Konten dari Pengguna

Gedung AA Maramis: HTM, Lokasi, Daya Tarik, dan Sejarahnya

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gedung AA Maramis. Foto: Nicha Muslimawati/kumparan/kumparanBISNIS
zoom-in-whitePerbesar
Gedung AA Maramis. Foto: Nicha Muslimawati/kumparan/kumparanBISNIS

Bangunan bersejarah sering kali menyimpan kisah panjang yang mencerminkan perjalanan suatu bangsa, begitu pula dengan Gedung A.A. Maramis di Jakarta Pusat.

Gedung ini menjadi saksi bisu perubahan zaman sejak masa pemerintahan kolonial hingga era modern saat ini.

Nilai arsitektur, sejarah, serta fungsinya yang kini terbuka untuk publik menjadikan tempat ini menarik untuk dikunjungi oleh siapa pun yang ingin memahami lebih dalam warisan budaya Indonesia.

Gedung A.A. Maramis

Gedung AA Maramis. Foto: Wendiyanto Saputro/kumparan/kumparanBISNIS

Dikutip dari aesia.kemenkeu.go.id, Gedung A.A. Maramis berlokasi di kawasan Kementerian Keuangan, tepatnya di JL. Lapangan Banteng Timur No. 2-4, Kel. Sawah Besar, Kec. Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta.

Letaknya sangat strategis karena berada di jantung kawasan bersejarah Weltevreden yang kini dikenal sebagai pusat administratif dan budaya.

Kawasan ini juga berdekatan dengan beberapa ikon penting seperti Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, dan Gedung Kesenian Jakarta, sehingga pengunjung dapat menikmati suasana heritage yang saling terhubung satu sama lain.

Bangunan ini dikelola oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) dan kini dibuka untuk umum tanpa biaya masuk.

Dengan kebijakan ini, pemerintah menunjukkan komitmen dalam memanfaatkan aset negara agar dapat dinikmati masyarakat luas, bukan hanya sebagai simbol pemerintahan tetapi juga sebagai ruang edukasi publik.

Bangunan megah bergaya neoklasik ini memikat perhatian siapa pun yang melewati kawasan Lapangan Banteng. Keindahan arsitektur kolonialnya berpadu dengan sentuhan modern hasil pemugaran tahun 2019 hingga 2022.

Kini, pengunjung bisa melihat interior megah dengan langit-langit tinggi, pilar besar, dan detail arsitektur yang terjaga keasliannya.

Gedung ini juga difungsikan sebagai museum dan perpustakaan keuangan negara, serta menjadi lokasi berbagai acara resmi, pameran budaya, dan kegiatan edukasi yang menarik.

Pengunjung dapat menjelajahi area utama gedung pada jam operasional yang ditentukan oleh pengelola.

Meskipun gratis, setiap pengunjung diharapkan menjaga ketertiban dan kebersihan karena gedung ini masih menjadi bagian dari kompleks perkantoran kementerian.

Pemandangan di sekitar lokasi pun menambah daya tarik, karena berdampingan dengan bangunan-bangunan bersejarah lain seperti Gereja Katedral, Masjid Istiqlal, dan Gedung Kesenian Jakarta.

Sejarah dan Daya Tarik Gedung A.A. Maramis

Ilustrasi gedung. Foto: Unsplash.com/David Kristianto

Gedung A.A. Maramis memiliki sejarah panjang yang berawal pada 7 Maret 1809, saat Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels memerintahkan pembangunan gedung ini.

Tujuannya untuk memindahkan pusat pemerintahan dari Oud Batavia di muara Sungai Ciliwung yang saat itu sudah tidak layak, ke wilayah baru bernama Weltevreden.

Arsitek yang merancang bangunan megah ini adalah Ir. Letkol J.C. Schultze, dengan gaya arsitektur yang menonjolkan kekuasaan dan kemegahan khas Eropa.

Gedung tersebut diresmikan pada tahun 1828 oleh Komisaris Jenderal L.P.J. Du Bus de Ghisignies dan digunakan sebagai kantor keuangan pemerintahan kolonial Belanda.

Setelah Indonesia merdeka, gedung ini resmi menjadi milik negara pada tahun 1950 dan difungsikan sebagai kantor Kementerian Keuangan.

Nama A.A. Maramis diberikan untuk menghormati Alexander Andries Maramis, tokoh penting sekaligus Menteri Keuangan pertama Republik Indonesia.

Sosok ini dikenal karena dedikasinya dalam merancang sistem keuangan nasional pada masa awal kemerdekaan.

Dengan demikian, penamaan gedung ini bukan sekadar simbol, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap perjuangan tokoh bangsa dalam membangun dasar ekonomi Indonesia.

Daya tarik utama Gedung A.A. Maramis terletak pada keaslian bentuk bangunannya yang tetap terjaga selama lebih dari dua abad.

Pemugaran besar-besaran pada tahun 2019 hingga 2022 dilakukan tanpa mengubah karakter aslinya, meliputi penguatan struktur, konservasi arsitektur, pembaruan sistem pencahayaan, hingga penataan lanskap sekitarnya.

Kini, pengunjung bisa menyaksikan perpaduan sejarah dan modernitas dalam satu tempat, menjadikannya destinasi edukatif sekaligus visual yang memanjakan mata.

Selain nilai historisnya, keberadaan gedung ini juga menghidupkan kembali kawasan heritage Lapangan Banteng yang kini menjadi salah satu pusat wisata sejarah paling ikonik di Jakarta.

Sebagai bagian dari warisan budaya nasional, Gedung A.A. Maramis bukan hanya bangunan bersejarah, tetapi juga simbol penting dalam perjalanan birokrasi dan ekonomi Indonesia.

Keindahan arsitekturnya dan kisah panjang di balik pembangunannya menjadikannya tempat yang layak dikunjungi bagi siapa pun yang ingin memahami lebih dalam sejarah kota Jakarta. (Shofia)

Baca Juga: Omah Londo Mangkunegaran: Daya Tarik, Lokasi, Jam Buka, dan Menu Favorit