Konten dari Pengguna

Mengenal Budaya Suku Jawa yang Sangat Unik

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Budaya Suku Jawa . Pixabay/DedyTimbul.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Budaya Suku Jawa . Pixabay/DedyTimbul.

Di Indonesia, salah satu suku dengan populasi penduduk terbanyak di bumi khatulistiwa, yaitu suku Jawa. Populasi suku Jawa sekitar delapan puluh juta jiwa dengan beragam budaya. Tak heran, jika budaya suku Jawa banyak dikenal hingga ke luar negeri.

Mengutip dari jurnal Makna Filosofoi Bedudukan di Desa Asempapan Kecamatan Trangkil Kab Pati, Ana Faridatul M, (2020), masyarakat Jawa adalah suatu kesatuan penduduk yang diikat oleh norma-norma hidup karena sejarah, tradisi, maupun agama.

Budaya suku Jawa mencakup beberapa daerah di Pulau Jawa seperti budaya Jawa Tengah, Jawa Timur, dan juga Daerah Istimewa Yogyakarta. Budaya Jawa menjunjung tinggi kesopanan, keselarasan, keseimbangan, dan keserasian dalam kehidupan setiap hari.

Daftar isi

Budaya Suku Jawa

Ilustrasi Budaya Suku Jawa . Pixabay/Mahmur Magenti.

Budaya suku Jawa memiliki ciri khas masing-masing, sehingga orang bisa lebih mudah mengenali orang-orang suku Jawa. Kebudayaan suku Jawa relatif banyak dipengaruhi secara pesat oleh budaya Islam yang berkembang sejak masa kolonialisme di Jawa.

Masyarakat yang menganut budaya Jawa dikenal dengan masyarakat yang sopan, berbicara lembut, dan ramah yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini terlihat bahwa orang Jawa terkenal suka membungkuk saat berjalan melewati orang yang lebih tua

Kebudayaan suku Jawa sangat beragam dan sangat identik, mulai dari batik, wayang kulit, keris, hingga musik gamelan. Tak jarang, motif yang digambarkan pada kain batik dari Jawa menggambarkan bagaimana sosok dan ciri khas dari orang Jawa.

Budaya Jawa ini mengajarkan tentang gabungan dari adat istiadat, budaya, pandangan sosial, dan filosofis orang Jawa. Ajaran budaya jawa ini hampir mirip seperti agama yang mengajarkan spiritualitas masyarakat Jawa kepada penciptanya.

Artinya, filosofi hidup yang digunakan masyarakat Jawa berdasarkan teori yang mendasari alam pikiran manusia atau suatu kegiatan selama menjalani hidup. Berikut adalah contoh filosofi hidup yang paling erat dengan kehidupan masyarakat Jawa.

1. Narimo ing Pandum

Dalam bahasa Jawa, nrimo memiliki arti tulus menerima, sedangkan pandum berarti pemberian. Jadi, nrimo ing pandum memiliki arti tulus atau ikhlas menerima segala sesuatu atas apa yang telah ada dan diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam kehidupan sosial, nrimo ing pandum bisa berarti bermurah hati dengan sesama. Sedangkan dalam kehidupan, pepatah ini dapat diartikan sebagai rasa cukup dengan kekayaan berupa budaya-budaya yang dimiliki.

2. Memayu Hayuning Bawana

Kata-kata "Memayu Hayuning Bawana" berasal dari sebuah falsafah hidup bahasa Jawa yang memiliki arti mendayagunakan kehidupan ini dengan baik untuk mencapai kesejahteraan dan kedamaian.

Secara harfiah, "Memayu" artinya menyayangi, "Hayuning" artinya kedamaian atau harmoni, dan "Bawana" artinya dunia atau kehidupan. Hal ini berkaitan dengan cara manusia menjaga alam sekitar, agar apa yang 'ditanam' dapat menghasilnya 'buah' yang baik.

Semakin masyarakat menyadari akan tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan lingkungan alam yang sedang kita tinggali, maka manusia juga akan diberikan segala hal-hal baik dan positif oleh seluruh alam.

Kesenian Daerah suku Jawa

Ilustrasi Budaya Suku Jawa . Pixabay/NicoBoersan.

Budaya suku Jawa juga memiliki kesenian budaya yang membedakannya dengan suku lain. Berikut adalah beberapa kesenian daeran suku Jawa beserta penjelasannya.

1. Seni Tari

  • Tari Jaipong merupakan tarian tradisional khas Jawa Barat, dan biasanya dimainkan oleh satu orang atau sekelompok penari.

  • Tari Gambyong merupakan tarian khas Jawa Tengah tepatnya kota Surakarta, biasanya ditampilkan untuk menyambut kedatangan tamu.

  • Tari Jaranan Buto adalah tari tradisional asal Blitar dan Banyuwangi, Jawa Timur. Biasanya, tari ini menggunakan tata rias yang unik dengan make up yang dominan berwarna merah dan rambut panjang gimbal.

  • Tari Serimpi merupakan tari asal Jawa Tengah yang memiliki nilai-nilai filosofis cukup tinggi. Ciri khas dari Tari Serimpi memiliki gerakan yang lemah lembut dan gemulai didalamnya.

  • Tari Bedhaya Semang merupakan tari tradisional yang mengisahkan tentang legenda atau sejarah. Tari ini dipentaskan oleh Sembilan penari di berbagai acara kebudayaan atau acara resmi.

  • Tari Klana Alus merupakan tari tradisional yang menggambarkan tentang seorang kesatria sabrangan yang tengah jatuh cinta. Gerakannya mendekati feminim dan diiringi musik gending.

