Jembatan Kewek, Cagar Budaya Yogyakarta yang Rawan Runtuh

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jembatan Kewek adalah jembatan di Kota Yogyakarta yang kini berada di titik kritis. Meskipun memiliki nilai historis dan budaya yang tinggi, kondisi struktur jembatan itu saat ini rawan runtuh dan mengancam keselamatan pengguna.
Struktur jembatan ini mengalami banyak perubahan dari waktu ke waktu, termasuk jalur ganda dan modifikasi. Warisan historis jembatan ini juga sangat penting bagi masyarakat sekitar.
Jembatan Kewek, Cagar Budaya Yogyakarta yang Rawan Runtuh
Jembatan Kewek dibangun pada masa kolonial Belanda. Nama jembatan ini berasal dari istilah Belanda, yaitu Kerk Weg atau jalan menuju gereja. Seiring berjalannya waktu, warga pun menyederhanakan sebutannya menjadi “Kewek”.
Jembatan ini dulunya berfungsi sebagai salah satu akses penting yang menghubungkan kawasan Malioboro dan Kotabaru. Jembatan ini adalah bagian dari jaringan kereta api antara Yogyakarta dan Solo.
Dikutip dari rri.co.id, saat ini kekuatan struktur Jembatan Kewek hanya tersisa sekitar 10–20% dari kondisi idealnya. Sehingga, Dinas Kebudayaan DIY (Disbud DIY) menyatakan meskipun statusnya sebagai cagar budaya, bagian-bagian vital struktur jembatan ini dapat diganti jika kondisi membahayakan keselamatan.
Melihat kondisi jembatan ini yang sangat rawan runtuh, masyarakat sekitar juga dihimbau bahwa Jembatan Kewek tidak layak dilintasi oleh kendaraan berat seperti bus atau truk.
Pemerintah Kota Yogyakarta juga telah menyusun Detail Engineering Design (DED) untuk melakukan renovasi jembatan. Rencana awal renovasi adalah untuk memperkuat struktur bawah jembatan supaya lebih aman.
Namun, pelaksanaannya harus sesuai persetujuan anggaran dan perkiraan kebutuhan dananya yang mencapai sekitar Rp12 miliar. Sementara itu, Kepala Disbud DIY mengatakan bahwa nilai historis jembatan ini akan tetap dipertahankan meskipun terdapat perubahan struktur.
DPR RI melalui beberapa anggotanya mendesak agar pembangunan ulang Jembatan Kewek segera direalisasikan. Hal ini bertujuan untuk menjamin keselamatan warga dan kelancaran aktivitas ekonomi.
Jembatan Kewek memiliki perjalanan panjang sejarah Kota Yogyakarta dari masa kolonial hingga kini.
Kondisi kritisnya menuntut keberanian untuk bertindak agar Jembatan ini bisa tetap eksis sebagai warisan budaya, dan tetap aman untuk dilintasi masyarakat. (Win)
Baca juga: Lokasi dan Cara Masuk City Garden Eat and Play, Playground Terbesar di Jakarta
