Konten dari Pengguna

Gua Maria Sriningsih Yogyakarta: Destinasi Wisata Religi Katolik di Bukit Jali

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gua Maria Sriningsih. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat yang sebenarnya. Sumber: Unsplash/Bùi Hoàng Long
zoom-in-whitePerbesar
Gua Maria Sriningsih. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat yang sebenarnya. Sumber: Unsplash/Bùi Hoàng Long

Berziarah ke Gua Maria Sriningsih selalu punya kesan tersendiri bagi umat Katolik. Suasananya tenang, dikelilingi alam perbukitan yang hijau, membuat siapa pun yang datang merasakan kedamaian sejak langkah pertama. Tidak heran kalau tempat ini jadi salah satu tujuan populer bagi peziarah dari berbagai daerah.

Dikutip dari laman Facebook Gua Maria Sendang Sriningsih Official, secara administratif, Gua Maria Sriningsih berada di Dusun Jali, Kalurahan Gayamharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Letaknya berada di kawasan perbukitan yang sejuk dan jauh dari hiruk-pikuk kota.

Sejarah Gua Maria Sriningsih

instagram embed

Riwayat Gua Maria Sriningsih bermula pada tahun 1934, ketika seorang pastor Jesuit bernama D. Hardjosuwondo SJ datang ke Dusun Jali. Saat itu, sendang yang dikunjungi tersebut masih dikenal dengan nama Sendang Duren. Sendang ini punya suasana tenang dan aura spiritual yang begitu kuat. Hal inilah yang membuat Pastor Hardjosuwondo kagum.

Hal ini kemudian mendorong beliau untuk membangun area sekitar sendang agar bisa menjadi tempat doa dan perziarahan. Seiring berjalannya waktu, sendang itu kemudian diberi nama baru, yakni Sendang Sriningsih, yang bermakna perantara rahmat Tuhan kepada umat-Nya.

Bagi umat Katolik, tempat ini akhirnya berkembang menjadi salah satu lokasi wisata religi yang penting, terutama di wilayah Jawa Tengah.

Daya Tarik Utama Gua Maria Sriningsih

instagram embed

Begitu tiba di kawasan Gua Maria Sriningsih, pengunjung bisa langsung melakukan Jalan Salib. Jalurnya berupa tangga menanjak sepanjang kurang lebih 900 meter. Di sepanjang jalan, terdapat relief-relief yang menggambarkan kisah Yesus saat memanggul salib.

Perjalanan jalan salib akan berakhir di sebuah pertigaan kecil. Jika berbelok ke kanan, akan terlihat salib besar dengan patung Yesus yang tergantung di kayu salib. Lokasi ini dinamai Golgota. Pengunjung dapat menyalakan lilin di bawah salib sambil memanjatkan doa.

Sementara itu, jika dari pertigaan berbelok ke kiri, jalurnya akan mengarah ke sendang dan Gua Maria. Air sendang bisa diambil dari kran kecil. Banyak yang percaya air sendang ini membawa berkah dan dapat menyembuhkan penyakit.

Tak jauh dari sendang, ada Gua Maria setinggi sekitar empat meter. Tempat ini cukup luas untuk peziarah berdoa dan terasa sejuk karena terlindung pohon besar.

Jika berjalan ke arah kiri dari Gua Maria dan menaiki jalur yang lebih tinggi, akan terlihat salib besar lain dengan tulisan tertier millenium di belakangnya, tanda pergantian milenium. Dari titik ini, pandangan bisa diarahkan ke hamparan bukit hijau dan perkampungan sekitar. Ada juga pendopo yang bisa digunakan untuk beristirahat.

Setiap malam Jumat Kliwon, di gua ini diadakan doa bersama dan misa. Malam itu dianggap waktu sakral dalam budaya Jawa.

Baca juga: Gua Maria Mojosongo Solo: Sejarah, Panduan Ziarah, Rute, hingga Aktivitasnya

Gua Maria Sriningsih di Yogyakarta hadir sebagai tempat ziarah yang tenang dan menyejukkan bagi umat Katolik. Suasananya sederhana, tapi penuh makna bagi siapa pun yang datang berdoa. (CR)