Konten dari Pengguna

Apakah Stasiun Karet Masih Beroperasi? Cek Informasinya di Sini

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi apakah stasiun Karet masih beroperasi. Foto: Pixabay.com/NoName_13
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi apakah stasiun Karet masih beroperasi. Foto: Pixabay.com/NoName_13

Apakah stasiun Karet masih beroperasi? Pertanyaan ini muncul seiring banyaknya informasi mengenai rencana integrasi stasiun tersebut dengan Stasiun BNI City.

Perubahan ini membuat publik penasaran tentang kelanjutan fungsi Stasiun Karet, mengingat posisinya yang cukup strategis di jalur KRL Commuter Line.

Rencana besar pemerintah dan operator kereta pun semakin menarik perhatian masyarakat perkotaan.

Apakah Stasiun Karet Masih Beroperasi?

Ilustrasi apakah stasiun Karet masih beroperasi. Foto: Pixabay.com/Didgeman

Apakah stasiun Karet masih beroperasi? Jawabannya adalah stasiun ini tidak ditutup, melainkan diintegrasikan dengan Stasiun BNI City mulai April 2025.

Dikutip dari akun KumparanBisnis, Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Commuter Indonesia memastikan bahwa proses integrasi ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi layanan transportasi.

Penumpang nantinya akan diarahkan untuk naik dan turun di Stasiun BNI City, karena fasilitas di Stasiun Karet dinilai tidak lagi layak mendukung aktivitas tersebut.

Integrasi ini juga menjadi bagian dari rencana penataan kawasan transportasi di sekitar Sudirman, yang akan memperkuat konektivitas dengan moda lain seperti MRT, LRT, serta akses pejalan kaki.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ikut terlibat dalam penataan lingkungan, sehingga kawasan Karet tidak ditinggalkan begitu saja, melainkan diubah menjadi area publik yang lebih tertata.

Hal ini mencakup pembangunan pedestrian access dan skybridge yang menghubungkan Karet, Sudirman, hingga BNI City dengan akses yang lebih nyaman.

Salah satu alasan penting mengapa penumpang diarahkan ke BNI City adalah karena peron dan fasilitasnya jauh lebih luas, modern, dan sesuai standar keselamatan.

Sementara itu, kondisi di Stasiun Karet dinilai sudah tidak memenuhi syarat untuk aktivitas naik turun penumpang.

Oleh karena itu, integrasi dipandang sebagai langkah yang lebih rasional daripada mempertahankan fungsi Karet sebagai stasiun transit.

Keputusan ini juga sejalan dengan kajian yang telah dilakukan sejak 2020, yang menekankan pentingnya konektivitas antarmoda.

Selain sebagai titik transit baru, BNI City telah dipersiapkan untuk menampung arus penumpang yang sebelumnya menggunakan Karet.

Fasilitas tambahan seperti hall baru di sisi barat stasiun sudah dibangun agar akses dari arah Karet lebih singkat dan tidak menyulitkan penumpang.

Dengan begitu, integrasi ini diharapkan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih efisien, tanpa mengurangi peran Karet sebagai bagian dari jaringan transportasi.

Bahkan, kawasan Karet ke depan direncanakan menjadi ruang publik dengan tenant-tenant komersial yang rapi.

Transformasi stasiun Karet ke dalam konsep integrasi ini menegaskan bahwa fokus pembangunan transportasi perkotaan tidak hanya sekadar mempertahankan stasiun lama, melainkan menciptakan jaringan yang lebih terhubung.

Peningkatan layanan melalui BNI City dan penataan ulang kawasan Karet diharapkan mendukung mobilitas harian masyarakat perkotaan yang terus meningkat.

Sebagai penutup, apakah stasiun Karet masih beroperasi kini sudah jelas terjawab melalui rencana integrasi besar dengan Stasiun BNI City.

Perubahan ini bukan sekadar penutupan, melainkan langkah untuk menghadirkan layanan transportasi yang lebih baik dan modern. (Shofia)

Baca Juga: Apakah Porter Stasiun Digaji? Inilah Penjelasannya