Konten dari Pengguna

Grebeg Maulud Jogja 2025, Makna dan Rangkaian Acaranya

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Grebeg Maulud Jogja 2025. Foto pemandangan salah satu sudut di Jogja. Sumber: Unsplash/Angga Kurniawan
zoom-in-whitePerbesar
Grebeg Maulud Jogja 2025. Foto pemandangan salah satu sudut di Jogja. Sumber: Unsplash/Angga Kurniawan

Grebeg Maulud Jogja 2025 merupakan acara tahunan yang banyak dinantikan oleh masyarakat. Acara ini selalu menghadirkan rangkaian prosesi sakral yang menjadi simbol rasa syukur dan kemakmuran.

Tidak hanya masyarakat lokal, tidak sedikit orang yang rela datang dari luar daerah untuk menyaksikan momen ini. Rangkaian acara sendiri sudah diumumkan oleh pihak Keraton Yogyakarta dan sudah berlangsung sejak 29 Agustus 2025 ini.

Makna Acara Grebeg Maulud Jogja 2025 dan Rangkaian Acaranya untuk Diketahui Masyarakat

instagram embed

Menurut laman jogjaprov.go.id, Grebeg Maulud Jogja 2025 merupakan acara tahunan yang memadukan antara tradisi Jawa dengan nilai-nilai Islam. Puncak acara berlangsung bertepatan dengan perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW (maulid nabi) pada 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah.

Bagi masyarakat yang tertarik menyaksikan acara ini, ada berbagai hal yang perlu diketahui terkait makna dan rangkaian acaranya. Berikut detailnya!

1. Makna dari Perayaan Grebeg Maulud

Grebeg Maulud merupakan tradisi sakral Keraton Yogyakarta yang digelar untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad saw. Perayaan ini bukan hanya ritual keagamaan, melainkan juga wujud rasa syukur atas rezeki yang diberikan Tuhan.

Simbol utamanya adalah gunungan, susunan hasil bumi, makanan, dan jajanan tradisional yang dikirab lalu diperebutkan oleh masyarakat. Gunungan melambangkan kemakmuran dan berkah, sehingga masyarakat percaya bahwa siapa saja yang mendapat bagian darinya akan memperoleh keberuntungan.

Lebih dari itu, Grebeg Maulud juga menjadi ajang pelestarian budaya dan identitas sejarah yang diwariskan turun-temurun oleh Keraton Yogyakarta. Kehadiran ribuan masyarakat dari berbagai daerah setiap tahunnya menunjukkan bahwa tradisi ini memiliki daya tarik spiritual sekaligus budaya yang kuat.

2. Rangkaian Acara Grebeg Maulud 2025 di Jogja

Rangkaian acara Grebeg Maulud tahun 2025 berlangsung sejak 29 Agustus hingga 5 September dengan susunan sebagai berikut:

  • Kajian Maulid Nabi: 30 Agustus – 3 September di Masjid Gedhe

  • Miyos Gangsa: 29 Agustus malam di Bangsal Pancaniti hingga Pagongan Masjid Gedhe

  • Gladhi Resik Prajurit: 31 Agustus pagi dengan rute Kamandungan Kidul – Masjid Gedhe

  • Numplak Wajik: 2 September sore di Panti Pareden, Komplek Magangan

  • Kondur Gangsa: 4 September malam di Pagongan dan Halaman Masjid Gedhe

  • Mbethak (tertutup): 4–5 September di Bangsal Sekar Kedhaton

  • Garebeg Mulud (puncak acara): 5 September pukul 09.00 WIB, kirab gunungan dari Keraton menuju Masjid Gedhe

  • Pisowanan Garebeg Mulud Dal (tertutup): 5 September siang di Bangsal Kencana

  • Ringgitan Bedhol Songsong (tertutup): 5 September malam di Tratag Gedhong Prabayeksa.

Baca Juga: 12 Festival Budaya Tradisional Indonesia yang Menarik

Setiap prosesi Grebeg Maulud Jogja 2025 menghadirkan makna tersendiri, sehingga masyarakat bisa melihat perpaduan antara nilai agama, budaya, dan sejarah dalam satu rangkaian tradisi yang utuh. Selamat menyaksikan! (DS)