Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
5 Rekomendasi Oleh-Oleh Khas Purwokerto yang Wajib Dibeli
5 April 2025 15:57 WIB
·
waktu baca 4 menitTulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Purwokerto, sebuah kota yang menawan di Jawa Tengah, bukan hanya terkenal dengan keindahan alamnya, tetapi juga dengan kekayaan tradisi kuliner yang unik. Bagi para pengunjung, oleh-oleh khas Purwokerto merupakan sebuah tradisi yang menyenangkan untuk dibawa pulang.
ADVERTISEMENT
Kota ini menawarkan berbagai pilihan kuliner yang bisa dijadikan buah tangan, dan di antara banyaknya pilihan tersebut. Rekomendasi ini tidak hanya lezat, tetapi juga menunjukkan cita rasa lokal dan keunikan Purwokerto.
Rekomendasi Oleh-Oleh Khas Purwokerto
Kota ini menawarkan berbagai pilihan kuliner yang bisa dijadikan buah tangan, dan di antara banyaknya pilihan tersebut, terdapat lima oleh-oleh khas Purwokerto yang sangat direkomendasikan untuk dibeli. Berikut daftarnya.
1. Getuk Goreng Sokaraja
Getuk Goreng merupakan salah satu oleh-oleh yang paling populer dan ikonik, sering kali diasosiasikan dengan daerah Sokaraja. Kudapan tradisional ini terbuat dari bahan utama singkong berkualitas tinggi (singkong) dan gula merah (gula merah).
Proses pembuatannya bisa disebut sederhana namun menghasilkan cita rasa yang istimewa. Singkong dikukus hingga matang, kemudian ditumbuk halus dan dicampur dengan gula merah. Adonan yang sudah tercampur rata lalu dibentuk menjadi bulatan-bulatan kecil dan digoreng dalam minyak panas hingga berwarna kuning keemasan.
ADVERTISEMENT
Getuk Goreng mempunyai teksturnya yang renyah di luar tetapi tetap lembut dan manis di bagian dalamnya. Kemudian sering kali ditaburi dengan gula halus sebagai sentuhan akhir.
2. Tempe Mendoan
Selain Getuk Goreng, oleh-oleh lain yang wajib dicoba adalah Tempe Mendoan. Menurut buku Jejak Nostalgia: Cerita Cita & Karya, Christie Damayanti (hal 18), makanan khas Purwokerto adalah mendoan (tempe yang digoreng dengan tepung dan bercitarasa khusus).
Proses pembuatannya cukup sederhana, yaitu irisan tempe tipis dicelupkan ke dalam adonan tepung yang sudah dibumbui (biasanya menggunakan tepung beras, rempah-rempah, dan bumbu dapur lainnya) dan digoreng sebentar hingga setengah matang.
Teknik penggorengan inilah yang menghasilkan tekstur lembut dan sedikit kenyal pada tempe. Sesuai dengan arti kata "mendo" yang berarti setengah matang atau lembek dalam bahasa Jawa Banyumasan.
ADVERTISEMENT
Ciri khas tempe mendoan Purwokerto adalah warnanya yang cenderung putih pucat karena tidak menggunakan kunyit sebagai pewarna dalam adonannya, berbeda dengan mendoan dari daerah lain.
3. Nopia
Nopia adalah oleh-oleh yang manis, mudah dikenali dari bentuknya yang bulat dan berwarna putih. Versi yang lebih kecil dikenal dengan nama mino.
Bahan utama pembuatan Nopia adalah adonan yang terbuat dari tepung terigu, mentega, dan gula, dengan isian khas berupa gula merah. Namun, kini terdapat berbagai varian rasa, seperti kacang, cokelat, durian, dan nangka.
Proses pemanggangan nopia sangat unik, yaitu dengan menempelkan adonan ke bagian dalam tungku (oven tradisional berbahan bakar kayu) yang sangat panas. Cara ini menghasilkan lapisan luar yang renyah dan bagian dalam yang kosong.
ADVERTISEMENT
4. Klanting
Klanting adalah camilan gurih yang menjadi oleh-oleh yang digemari. Bahan utama pembuatan Klanting adalah singkong (singkong).
Proses pembuatannya melibatkan singkong yang diparut, diperas airnya, dicampur dengan bumbu, seperti bawang putih dan garam, dibentuk menjadi lingkaran kecil atau angka delapan, lalu digoreng hingga kering dan renyah.
Bentuknya yang khas, menyerupai cincin kecil atau angka delapan, menjadi daya tarik tersendiri. Klanting memiliki berbagai varian rasa, mulai dari original (asin gurih), pedas, keju, hingga jagung manis.
5. Jenang Jaket
Jenang jaket adalah kudapan manis tradisional yang sangat dicari sebagai oleh-oleh, terutama saat acara-acara khusus.
Nama "jaket" merupakan singkatan dari "Jenang Asli Ketan" (jenang ketan asli), yang menunjukkan bahan utamanya yaitu tepung ketan, bersama dengan gula merah (gula merah) dan santan kelapa (santan).
ADVERTISEMENT
Proses pembuatan jenang jaket membutuhkan waktu dan ketelitian, melibatkan pencampuran dan pengadukan bahan-bahan hingga mengental dan memiliki tekstur yang kenyal seperti dodol.
Terdapat dua varian Jenang Jaket, yaitu yang menggunakan wijen (biji wijen) dan yang polos tanpa wijen. Jenang jaket sering disajikan pada acara pernikahan, sunatan, dan perayaan lainnya di wilayah Banyumas.
Baca juga: 5 Rekomendasi Oleh-Oleh Khas Tebing Tinggi
Kelima rekomendasi oleh-oleh khas Purwokerto ini, yakni getuk goreng, tempe mendoan, nopia, klanting, dan jenang jaket. Semuanya menawarkan cita rasa yang beragam dan unik dari kekayaan kuliner Purwokerto. (KIA)