Blue Fire Ada di Mana Saja? Ini Jawaban dan Fakta Menarik

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Blue fire ada di mana saja? Salah satu fenomena api biru yang sering menjadi pertanyaan oleh banyak pihak. Bukan hanya para pencinta alam saja, melainkan peneliti dari seluruh dunia ingin memastikan keberadaannya.
Dikutip dari banyuwangitourism.com, Seperti namanya blue fire adalah fenomena api biru yang muncul dan tertangkap oleh mata. Tidak seperti api pada umumnya, cahaya berwarna biru inilah yang menjadi daya tarik utama.
Blue fire terjadi karena pembakaran gas belerang yang muncul dari sela-sela bebatuan gunung. Maka dari itu, tidak semua gunung berapi memiliki blue fire, melainkan hanya gunung belerang.
Blue Fire Ada di Mana Saja? Ini Fakta Menariknya
Saat ini, tercatat ada dua negara yang telah mengkonfirmasi keberadaan blue fire. Pertama adalah di Danakil Depression Ethiopia, kedua di Indonesia tepatnya di Kawah Ijen, Kabupaten Banyuwangi.
Secara ukuran blue fire di Banyuwangi terlihat lebih besar dan luas daripada yang ada di Ethiopia. Tentu ini menjadi kebanggan tersendiri bagi Indonesia karena memiliki fenomena alam yang terbilang langka.
Namun, ada beberapa fakta terkait blue fire yang tidak banyak orang tau dan bisa menjadi informasi menarik:
1. Bukan Hanya di 2 Negara?
Ethiopia dan Indonesia memang menjadi dua negara pemilik blue fire. Hal ini tercatat karena intensitas waktu keluar di dua negara ini konsisten. Namun ada dua gunung berapi lainnya yang ternyata juga muncul api biru ini.
Gunung berapi di Islandia juga sempat muncul blue fire. Namun tidak konsisten karena biasanya terlihat hanya saat erupsi besar. Gunung berapi di Amerika Serikat juga sempat terlihat, namun hanya berupa gas, bukan api.
2. Benar-benar Api
Nama blue fire bukanlah metafora. Melainkan memang benar-benar api dari pembakaran gas belerang sehingga berwarna biru. Hal ini karena ada anggapan bahwa warna biru yang muncul adalah lava.
Lava secara identik selalu terlihat berwarna merah atau oranye. Bahkan sangat jarang ditemukan atau tidak pernah lava berwarna biru. Apalagi blue fire tidak mengalir tetapi keluar dari celah bebatuan.
3. Berbahaya
Meskipun terlihat begitu indah dipandang, nyatanya blue fire tetap berbahaya jika dilihat dari dekat. Pertama karena dari suhu panas yang mencapai lebih dari 600 derajat celcius. Kedua karena hasil dari pembakaran gas belerang.
Gas belerang ini sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh jika tanpa sengaja terhirup dalam jangka waktu yang lama. Maka dari itu, wisatawan yang ingin melihat diwajibkan untuk menggunakan masker khusus.
Baca Juga: Kawah Ijen Blue Fire Banyuwangi, Fenomena Langka yang Memesona
Itulah jawaban dari pertanyaan blue fire ada di mana saja serta beberapa fakta menariknya. Beruntung Indonesia memiliki dan akses menuju Gunung Ijen yang begitu mudah. Gunung Ijen sendiri memiliki tinggi kurang dari 2400 Mdpl.(EvE)
