Kereta Api Pertama di Indonesia, Sejarahnya dari Dulu hingga Kini

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kereta api pertama di Indonesia bukanlah kereta seperti yang dikenal masyarakat seperti saat ini. Selain itu, kereta api pertama yang ada di Nusantara juga memiliki sistem dan perusahaan pengelola yang berbeda.
Mengetahui sejarah dan perkembangan kereta api akan membantu masyarakat memahami perkembangan transportasi nasional. Ini juga akan membantu menghargai teknologi warisan masalalu serta bagaimana dampaknya pada negara dulu sampai sekarang.
Sejarah Kereta Api Pertama di Indonesia
Menurut laman PT KAI di kai.id, PT Kereta Api Indonesia merupakan satu-satunya perusahaan yang menyediakan jasa layanan transportasi kereta api di Indonesia saat ini. Sebelum berkembang seperti sekarang, kereta api Indonesia memiliki sejarah yang panjang.
Kereta api pertama di Indonesia mulai dibangun pada 17 Juni 1864 di Desa Kemijen, Semarang. Jalur ini membentang dari Semarang menuju Vorstenlanden (Solo–Yogyakarta). Proyek ini diprakarsai oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Mr.
LAJ Baron Sloet van de Beele dan dikerjakan oleh perusahaan swasta Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) dengan lebar rel 1.435 mm.
Pembangunan kereta api muncul sebagai respons atas kebutuhan transportasi hasil pertanian dari pedalaman Jawa ke pelabuhan, terutama setelah masa tanam paksa. Dari sinilah sejarah perkeretaapian di Indonesia dimulai.
Perkembangan Kereta Api di Indonesia
Perkembangan kereta api di Indonesia berlangsung dalam beberapa periode penting. Periode-periode itu antara lain adalah sebagai berikut.
1. Periode Hindia Belanda
Setelah keberhasilan NISM, pemerintah Hindia Belanda membangun jalur kereta negara melalui Staatsspoorwegen (SS) sejak 1875. Pembangunan ini dimulai dari rute Surabaya–Pasuruan–Malang. Perkembangan pesat ini juga menarik banyak investor swasta yang membangun jalur kereta api dan trem di berbagai daerah.
Hingga akhir 1928, total panjang jalur kereta dan trem mencapai 7.464 km, dengan 4.089 km milik pemerintah dan 3.375 km milik swasta. Jalur kereta juga dikembangkan di luar Jawa, seperti Aceh, Sumatra Utara, Barat, Selatan, dan Sulawesi.
2. Periode Pendudukan Jepang
Pada 1942, Jepang mengambil alih perkeretaapian dan mengganti namanya menjadi Rikuyu Sokyoku. Fokus pengoperasian kereta dialihkan untuk mendukung logistik perang, termasuk pembangunan jalur Saketi–Bayah dan Muaro–Pekanbaru.
3. Periode Kemerdekaan
Setelah Indonesia merdeka, masyarakat Indonesia mengambil alih stasiun dan jalur kereta dari Jepang. Pada 28 September 1945, Kantor Pusat Kereta Api di Bandung berhasil direbut dan tanggal ini kini diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional.
Kini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus berkembang dengan tujuh anak perusahaan yang menangani berbagai sektor transportasi, logistik, properti, hingga pariwisata.
Baca Juga: Sejarah PRJ, Perkembangan, dan Kegiatan yang Dapat Ditemui
Itu dia sejarah kereta api pertama di Indonesia dan perkembangannya hingga ini. Dengan mengetahui hal ini, masyarakat akan semakin menghargai sejarah transportasi ini. (DS)
