Grebeg Maulud Jogja 2025, Makna dan Rangkaian Acaranya

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Grebeg Maulud Jogja 2025 merupakan acara tahunan yang banyak dinantikan oleh masyarakat. Acara ini selalu menghadirkan rangkaian prosesi sakral yang menjadi simbol rasa syukur dan kemakmuran.
Tidak hanya masyarakat lokal, tidak sedikit orang yang rela datang dari luar daerah untuk menyaksikan momen ini. Rangkaian acara sendiri sudah diumumkan oleh pihak Keraton Yogyakarta dan sudah berlangsung sejak 29 Agustus 2025 ini.
Makna Acara Grebeg Maulud Jogja 2025 dan Rangkaian Acaranya untuk Diketahui Masyarakat
Menurut laman jogjaprov.go.id, Grebeg Maulud Jogja 2025 merupakan acara tahunan yang memadukan antara tradisi Jawa dengan nilai-nilai Islam. Puncak acara berlangsung bertepatan dengan perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW (maulid nabi) pada 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah.
Bagi masyarakat yang tertarik menyaksikan acara ini, ada berbagai hal yang perlu diketahui terkait makna dan rangkaian acaranya. Berikut detailnya!
1. Makna dari Perayaan Grebeg Maulud
Grebeg Maulud merupakan tradisi sakral Keraton Yogyakarta yang digelar untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad saw. Perayaan ini bukan hanya ritual keagamaan, melainkan juga wujud rasa syukur atas rezeki yang diberikan Tuhan.
Simbol utamanya adalah gunungan, susunan hasil bumi, makanan, dan jajanan tradisional yang dikirab lalu diperebutkan oleh masyarakat. Gunungan melambangkan kemakmuran dan berkah, sehingga masyarakat percaya bahwa siapa saja yang mendapat bagian darinya akan memperoleh keberuntungan.
Lebih dari itu, Grebeg Maulud juga menjadi ajang pelestarian budaya dan identitas sejarah yang diwariskan turun-temurun oleh Keraton Yogyakarta. Kehadiran ribuan masyarakat dari berbagai daerah setiap tahunnya menunjukkan bahwa tradisi ini memiliki daya tarik spiritual sekaligus budaya yang kuat.
2. Rangkaian Acara Grebeg Maulud 2025 di Jogja
Rangkaian acara Grebeg Maulud tahun 2025 berlangsung sejak 29 Agustus hingga 5 September dengan susunan sebagai berikut:
Kajian Maulid Nabi: 30 Agustus – 3 September di Masjid Gedhe
Miyos Gangsa: 29 Agustus malam di Bangsal Pancaniti hingga Pagongan Masjid Gedhe
Gladhi Resik Prajurit: 31 Agustus pagi dengan rute Kamandungan Kidul – Masjid Gedhe
Numplak Wajik: 2 September sore di Panti Pareden, Komplek Magangan
Kondur Gangsa: 4 September malam di Pagongan dan Halaman Masjid Gedhe
Mbethak (tertutup): 4–5 September di Bangsal Sekar Kedhaton
Garebeg Mulud (puncak acara): 5 September pukul 09.00 WIB, kirab gunungan dari Keraton menuju Masjid Gedhe
Pisowanan Garebeg Mulud Dal (tertutup): 5 September siang di Bangsal Kencana
Ringgitan Bedhol Songsong (tertutup): 5 September malam di Tratag Gedhong Prabayeksa.
Baca Juga: 12 Festival Budaya Tradisional Indonesia yang Menarik
Setiap prosesi Grebeg Maulud Jogja 2025 menghadirkan makna tersendiri, sehingga masyarakat bisa melihat perpaduan antara nilai agama, budaya, dan sejarah dalam satu rangkaian tradisi yang utuh. Selamat menyaksikan! (DS)
