5 Sisi Gelap Swiss yang Jarang Diungkap Para Traveler

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Swiss sering dilihat sebagai negeri impian. Pemandangannya cantik, sistem transportasinya rapi, dan hidup di sana terasa tenang. Tapi di balik semua itu, ada sisi gelap Swiss yang jarang dibahas para pelancong.
Bukan karena tidak penting. Tapi bisa jadi karena kalah pamor dengan cerita tentang danau jernih dan gunung bersalju.
5 Sisi Gelap Swiss yang Jarang Terungkap
Buat yang merencanakan liburan ke sana, penting juga buat tahu realita beberapa sisi gelap Swiss yang tak selalu manis. Bukan buat menakut-nakuti, tapi agar bisa melihat Swiss secara lebih utuh.
Karena seperti negara lain di dunia, Swiss juga punya hal-hal yang bikin geleng kepala—kalau mau jujur.
1. Biaya Hidup yang Sangat Mahal
Swiss adalah salah satu negara termahal di dunia. Harga makanan, penginapan, transportasi, bahkan air minum bisa jauh lebih tinggi dibanding negara Eropa lainnya. Turis yang tidak merencanakan bujet dengan baik bisa kehabisan uang hanya dalam beberapa hari.
2. Warga Lokal yang Kurang Ramah
Orang Swiss terkenal sopan tapi cenderung tertutup terhadap orang asing. Berbeda dengan orang Indonesia yang selalu ramah dan terbuka terhadap pendatang.
Jadi, tak perlu heran kalau sulit menjalin percakapan atau mendapat bantuan spontan dari penduduk lokal, terutama di daerah berbahasa Jerman.
3. Aturan yang Ketat dan Kaku
Swiss sangat patuh pada aturan. Hal-hal yang mengganggu publik—meski sepele—bisa membuat wisatawan kena tegur atau denda.
Contohnya, menurut artikel di studyinginswitzerland.com, hari Minggu di Swiss dianggap sebagai hari istirahat yang sakral. Oleh karena itu, aktivitas yang menimbulkan kebisingan seperti memotong rumput, mencuci pakaian, atau mendaur ulang sampah dilarang dilakukan pada hari tersebut.
Melanggar aturan ini dapat berujung pada denda atau bahkan hukuman penjara jika tidak mampu membayar dendanya.
4. Diskriminasi Terselubung terhadap Imigran
Meskipun negara ini sangat internasional, ada isu diskriminasi terhadap pekerja migran dan warga asing. Wisatawan mungkin tidak mengalaminya langsung, tapi penting memahami konteks sosial ini agar lebih peka saat berinteraksi.
5. Sulit Menemukan Makanan Halal atau Murah
Bagi traveler muslim atau yang punya diet khusus, mencari makanan halal atau vegetarian yang ramah kantong bisa jadi tantangan. Banyak restoran menyajikan menu daging babi atau alkohol. Ada opsi lain, tapi umumnya harganya sangat mahal.
Baca juga: 4 Tempat Wisata di Zermatt Swiss yang Wajib Dikunjungi
Swiss tetap jadi destinasi impian banyak orang. Dengan tahu beberapa sisi gelap Swiss, kalau suatu hari nanti melangkah ke sana, setidaknya sudah tahu: di balik tenangnya danau dan rapi-rapinya kota, ada realita yang juga layak dipahami. (CR)
