5 Perbedaan Saus Carbonara dan Alfredo buat Pencinta Pasta

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pasta adalah makanan favorit banyak orang, tapi soal sausnya, masih banyak yang bingung. Salah satunya tentang perbedaan saus carbonara and alfredo yang sekilas terlihat mirip.
Dua-duanya sama-sama creamy, tapi asal-usul dan bahan dasarnya beda jauh. Dari situ juga, rasa akhirnya bisa bikin pengalaman makan jadi beda total.
Perbedaan Saus Carbonara dan Alfredo: Sama-Sama Creamy tapi Beda
Buat yang suka masak atau sekadar penikmat pasta, paham soal karakter dua saus ini bisa jadi bekal penting. Tak cuma biar bisa pesan menu yang pas, tapi juga supaya tak salah kaprah soal mana yang pakai krim dan mana yang enggak. Berikut adalah beberapa perbedaan saus carbonara dan alfredo yang patut diketahui.
1. Asal Usul
Saus carbonara berasal dari Roma, Italia, dan sudah dikenal sejak pertengahan abad ke-20. Awalnya dibuat oleh para pekerja tambang batu bara. Itulah kenapa namanya carbonara, dari kata carbonaro yang artinya penambang.
Sementara itu, saus alfredo juga berasal dari Italia, tapi lebih terkenal di luar negeri. Versi modernnya justru berkembang besar di Amerika Serikat, bukan di negara asalnya.
2. Bahan Utama
Dikutip dari buku Pasta, Tabularasa (2018: 4), saus carbonara atau creamy sauce bahan dasarnya adalah krim, telur, dan keju. Sementara itu, saus alfredo fokus pada mentega dan keju Parmesan. Meskipun, dalam versi Amerika, ada tambahan krim kental juga.
3. Tekstur dan Rasa
Carbonara punya tekstur yang lembut tapi tidak terlalu berat. Rasa utamanya datang dari telur, keju asin, dan protein—seperti daging asap—yang gurih. Sedikit lada hitam bikin rasanya makin mantap.
Alfredo terasa lebih buttery dan creamy, cocok buat yang suka saus kental. Teksturnya lebih licin, dengan rasa dominan dari mentega dan keju.
4. Cara Memasak
Carbonara dibuat dengan cara mencampur telur dan keju ke pasta yang masih panas. Panas dari pasta akan membuat campuran itu jadi saus yang creamy, tanpa bikin telur menggumpal. Tekniknya harus tepat, supaya tidak salah malah jadi orak-arik telur.
Alfredo lebih simpel: mentega dan keju dilelehkan, bisa ditambah krim, lalu dicampur ke pasta yang sudah matang. Prosesnya lebih langsung dan mudah dikontrol.
5. Topping atau Protein Pelengkap
Di negara asalnya, carbonara dicampur dengan pancetta atau guanciale, dua jenis daging babi asap khas Italia. Kalau mau versi halal atau vegan, bisa diganti dengan jamur atau daging sapi asap.
Alfredo lebih fleksibel—bisa dibiarkan polos atau ditambah ayam, udang, atau jamur sesuai selera. Ini membuat saus alfredo lebih sering muncul di menu restoran.
Baca juga: 4 Restoran Italia di Jakarta dengan Citarasa Autentik
Sekarang tak perlu bingung lagi soal perbedaan saus carbonara and alfredo. Meski sama-sama creamy, keduanya punya ciri khas masing-masing yang bikin rasa pastanya beda. (CR)
