Mitos Kali Pemali, Sungai yang Disakralkan Masyarakat Brebes

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mitos merupakan cerita turun-temurun yang biasanya menyebar di masyarakat baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. Umumnya mitos bersifat sakral, seperti halnya mitos Kali Pemali yang dianggap keramat serta angker.
Terdapat banyak hal yang melatari penyebaran mitos. Mitos pun memiliki banyak variasi, mulai dari menceritakan tentang keberadaan dewa-dewi, makhluk mitologis serta asal-usul terbentuknya suatu tempat.
Mengutip dari Jurnal SMART: Relevansi Mitos Kali Pemali dengan Etika Lingkungan Islam, Leni Andriati (2019:283), kisah yang melatari Kali Pemali tidak bisa dilepaskan dari Kabupaten Brebes. Diceritakan jika pada zaman dahulu, sungai Baribis ini dianggap sebagai tempat sakral oleh masyarakat.
Mitos Kali Pemali Berdasarkan Tradisi Lisan Masyarakat
Bermula dari kepercayaan masyarakat bahwa dahulu ketika peperangan terjadi, orang-orang yang menyeberangi sungai Baribis akan berakhir dengan mengalami kekalahan.
Orang-orang kemudian menjadikan cerita itu sebagai sebuah peringatan agar tidak menyeberangi sungai hingga lambat laun sungai tersebut lebih dikenal dengan nama Pemali atau Cipamali.
Terdapat juga mitos lain yang memiliki siratan peringatan yang sama. Dipercayai jika Kali Pemali dihuni siluman buaya putih yang dapat berubah menyerupai manusia.
Diceritakan bahwa jika eseorang melihat siluman buaya putih ini muncul ke permukaan dan mencoba untuk mengikutinya maka sosok itu seketika akan menghilang.
Selain siluman buaya putih, beredar juga cerita mengenai Lembudana-Lembudini, siluman yang dipercayai memiliki rupa setengah ular namun berkepala kerbau. Terkait dengan mitos ini, masyarakat setempat juga menyebutnya dengan nama lain, yaitu Ratu Nagamaesa.
Sebagai sungai yang dipercayai menjadi tempat tinggal makhluk ghaib, Ratu Nagamaesa dikisahkan sebagai penguasa Kali Pemali dan memiliki istananya sendiri di daerah tersebut.
Terdapat dua tempat yang diperdebatkan sebagai lokasi istana sang ratu, yaitu, di jembatan utama antara kali dengan rel kereta api dan di perbatasan antara desa Tengki dengan desa Dumeling.
Baca juga: Mitos Baju Hijau di Pangandaran yang Masih Dipercaya hingga Kini
Demikian cerita asal-usul nama serta mitos Kali Pemali yang telah diceritakan dan diturunkan dari generasi ke generasi di Kabupaten Brebes. (RF)
