5 Tradisi Maulid Nabi di Berbagai Negara yang Penuh Makna

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Maulid Nabi adalah peringatan kelahiran Nabi Muhammad saw. yang dilakukan oleh setiap umat muslim di seluruh dunia. Dalam memperingatinya, tradisi Maulid Nabi di berbagai negara juga berbeda-beda.
Berdasarkan buku Kisah Maulid Nabi Muhammad SAW: Awal Muhammad Akhir Muhammad Jilid 1. Shabri Shaleh Anwar, (2021: 1-8), memperingati Maulid Nabi memiliki beberapa keutamaan, yaitu sama dengan menghidupkan Islam, menjadi teman Sayyidina Abu Bakar di surga, serta memperoleh kebahagiaan dengan penuh keimanan.
Daftar Tradisi Maulid Nabi di Berbagai Negara
Setiap umat muslim di dunia memiliki tradisi Maulid Nabi yang berbeda-beda, baik berupa acara ceramah, doa bersama, maupun tradisi unik lainnya. Berikut ini sejumlah tradisi Maulid Nabi di berbagai negara yang perlu diketahui.
1. Turki
Dalam buku Turkey: A Regional Power in the Making. Kenan Aksu, (2014: 240), masyarakat muslim Turki memperingati Maulid Nabi dengan tradisi Mevlid Kandili. Sebelum memasuki minggu Mevlid Kandili, masyarakat muslim akan melakukan perenungan serta berdoa bersama.
Pada malam Maulid Nabi, umat muslim merayakannya dengan melakukan kegiatan keagamaan di masjid-masjid, salat, membaca Al-Qur'an, serta memperbanyak doa.
2. Pakistan
Umat muslim di Pakistan memperingati Maulid Nabi dengan menerangi gedung-gedung, jalanan, serta masjid. Hal itu juga diiringi pembunyian meriam dan pembacaan naat atau pujian untuk mengenang Nabi Muhammad saw.
Jalanan juga akan penuh dengan spanduk maupun bendera dengan tulisan teks-teks terkait Maulid Nabi. Masyarakat turut meramaikan peringatan tersebut dengan menghias rumah.
3. India
Masyarakat muslim India juga memperingati Maulid Nabi dengan cara unik dan penuh makna. Kegiatan keagamaan, seperti khotbah tentang ajaran dan kehidupan Nabi Muhammad. Sejumlah wilayah di India memperingatinya dengan Ritual Sandal di atas simbolisasi jejak kaki Nabi Muhammad yang diukir di atas batu.
4. Tunisia
Tunisia menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai hari libur nasional, sehingga banyak tempat yang tutup, termasuk sekolah, pasar, bank, dan tempat lainnya. Masyarakat akan berkumpul dengan keluarga untuk menikmati assida, makanan khas Tunisia yang berasal dari kacang aleppo dengan lapisan krim.
Peringatan Maulid Nabi juga dilakukan di masjid-masjid besar dengan menghadirkan para ulama serta tokoh terkemuka untuk berkhotbah dan rangkaian pembacaan Al-Qur'an.
5. Indonesia
Indonesia termasuk negara yang memiliki tradisi Maulid Nabi berbeda di setiap daerahnya. Banyak daerah mengadakan Maulid Nabi dengan mengundang ulama untuk mengisi tausiah di masjid-masjid.
Di samping itu, ada ritual Grebeg Maulud di Yogyakarta serta Surakarta. Masyarakat Aceh merayakan Maulid Nabi dengan tradisi Meuripee, berupa tradisi patungan membeli sapi untuk dimasak bersama dengan menu wajib Kuah Beulangong.
Ada pula tradisi Bungo Lado di Sumatra Barat, Rammang-Rammang oleh masyarakat Maros Sulawesi Selatan, Bale Saji di Bali, hingga Endhog-endhogan di Banyuwangi.
Baca juga: Grebeg Maulud Jogja 2025, Makna dan Rangkaian Acaranya
Sederet tradisi Maulid Nabi di berbagai negara tersebut punya tujuan serupa, yakni untuk mengenang sekaligus menghormati Nabi Muhammad saw. [ENF]
