Makam Imogiri Bantul: Lokasi, Jam Buka, dan Sejarahnya

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Makam Imogiri atau Makam Raja Imogiri merupakan salah satu kompleks pemakaman raja-raja Mataram Islam di Yogyakarta. Tempat ini memiliki nilai sejarah yang tinggi karena menjadi tempat peristirahatan terakhir para raja dan keturunannya.
Makam Raja Imogiri memiliki bangunan yang berbeda dengan pemakaman pada umumnya karena memiliki arsitektur Jawa klasik berpadu dengan Islam dan Hindu. Sampai saat ini, Makam Raja Imogiri masih banyak didatangi oleh para pengunjung.
Lokasi dan Jam Buka Makam Imogiri Bantul
Makam Raja Imogiri berada di Dusun Karang Kulon, Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul. Dikutip dari jogjacagar.jogjaprov.go.id, makam ini berada di puncak Bukit Merak dan memiliki ketinggian 85 mdpl.
Jika diakses dari pusat kota Jogja, jarak yang harus ditempuh ke makam ini adalah 17 km.
Memiliki letak di atas bukit membuat Makam Raja Imogiri memiliki pemandangan yang mempesona. Terlebih area komples makam ini memiliki arsitektur yang indah.
Bagi yang ingin berkunjung ke tempat ini, pastikan untuk mengetahui jam operasionalnya. Pasalnya, Makam Raja Imogiri tidak buka setiap hari. Berikut jam buka Makam Raja Imogiri:
Senin: 10.00 – 13.00 WIB
Jumat: 13.00 – 16.00 WIB
Minggu: 10.00 – 13.00 WIB
Setiap hari Selasa, Rabu, Kamis, Sabtu dan bulan Ramadan, makam ini tidak buka. Selain itu, jika ada upacara tertentu, makam ini juga tidak dibuka untuk umum.
Sejarah Makam Imogiri
Berdirinya Makam Raja Imogiri memiliki sejarah yang panjang. Dikutip dari buku Tuah Bumi Mataram Dari Panembahan Senopati Hingga Amangkurat II, Peri Mardiono, (2020:212) makam ini dibangun pada tahun 1632.
Makam ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyakrakusuma yang berkuasa pada periode 1613-1645.
Pembangunan kompleks makam ini memadukan gaya arsitektur antara Jawa, Hindu dan Islam. Pembangunan kompleks pemakaman ini dipimpin oleh Kiai Tumenggung Citrokusumo.
Makam ini selesai dibangun pada tahun 1645 Masehi dan menjadi tempat peristirahatan terakhir Sultan Agung. Sejak saat itu tempat ini pun digunakan sebagai makam para raja Mataram beserta anak cucu keturunannya.
Kompleks Makam Raja Imogiri terbagi menjadi delapan area meliputi:
Astana Sultan Agungan
Astana Paku Buwanan
Astan Suwargan
Astan Besiyaran
Astana Saptorenggo
Astana Kaswargan
Astana Kaping Sangan
Astan Kaping Sedasan
Baca juga: 11 Tempat Wisata Sejarah di Jogja untuk Berlibur sambil Belajar
Pengunjung yang ingin datang ke Makam Imogiri, pastikan untuk berkunjung sesuai dengan jam bukanya. Selain itu, pengunjung juga harus mengikuti tata tertib yang berlaku. (TIA)
