Macam-Macam Dessert Nusantara Manis dan Segar untuk Pencuci Mulut

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Macam-macam dessert nusantara, cocok jadi hidangan penutup atau camilan tengah hari . Hampir semua dessert Indonesia, memiliki rasa manis yang bikin ketagihan. Beberapa diantaranya disajikan dengan tambahan es batu untuk menambah kesegaran.
Dessert khas nusantara bukan hanya sekadar hidangan penutup biasa. Setiap dessert dibuat dengan bahan-bahan berkualitas yang merepresentasikan daerah, budaya, hingga etnis. Seperti halnya kue cucur.
Dikutip dari Makanan Tradisi dalam Seni Bedendang sebagai Kearifan Lokal Ketahanan Pangan Masyarakat Melayu Bengkulu, Oleh Een Syaputra, dkk (2020: 134), bentuk kue cucur yang pipih merepresentasikan keperawanan dalam Tradisi Seni Bedendang.
Macam-Macam Dessert Nusantara untuk Pencuci Mulut
Ada banyak dessert nusantara khas Indonesia yang bisa jadi pilihan untuk pencuci mulut setelah menyantap makanan berat. Macam-macam dessert itu sebagai berikut.
1. Amparan Tatak
Amparan tatak merupakan kue cantik yang berwarna putih kuning dan hiasan daun pandan di atasnya. Dessert khas Kalimantan Selatan ini, dibuat dari tepung beras, pisang raja, santan, vanili, gula, dan garam. Teksturnya lembut manis dengan rasa khas pisang yang legit.
Kue ini banyak disajikan dalam berbagai acara penting. Seperti pernikahan hingga syukuran. Kehadiran amparan tatak mencerminkan karakteristik masyarakat Banjar yang ramah dan selalu menghargai kebersamaan maupun tradisi.
2. Bubur Kampiun
Bubur kampiun juga menjadi dessert Indonesia yang wajib dicoba. Semangkuk dessert khas Sumatera Barat ini, berisi bubur kampiun, bubur sumsum, pisang, kacang hijau, dan kuah santan yang gurih.
Tekstur kental sedikit lengket dengan rasa manis, creamy, dan gurih menjadikan cita rasanya semakin kaya. Di Padang, bubur ini menjadi salah satu satu menu wajib saat buka puasa.
Rasa manis dan segarnya, bisa mengembalikan tenaga yang hilang setelah seharian berpuasa. Saat ini, bubur kampiun bisa ditemukan di beberapa tempat makan di Indonesia, baik di Sumatera Barat maupun Jakarta.
3. Ce Hun Tiau
Hampir sama dengan bubur kampiun, ce hun tiau juga menjadi dessert manis dan segar yang sering disantap saat siang hari. Dessert ini adalah dessert khas etnis Tionghoa di Pontianak yang masih dilestarikan hingga saat ini.
Berdasarkan namanya, ce berarti ‘ubi,’ hun berarti ‘tepung,’ dan tiau berarti ‘mie panjan.’
Semangkuk ce hun tiau berisi ketan hitam, kacang merah, cincau hitam, bongko, lidah buaya, santan, gula aren, dan es batu. Saat dimakan, tekstur kenyal mirip cendol Jawa dan rasa creamy berpadu selaras di mulut.
4. Putu Ayu
Putu Ayu merupakan kue tradisional khas Jawa Tengah yang terbuat dari tepung terigu, telur ayam, gula pasir, santan, pasta pandan, kelapa, dan garam. Memiliki tekstur lembut seperti kue, tetapi cenderung mudah hancur.
Kue putu ayu biasa dicetak dalam cetakan berbentuk tabung yang sisi atas dan bawahnya lubang.
Di bagian tengah, kue tersebut dipadukan dengan gula aren untuk menambah cita rasanya yang manis gurih. Kue ini bisa ditemukan dengan mudah di pasar atau tempat makan tradisional.
5. Kolak
Jika saat buka puasa orang Padang biasa menyantap dessert bubur kampiun, kolak menjadi salah satu dessert orang Jawa yang biasa disajikan sebagai takjil.
Kendati demikian, kolak juga dapat dinikmati di hari-hari biasa atau hari besar. Seporsi kolak, biasa berisi ubi, pisang, singkong, kolang-kaling, gula aren, dan santan.
Beberapa orang juga kerap menambahkan buah-buahan, seperti durian, cempedak, dan nangka untuk memperkaya cita rasanya. Saat masuk mulut, rasa manis, lembut, kental, creamy, dan segar mampu melegakan tenggorokan.
Baca juga: 4 Rekomendasi Dessert untuk Orang yang Tidak Menyukai Rasa Manis, Bisa Dicoba
Itulah macam-macam dessert yang patut dicoba saat kulineran. Temukan cita rasa manis, creamy, dan menyegarkan yang bikin ketagihan. (UI)
