Apa itu Gohyong? Ini Penjelasan dan Fakta Menariknya

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa itu gohyong? Kuliner yang satu ini tengah hits dan banyak disukai oleh masyarakat Indonesia. Gohyong sekilas mirip dengan dimsum, tapi bedanya yang ini digoreng. Bahan dasarnya pun menggunakan daging dicampur terigu.
Beberapa wilayah besar di Indonesia seperti Jakarta, Semarang, dan Surabaya saat ini mudah untuk menemui gohyong. Harganya yang bersahabat di kantong dan cita rasa sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia, membuat kuliner ini menjadi favorit.
Apa itu Gohyong? Ini Penjelasan dan Fakta Menariknya
Apa itu gohyong? Sesuai namanya, gohyong memang hadir dari tradisi kuliner Tionghoa. Namun saat ini sudah banyak ditemukan di Indonesia.
Dikutip dari buku Orang Tionghoa dan Ekonomi di Indonesia, Mely G. Tan (2008, 95-98), beberapa kota besar di Indonesia kental dengan komunitas Tionghoa. Inilah mengapa kuliner dari Asia Timur mudah diterima oleh lidah orang Indonesia.
Nama gohyong berasal dari dialek Hokkian “Go” berarti lima, dan “Hiong” berarti harum. Secara harfiah, pemaknaan tersebut mengartikan bahwa ada 5 bahan rempah yang membuat aroma harum, yakni kayu manis, cengkeh, ketumbar, adas manis, dan merica.
Gohyong terbuat dari cincangan daging. Pada umumnya menggunakan daging babi atau daging ayam lalu dicampur dengan 5 rempah tersebut dan dibungkus dengan kulit kembang tahu. Bisa dikukus atau digoreng, disesuaikan dengan selera.
Ada beberapa fakta menarik tentang makanan dengan cita rasa mirip lumpia ini. Berikut ini beberapa di antaranya.
1. Versi Halal
Meskipun asalnya menggunakan daging babi, saat ini gohyong versi halal bisa dengan mudah ditemukan. Permintaan pasar Indonesia dengan mayoritas Muslim memang mengharuskan menggunakan daging selain babi, seperti ayam atau sapi.
2. Wajib Ada di Momen Tertentu
Meski saat ini mudah sekali ditemui, awalnya gohyong memang bukan makanan harian, melainkan memiliki tempat khusus dalam acara perayaan tertentu.
Sembahyang leluhur, perayaan Imlek, atau sembahyang syukur keluarga menjadi beberapa di antara momen yang selalu ada gohyong.
3. Berbeda Tiap Daerah
Setiap wilayah di Indonesia memiliki versinya sendiri. Di Jakarta dibungkus dengan kulit kembang tahu lalu dikukus. Di Semarang disajikan dengan nasi dan bakwan goreng. Di Kalimantan Barat bumbunya lebih kuat dan 100 persen halal karena mayoritas muslim di sana.
4. Rendah Tepung
Gohyong menjadi salah satu camilan sehat yang bisa menjadi pilihan. Hal ini karena gohyong tidak menggunakan atau sedikit tepung karena mengandalkan cita rasa rempah yang berlimpah. Sehingga saat cocok untuk dikonsumsi siapapun.
5. Banyak Nama
Meskipun di Indonesia dikenal dengan penyebutan gohyong, namun di beberapa daerah memiliki nama yang berbeda. Misalnya saja di Jawa Timur juga disebut ngohiang. Di Malaysia dan Singapura dikenal dengan lor bak. Di komunitas Hokkian sendiri disebut heh gerng.
Baca Juga: Gohyong Makanan Khas Mana? Ini Sejarah dan Rasanya yang Autentik
Itulah jawaban dari pertanyaan “apa itu gohyong?” yang ternyata bukan hanya sekadar camilan belaka, melainkan memiliki banyak fakta menarik di balik itu semua. Berkembangnya zaman, semakin banyak variasi yang bisa dinikmati.(EvE)
