Konten dari Pengguna

Pantai Sawarna, Pantai di Banten dengan Formasi Batuan yang Unik

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pantai Sawarna (Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya) Sumber: unsplash.com/ Atik Sulianami
zoom-in-whitePerbesar
Pantai Sawarna (Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya) Sumber: unsplash.com/ Atik Sulianami

Pantai Sawarna adalah salah satu pantai di Lebak yang cukup unik. Hal ini disebabkan karena memiliki formasi batu di area bibir pantai dengan bentuk yang berbeda dengan pantai pada umumnya.

Kawasan pantai tersebut berada dalam wilayah Desa Wisata Sawarna yang menjadi pusat pariwisata daerah. Adapun biaya masuk pantainya amat terjangkau sehingga dapat dijangkau oleh semua kalangan.

Pantai Sawarna: Lokasi, Harga Tiket dan Daya Tariknya

Pantai Sawarna (Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya) Sumber: unsplash.com/ Fahrul Razi

Mengutip dari Instagram @sawarna_beach, Pantai Sawarna berada di Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Jawa Barat 42393.

Setiap pengunjung yang datang ke pantai ini dikenakan harga tiket masuk hanya sebesar Rp5.000 per orang. Dana tersebut akan digunakan untuk mengelola dan memelihara tempat wisata.

Sedangkan untuk biaya parkir tergolong cukup mahal, untuk mobil sekitar Rp25.000 per unit dan untuk motor Rp5.000. Adapun daya tarik pantai ini adalah sebagai berikut.

1. Surfing

Pantai ini langsung menghadap ke Samudera Hindia yang memiliki gelombang ombak cukup tinggi dan kuat. Para pengunjung banyak yang memanfaatkannya untuk olahraga surfing.

Pengunjung yang ingin surfing bisa membawa papan selancar sendiri karena di area pantai belum ada persewaan peralatan untuk olahraga ini.

2. Sejarah Penamaan Pantai

Sejarah penamaan pantai ini juga sangat menarik, dulu pada tahun 1907, seorang berkebangsaan Belanda bernama Jean Louis berencana mendirikan perkebunan kelapa dari lahan hutan belantara Tanjung Layar, Ciantir seluas 54 hektare.

Jean kemudian meminta penduduk dipekerjakan untuk membangun proyek itu. Karena jumlah pekerjanya sangat banyak, maka terbentuk perkampungan yang dinamakan Sawarna yang asalnya dari kata "Sorana" dalam bahasa Sunda yang berarti suaranya.

Karena pantai ini dekat dengan perkampungan tersebut, maka diberilah nama Sawarna sesuai dengan nama daerahnya.

3. Formasi Batu Unik

Pantai ini didominasi bebatuan karang yang agak tinggi di pinggir pantainya, setelah area pasir, mendekat ke arah lautan akan ditemukan formasi batuan unik yang dilalui oleh gelombang lautan.

Karena bebatuannya agak tinggi, maka saat ombak datang ke bibir pantai, air laut akan mengalir dari batuan dan turun ke pasir menyerupai air terjun mini. Pemandangan seperti ini tidak pernah dijumpai di pantai lain selain Sawarna.

Baca juga: Pantai Krui: Destinasi Wisata Lampung dengan Ombak Menantang

Pantai Sawarna memiliki keunikan tersendiri dan daya tarik yang membuatnya diminati pengunjung. Penyuka surfing bisa datang ke sini untuk memuaskan hasrat selancarnya. (IMA)