Konten dari Pengguna

5 Kue Khas Pontianak yang Cocok Dinikmati Saat Sore Hari

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kue khas Pontianak. Foto hanya ilustrasi bukan sebenarnya. Sumber foto: Pexels/Anna Tarazevich
zoom-in-whitePerbesar
Kue khas Pontianak. Foto hanya ilustrasi bukan sebenarnya. Sumber foto: Pexels/Anna Tarazevich

Kue khas Pontianak menjadi salah satu tujuan kuliner wisatawan dari berbagai daerah. Mulai dari rasa gurih, manis, dan lezat, siap membuat siapa saja ketagihan.

Letaknya yang berada tepat di garis khatulistiwa, menjadikan kota ini memiliki berbagai keistimewaan. Salah satunya adalah identitas budaya yang diwarnai dengan berbagai etnis. Mulai dari Melayu, Tionghoa, Dayak, dan beberapa etnis lokal lainnya.

Masing-masing etnis membawa kekhasan yang berbeda-beda dalam setiap seni, tradisi, festival budaya, hingga kuliner. Beragamnya kota khatulistiwa, menjadikannya menarik untuk dieksplorasi dari sisi manapun.

Rekomendasi Kue Khas Pontianak untuk Camilan Sore Hari

Kue khas Pontianak. Foto hanya ilustrasi bukan sebenarnya. Sumber foto: Pexels/Quang Nguyen Vinh

Salah satu wisata yang dapat dilakukan ketika berkunjung ke kota ini adalah kue-kuenya yang menggoda selera. Ada banyak kue dari Pontianak yang cocok untuk menjadi camilan atau mengganjal perut tengah hari.

Beberapa kue khas tersebut tidak hanya kaya akan rasa, tetapi juga kaya akan budaya. Berikut rekomendasi kue khas Pontianak yang bisa dicicipi.

1. Sagu Gunting

Sagu gunting merupakan hidangan minuman segar dengan bermacam-macam isian. Mulai dari ketan hitam, cincau, sagu gunting, kacang merah, dan bongko.

Rasa sagu guntingnya mirip cendol yang kenyal. Penyajiannya disiram dengan kuah santan gurih dan gula merah yang manis. Umumnya, minuman tradisional ini disajikan dengan tambahan es batu.

Seporsi es sagu gunting biasa dijual mulai dari Rp20.000-an. Wisatawan bisa dengan mudah mendapatkannya di pedagang kaki lima atau memesannya lewat layanan pesan-antar makanan.

2. Chai Kue

Chai kue atau choi pan adalah penganan tradisional berisi sayuran. Makanan ini berasal dari budaya Tionghoa berbahan dasar tepung beras. Sekilas tampilannya mirip gyoza.

Memiliki kulit tipis di luar dengan rasa bumbu ebi yang kuat di dalam. Chai kue biasa diisi dengan berbagai sayuran, seperti rebung, bengkuang, kacang hijau, talas, hingga kucai.

Proses memasaknya yang dikukus, menjadikan kue ini sangat lembut. Sangat lezat disantap dengan saus asam manis yang manis-asam. Sepotong chai kue dibanderol mulai dari Rp1.000 per biji.

3. Pengkang

Kue khas Pontianak lainnya adalah pengkang. Sajian Pontianak satu ini mirip seperti lemper. Hanya saja, berbentuk kerucut dan diikat dengan dua bilah bambu. Jajanan lokal ini memiliki aroma gurih yang luar biasa. Namun juga rasa manis yang menggoda.

Pengkang terbuat dari bahan dasar ketan dan dibakar sebagai proses pemasakan terakhirnya. Masyarakat Pontianak biasa menyantapnya dengan sambal pedas dan sambal kepah. Jajanan ini dibanderol murah, mulai dari Rp15.000-an.

4. Sotong Pangkong

“Sotong” bermakna ikan yang mirip cumi-cumi, sedangkan “pangkong” bermakna memukul menggunakan palu. Di Pontianak, cumi-cumi ini disajikan kering.

Proses pengeringan dilakukan dengan cara menjemurnya. Kemudian dibakar dengan arang sampai terlihat serat dagingnya.

Ketika masuk mulut, rasa asam yang berpadu dengan manis akan bercampur baur menjadi satu. Biasa disantap dengan bumbu kacang sebagai cocolan. Penganan tradisional ini bisa didapatkan di penjual gerobakan hingga ruko-ruko.

5. Pisang Goreng Srikaya

Pisang goreng memang menjadi hidangan populer di Indonesia. Namun pisang goreng Pontianak memiliki kekhasannya sendiri, yakni dipadu-padankan dengan selai srikaya.

Perpaduan ini muncul dari proses kreatif pelaku usaha setempat, sehingga memiliki sentuhan istimewa sendiri. Rasa gurih, renyah, dan manis menjadi satu menggoyang lidah.

Tekstur keras dan lembut menjadi kombinasi yang pas untuk santapan tengah hari. Kue tradisional ini bisa ditemukan dengan mudah di pasar, pedagang kaki lima, hingga kafe-kafe modern.

Baca juga: 5 Makanan Khas Pontianak yang Patut Dicoba oleh Wisatawan

Lima kue khas Pontianak di atas, dapat menjadi camilan sehari-hari. Bisa dinikmati dari warung-warung terdekat ataupun dibuat sendiri. (UI)