2. Seni Pertunjukan

  • Wayang kulit, wayang orang, wayang sadat, dan wayang golek merupakan keseninan pertunjukan yang berasal dari kitab Ramayana dan Mahabarata yang berasal dari kisah India kuno. Kesenian ini berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

  • Kuda Lumping merupakan salah satu seni pertunjukan dari Jawa Barat, yang dimainkan dengan cara mengundang roh halus.

  • Kethoprak merupakan seni pertunjukan yang berasal dari wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta, dalam seni pertunjukan ini menggabungkan antara unsur drama, tari, suara, musik dan sastra.

  • Seni lengguk merupakan seni pertunjukan berupa tari dan nyanyian rakyat yang berasal dari Jawa Tengah di mana pertunjukannya diiringi dengan alat musik rebana.

  • Ludruk adalah kesenian teater tradisional yang berasal dari Jawa Timur, yang diperagakan oleh grup kesenian di sebuah panggung.

  • Sintren juga masih menjadi seni pertunjukan sampai saat ini. Pertunjukan ini berasa dari Jawa Tengah khususnya rakyat pantai Jawa Tengah sebelah utara, yang mengandung unsur mistis atau gaib.

3. Seni Bangunan

  • Rumah Joglo merupakan salah satu rumah adat Jawa Tengah dan Jawa Timur. Rumah Joglo memiliki ruang-ruang khusus sesuai kebutuhan penghuninya.

  • Rumah limasan, rumah ini salah satu rumah adat Jawa Tengah yang memang memiliki atap berbentuk limas dan memiliki atap empat sisi, dan hampir mirip dengan rumah dari Sumatera Selatan.

  • Rumah kampung menjadi salah satu rumah tinggal yang banyak dipakai masyarakat Jawa Tengah. Bangunan ini banyak digunakan oleh rakyat biasa.

  • Rumah adat Imah Julang Ngapak berasal dari Jawa Barat yang mirip dengan burung yang sedang mengepakkan sayap, sehingga dinamakan julang ngapak.

  • Rumah Suku Tengger berada di lereng Gunung Bromo, Ranupane, Lumajang, Jawa Timur. Ciri khas utama rumah Tengger ada pada konsepnya yang tidak berupa panggung dan tidak bertingkat.

  • Rumah adat Using berasal dari Jawa Timur yang tepatnya bisa ditemukan di Banyuwangi, bagian timur pulau Jawa yang berbatasan dengan selat Bali.

  • Rumah adat dhurung memiliki bentuk seperti gubug. Pada bagian dinding tidak dilengkapi dengan apapun yang berasal dari Jawa Timur.

4. Alat Musik

  • Gamelan merupakan alat musik khas Jawa Timur, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Gamelan menjadi cara untuk memanggil para dewa pada jaman dahulu.

  • Degung merupakan kesenian Sunda, Jawa Barat yang biasanya dimainkan pada acara hajatan sebagai musik pengiring.

  • Angklung adalah alat musik khas Jawa Barat. Alat musik ini terbuat dari bilah-bilah bambu yang dirakit menjadi satu dan memiliki suara yang khas.

  • Gambang adalah alat musik tradisoinal khas Jawa Tengah. Gambang terdiri dari 18 bilah bambu dan memiliki alat pemukulnya sendiri dan berfungsi untuk panggrengga lagu.

  • Bonang merupakan alat musik yang berasal dari Jawa Tengah dan memiliki bentuk menonjol pada bagian atas yang biasa disebut 'pencu atau pencon'.

  • Kendhang merupakan perangat alat musik tradisional yang terbuat dari kayu yang diberi lubang di bagian atas dan bawah.

  • Kecapi merupakan alat musik yang dipetik menggunakan kedua tangan untuk menghasilkan nada.

5. Lagu Daerah

  • Cublak-Cublak Suweng, Gei' Bintang, Kembang Malathe, Kerraban Sape, Lindri, Jamuran, Grimis-Grimis, Pa’ Kopa’ Eling, Tondu Mojang, dan Rek Ayo Rek adalah terkenal yang berasal dari Jawa Timur.

  • Cianjuran, Bubuy Bulan, Sapu Nyere Pegat Simpay, Manuk Dadali, Ole-Ole Bandung, Warung Pojok, Es Lilin, Sabilulungan, Cing Cangkeling merupakan lagu daerah terkenal yang berasal dari Jawa Barat.

  • Dondong Opo Salak, Ilir Ilir, Gundul-gundul Pacul, Padhang Wulan, Turi-turi Putih, Sluku-sluku Bathok, Suwe Ora Jamu, Gambang Suling, merupakan lagu daerah terkenal yang berasal dari Jawa Tengah.

Bahasa dan Aksara Jawa

Ilustrasi Budaya Suku Jawa . Unsplash.com

Budaya suku Jawa menggunakan bahasa Jawa untuk berkomunikasi dengan sesama masyarakat Jawa di kehidupan sehari-hari. Setiap daerah tentunya memiliki dialek bahasa Jawa yang berbeda-beda. Terdapat beragam sebutan bahasa yang berbeda dari setiap daerah.

Misalnya, masyarakat dari Cilacap, Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara menggunakan bahasa Jawa Ngapak. Bahasa Jawa dari kawasan Jawa Timur juga dialek berbeda dengan bahasa Jawa Ngapak, maupun bahasa Jawa Yogyakarta.

Meskipun pada semua kata tidak terjadi, biasanya bahasa Jawa Ngapak membaca vokal akhir 'a' dengan bunyi 'a'. Sedangkan, untuk bahasa Jawa selain Ngapak membaca vokal akhir 'a' dengan 'o'.

Demikian penjelasan tentang mengenal budaya suku Jawa yang sangat unik dan istimewa. (APR)

Baca Juga: Mengenal Tanah Toa, Tempat Tinggal Suku Kajang Ammatoa dan Kearifan Lokalnya