Konten dari Pengguna

Buleleng Festival 2025, Event Terbesar di Buleleng yang Tidak Boleh Dilewatkan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Buleleng Festival 2025. Foto hanya ilustrasi bukan tempat sebenarnya. Sumber: Pixabay/christopher1710
zoom-in-whitePerbesar
Buleleng Festival 2025. Foto hanya ilustrasi bukan tempat sebenarnya. Sumber: Pixabay/christopher1710

Buleleng Festival 2025 menjadi acara tahunan yang selalu dinanti oleh masyarakat lokal Bali dan wisatawan. Acara ini akan penuh dengan berbagai perayaan dan aktivitas yang tentunya sayang untuk dilewatkan.

Festival ini bisa dikatakan sebagai salah satu kebanggaan masyarakat Buleleng. Bukan tanpa alasan, acara ini adalah ikon dari Kabupaten Buleleng.

Buleleng Festival 2025, Acara Ikonik Buleleng dengan Banyak Aktivitas Menarik

instagram embed

Dikutip dari laman https://bulelengkab.go.id/, Buleleng Festival 2025 merupakan acara terbesar di Buleleng yang kembali dihelat setelah sempat terhenti selama kurang lebih 5 tahun terakhir. Kali ini, festival akan mengusung tema “The Mask History of Buleleng”.

Pemilihan tema tersebut sudah pasti bukan tanpa alasan. The Mask History of Buleleng memiliki arti Topeng Leluhur Jiwa Buleleng. Makna dari tema ini adalah mengenalkan lagi sejarah topeng, yang tidak sebatas media seni pertunjukan, tapi juga gambaran identitas, spiritualitas, hingga peradaban leluhur.

Hal ini ditandai dengan Topeng Wayang Wong Tejakula yang menjadi ikon kesenian topeng yang ada di Kabupaten Buleleng. Acara ini akan dilangsungkan pada tanggal 18 sampai 23 Agustus 2025.

Buleleng Festival pada tahun ini mendukung penuh terciptanya ruang yang produktif. Hal ini dikhususkan untuk para seniman, budayawan, pelaku bisnis UMKM, hingga generasi muda. Tidak hanya memperkenalkan seni Buleleng, acara ini juga memasarkan potensi daerah, baik secara lokal, nasional, maupun internasional.

Salah satu hal menarik dari festival ini adalah penerapan konsep ramah lingkungan. Nantinya, panggung utama Topeng Rama dan Laksamana akan dibangun dari hasil daur ulang sebanyak 1,7 ton sampah plastik.

Selain itu, akan ada sebanyak 130 relawan Green Force yang menjadi tenaga sukarela yang memastikan area festival tetap bersih. Hal ini menjadi wujud komitmen pemerintah setempat untuk membangun Buleleng yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Tidak cuma itu, event kali ini juga akan menghadirkan Buleleng Digital Expo. Pameran teknologi ini akan menjadi ruang untuk para pelajar, penikmat teknologi, dan komunitas untuk berbagi inovasi.

Baca juga: Bali Farm House Buleleng: Lokasi, Daya Tarik, Aktivitas, HTM, dan Jam Buka

Buleleng Festival 2025 menjadi acara yang tidak hanya memamerkan potensi seni dan kekayaan lokal. Acara terbesar ini juga menghadirkan pameran teknologi yang pastinya sangat menarik untuk semua kalangan. (YD)