Konten dari Pengguna

Qixi Festival 2025, Perayaan Hari Valentine Tiongkok di Singapura

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Qixi Festival 2025, foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya: Unsplash/Norbert Braun
zoom-in-whitePerbesar
Qixi Festival 2025, foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya: Unsplash/Norbert Braun

Qixi Festival 2025 adalah perayaan Hari Valentine Tiongkok yang diadakan di Singapura. Festival ini jadi salah satu yang dinantikan oleh banyak orang, karena menghadirkan berbagai keseruan yang bisa dinikmati.

Dikutip dari situs qixifest.com, Qixi Festival dirayakan pada hari ketujuh bulan ketujuh kalender lunar. Festival ini memperingati kisah legenda romantis antara seorang gadis penenun, Zhinü, dengan gembala sapi, Niúlang, yang dipisahkan dan hanya bisa bertemu setahun sekali melalui jembatan di atas Bima Sakti.

Jadwal dan Lokasi Qixi Festival 2025

instagram embed

Tidak hanya dirayakan di Tiongkok, Qixi Festival juga dirayakan di Singapura. Berdasarkan informasi dari Instagram @qixifest, acara grand finale dari Qixi Festival 2025 akan diadakan pada 30 Agustus hingga 7 September 2025 di Kreta Ayer Square.

Festival Qixi telah diadakan di Singapura sejak abad ke-19. Festival ini dibentuk atas inisiatif dari para wanita yang membentuk perkumpulan dan dikenal dengan nama Seven Sisters Associations (Asosiasi Tujuh Saudari) atau Milky Way Associations (Asosiasi Bima Sakti).

Festival yang juga dikenal dengan nama “Wish Upon the Stars Festival” ini berakar dari sejarah Dinasti Han. Meski begitu, perayaan ini diperkenalkan di Singapura dan menjadi tempat untuk menghidupkan kembali budaya serta mencurahkan kreativitas.

Qixi Festival dikenal sebagai Chinese Valentine’s Day atau Hari Valentine Tiongkok. Hal ini sesuai dengan legenda dari gadis penenun dari langit bernama Zhinü, dan gembala sapi yang bernama Niúlang. Kisah cinta keduanya dilarang oleh dewa dan mereka dipisahkan oleh Sungai Perak atau yang dikenal dengan Bima Sakti.

Meski terpisah, mereka bisa kembali bertemu setahun sekali, yakni pada hari ketujuh bulan ketujuh dari kalender lunar. Pada saat itu, akan ada jembatan yang terbentuk di antara bintang-bintang dan membuat mereka bisa bertemu satu sama lain, sesuai informasi dari situs wongschinesebarry.com.

Berkat legenda tersebut, maka terciptalah Qixi Festival. Festival ini menjadi momen untuk memperingati legenda tersebut, bahkan tidak hanya dirayakan di Tiongkok, tetapi juga di negara lain, termasuk salah satunya Singapura.

Dikutip dari situs qixifest.com, secara tradisional Qixi Festival menjadi tempat bagi perempuan untuk menunjukkan keahlian seni yang dimiliki serta merayakan ikatan persaudaraan. Seiring waktu, Qixi Festival hadir dengan berbagai rangkaian acara menarik.

Mulai dari workshop, permainan, hingga berbagai pertunjukan menarik bisa dijumpai di Qixi Festival. Berbagai kegiatan seru seperti workshop kaligrafi, acara minum teh ala Tiongkok, hingga workshop membordir tersedia di Qixi Festival untuk diikuti para peserta.

Tidak hanya itu, Qixi Festival juga menghadirkan tur menjelajah ke sejumlah situs bersejarah yang menarik untuk diikuti. Melalui tur ini para peserta bisa mengenal kehidupan serta warisan yang ditinggalkan dari situs bersejarah tersebut.

Baca juga: Indonesia Shopping Festival 2025 Segera Digelar, Berikut Detailnya

Menghadirkan beragam daya tarik, membuat Qixi Festival 2025 bisa disambangi ketika berada di Singapura. Berbagai kegiatan seru yang ada bisa diikuti untuk menyemarakkan Qixi Festival sebagai festival budaya ini. (PRI)