Konten dari Pengguna

Omakase Adalah Cara Unik Menikmati Makanan Jepang, Ini Pengertian dan Etiketnya

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Omakase adalah salah satu cara menikmati makanan Jepang. Foto hanyalah ilustrasi. Sumber: Unsplash/Thomas Marban
zoom-in-whitePerbesar
Omakase adalah salah satu cara menikmati makanan Jepang. Foto hanyalah ilustrasi. Sumber: Unsplash/Thomas Marban

Omakase adalah cara unik menikmati makanan Jepang di mana chef memiliki kendali penuh atas hidangan yang disajikan. Konsep ini menggambarkan kepercayaan penuh pada keahlian chef dalam memilih bahan musiman terbaik dan menyajikannya dengan cara yang artistik.

Pengalaman omakase tidak hanya tentang rasa, tetapi juga tentang menghargai seni kuliner dan tradisi Jepang. Untuk itu, mengerti konsep omakase secara mendalam dan tahu etiket yang perlu diperhatikan saat menyantapnya akan sangat penting.

Omakase adalah Tradisi Menikmati Makanan Jepang yang Elegan

Omakase adalah saya serahkan pada Anda. Foto hanyalah ilustrasi. Sumber: Unsplash/Lucas Law

Menurut penjelasan yang ada di situs Michelin Guide, guide.michelin.com, arti harfiah omakase adalah "saya serahkan kepada Anda". Omakase sering dianggap sebagai pasangan spiritual dari kaiseki, hidangan multi-menu yang fokus pada bahan musiman dan kualitasnya. Bedanya, kaiseki punya urutan tetap, sementara omakase fleksibel dan chef bisa membuat keputusan menu saat itu juga.

Tidak ada yang lebih mewah dan sedikit “menakutkan” daripada pengalaman makan formal seperti omakase. Dalam tradisi makan ala Jepang ini, tamu menyerahkan sepenuhnya kepada chef untuk menyajikan makanan yang musiman, elegan, artistik, dan menggunakan bahan terbaik yang tersedia.

Trevor Corson dalam bukunya The Story of Sushi menggambarkan omakase sebagai konsep cerdas yang memungkinkan tamu untuk menikmati sushi secara lebih personal. Di Jepang, sushi bar memang biasanya tidak punya menu, dan penggemar sushi jarang memesan dari menu.

Karena tanpa menu dan sering kali harganya lebih mahal itulah, banyak orang merasa gugup mencoba pengalaman ini. Tidak jarang terdengar cerita tentang tamu yang menghabiskan biaya besar tanpa sengaja. Inilah yang disebut sisi “menakutkan” dari omakase.

Etiket Menyantap Omakase

Omakase adalah pengalaman makan yang unik. Foto hanyalah ilustrasi. Sumber: Unsplash/Mahmoud Fawzy

Omakase adalah pengalaman makan yang unik dan penuh keistimewaan, di mana pelanggan mempercayakan sepenuhnya kepada chef untuk memilih dan menyajikan hidangan. Untuk menikmati pengalaman ini secara maksimal, ada beberapa etiket yang perlu diperhatikan.

  1. Makan apa pun yang disajikan oleh chef, tanpa modifkasi, karena ini merupakan bentuk penghormatan terhadap keterampilan sang chef.

  2. Segera santap hidangan begitu selesai disiapkan, demi menjaga tekstur dan rasanya.

  3. Minimalkan penggunaan wasabi dan kecap asin, karena chef sudah meracik bumbu dengan khas. Dengan tanpa menggunakan perasa tambahan, penikmat hidangan dianggap menghormati keterampilan sang chef.

  4. Jaga etika duduk dan interaksi dengan chef. Sangat disarankan untuk selalu fokus terhadap aktivitas chef yang sedang menyiapkan hidangan.

  5. Ucapkan terima kasih pada chef setelah sesi makan selesai.

Baca juga: 7 Makanan Jepang yang Unik dan Lezat

Omakase adalah cara menikmati kuliner Jepang yang unik dan penuh dengan kejutan. Dengan memahami pengertian dan etiketnya, pengalaman menikmati hidangan omakase akan terasa lebih istimewa dan memuaskan. (CR)