang mengandung lebih dari 2 gram lithium atau memiliki rating lebih dari 160 Wh tidak diperbolehkan dibawa ke dalam pesawat.
Memahami aturan tentang barang elektronik yang tidak boleh dibawa ke pesawat bisa mencegah masalah saat check-in. Pastikan selalu cek kebijakan maskapai sebelum berangkat supaya perjalanan tetap aman dan nyaman. (CR)