7 Tradisi Maulid Nabi di Indonesia, dari Aceh hingga Madura

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
![[Tradisi Maulid Nabi di Indonesia] Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: unsplash/Muktazim Aslan](https://blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,c_fill,f_auto,q_auto:best,w_640/v1634025439/01k44b2wdhyfkwmmqncewejz7k.jpg)
Ada beragam tradisi Maulid Nabi di Indonesia yang hingga kini masih dirayakan. Upaya ini sebagai bentuk melestarikan budaya islami yang hanya ada di Nusantara.
Perayaan Maulid Nabi bukan sekadar momen spiritual, melainkan juga mengandung nilai tradisi lokal. Mengetahui beragam tradisi tersebut sangat penting untuk menjaga khasanah budaya keislaman di Indonesia.
7 Tradisi Maulid Nabi di Indonesia
Setiap daerah mempunyai cara yang khas untuk mengekspresikan krcintaan kepada Rasulullah Saw. Sejumlah tradisi Maulid Nabi di Indonesia di antaranya sebagai berikut:
1. Tradisi Meuripee di Aceh
Mengutip buku Spirit Edu-Preneurship dalam Pembelajaran Kitab Kuning oleh Abubakar, dkk (2024), perayaan Maulid Nabi di Aceh disebut dengan istilah Meuripee yang dilakukan dengan cara berpatungan membeli sapi untuk dimasak bersama. Menu wajibnya yakni Kuah Beulangong, yakni kari daging yang dimasak dalam kuali besar.
2. Grebeg Maulud di Yogyakarta dan Surakarta
Tradisi Maulid Nabi di Yogyakarta dan Surakarta disebut dengan Grebeg Maulud. Perayaan ini berpusat di Keraton dan diisi dengan membawa gunungan berisi hasil bumi menuju Masjid Besar Kauman oleh sultan beserta para abdi dalem.
3. Tradisi Bungo Lado di Sumatera Barat
Tradisi Bungo Lado diperingati oleh setiap keluarga muslim di Sumatera Barat dengan cara membuat pohon hias yang diberi tanda daun merah seperti cabai. Pohon tersebut lalu disumbangkan ke panti asuhan sebagai simbol kepedulian dan kebersamaan.
4. Tradisi Bale Saji di Bali
Masyarakat muslim di Bali memiliki tradisi untuk bernama Bale Saji. Tradisi ini dilakukan dengan mengarak hiasan berbentuk telur dan bunga yang terbuat dari kertas warna-warni sebagai simbol memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw.
5. Tradisi Rammang-Rammang di Sulawesi Selatan
Warga Maros, Sulawesi Selatan, memperingati Maulid Nabi dengan mengarak ratusan paket makanan dengan puluhan perahu di sepanjang sungai Rammang-Rammang.
Perayaan ini diiringi dengan hiasan ribuan telur untuk dinikmati secara gratis oleh masyarakat.
6. Tradisi Maulid di Lombok
Maulid Nabi di Lombok dirayakan dengan membaca salawat Nabi beserta syair Al-Barzanji. Masyarakat juga menggelar lomba dan arak-arakan mengelilingi kampung.
7. Tradisi Ketupat Sampang di Madura
Masyarakat Madura memperingati Maulid Nabi dengan cara membuat ketupat dari daun kelapa. Ketupat tersebut lalu dimasak dan dibagikan untuk masyarakat sekitar sebagai simbol kebersamaan.
Baca juga: Grebeg Maulud Jogja 2025, Makna dan Rangkaian Acaranya
Beragam tradisi Maulid Nabi di Indonesia yang dijelaskan di atas menggambarkan kekayaan budaya masyarakat. Tradisi keislaman ini hendaknya semakin menambah rasa cinta dan penghormatan kepada Rasulullah Saw. (DLA)
