Konten dari Pengguna

Memahami Ombak Bono, Fenomena Alam Unik di Sungai Kampar

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ombak Bono. Foto Hanya Ilustrasi, Bukan Tempat Sebenarnya. Sumber Unsplash Jeremy Bishop
zoom-in-whitePerbesar
Ombak Bono. Foto Hanya Ilustrasi, Bukan Tempat Sebenarnya. Sumber Unsplash Jeremy Bishop

Biasanya ombak bisa ditemukan di laut. Namun ternyata, ombak juga bisa ditemukan di Sungai Kampar, Riau. Ombak tersebut sering disebut sebagai Bono atau Ombak Bono.

Ombak ini terjadi akibat adanya fenomena alam. Meskipun cukup ganas, ternyata ombak ini kerap diincar oleh para peselancar dari berbagai penjuru dunia.

Proses Terjadinya Ombak Bono

Ombak Bono. Foto Hanya Ilustrasi, Bukan Tempat Sebenarnya. Sumber Unsplash Matt Paul Catalano

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, Ombak Bono dapat ditemukan di Sungai Kampar. Namun tidak semua bagian sungai ini memilikinya karena ombak tersebut hanya terjadi di daerah muara. Tepatnya di Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Proses terjadinya ombak ini bisa dilihat dari dua aspek, yaitu kepercayaan masyarakat setempat dan sains. Berikut penjelasannya.

1. Kepercayaan Masyarakat Setempat

Menurut Mahir KIR, Zulfiandry ZA, SP., M.Pd, (2022: 93), masyarakat Melayu di sekitar Sungai Kampar mempunyai kepercayaan tersendiri terhadap proses terjadinya ombak ini. Dari sini, tersebar kisah bahwa ombak ini ialah pewujudan tujuh hantu.

2. Secara Sains

Secara sains, fenomena alam ini muncul karena adanya pertemuan tiga arus di daerah muara. Ketiga arus ini berasal dari Selat Malaka, Laut China Selatan, dan Sungai Kampar itu sendiri. Pertemuan ketiga arus inilah yang menyebabkan ombak atau tidal bore.

Pertemuan ini terjadi akibat gelombang dari Selat Malaka serta Laut China Selatan masuk ke muara sungai. Arus akan semakin cepat dan berbentur dengan aliran sungai hingga menyebabkan ombak tinggi.

Ombak tersebut terus terjadi selama dua jam. Namun lama-lama, ombak ini akan melemah seiring membeloknya aliran Sungai Kampar.

Berselancar di Ombak Bono

Ombak Bono. Foto Hanya Ilustrasi, Bukan Tempat Sebenarnya. Sumber Unsplash Silas Baisch

Seperti yang telah disinggung di atas, Bono telah diincar oleh para peselancar dunia. Supaya semakin menyenangkan, ada berbagai hal yang diperlukan saat ingin berselancar di sana. Berikut di antaranya.

1. Ombak Ganas

Ombak ini bisa mencapai tinggi lima meter dengan panjang hingga dua kilometer sesuai lebar sungai. Oleh sebab itu, para peselancar perlu berhati-hati agar tidak sampai terbawa arus.

2. Waktu Terbaik untuk Berselancar

Memang ombak ini dapat terjadi sepanjang tahun. Namun saat bulan purnama tiba, ombak ini akan mencapat tinggi maksimumnya. Waktu inilah yang bisa dipertimbangkan oleh para peselancar jika ingin ombak menantang.

3. Festival Bono Surfing

Festival Bono Surfing kerap diadakan setiap tahunnya. Festival ini bisa diikuti oleh para peselancar yang ingin mencoba ombak tersebut dengan peselancar lainnya.

Baca juga: 6 Tempat Wisata di Riau Pekanbaru yang Instagramable

Jadi, Ombak Bono terjadi akibat bertemunya tiga arus di Muara Sungai Kampar. Namun, ada juga kepercayaan masyarakat setempat yang melandasi proses terjadinya ombak tersebut yang kerap diincar oleh para peselancar hingga mancanegara ini. (LOV)