Konten dari Pengguna

Sejarah GOR Kridosono Yogyakarta yang Menarik untuk Disimak

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah GOR Kridosono. Foto hanya ilustrasi bukan tempat sebenarnya. Sumber: Pixabay/cripi
zoom-in-whitePerbesar
Sejarah GOR Kridosono. Foto hanya ilustrasi bukan tempat sebenarnya. Sumber: Pixabay/cripi

Sejarah GOR Kridosono Yogyakarta menjadi cerita yang sangat menarik untuk disimak. Sebab, kawasan ini memang menjadi salah satu saksi bisu akan Yogyakarta pada masa penjajahan Belanda.

Kawasan Kridosono juga masih berada di lingkup Malioboro, termasuk salah satu cagar budaya Kotabaru. Tidak hanya GOR, Kridosono juga sangat terkenal dengan stadionnya yang begitu luas.

Sejarah Kridosono Yogyakarta, Sering Dipakai untuk Konser Musik

Sejarah GOR Kridosono. Foto hanya ilustrasi bukan tempat sebenarnya. Sumber: Pixabay/S_Donald

Yogyakarta sangat terkenal dengan budaya dan sejarahnya. Ada banyak sekali bangunan bersejarah yang menjadi saksi bisu atas perkembangan Kota Jogja dari era penjajahan Belanda, salah satunya adalah kawasan Kridosono.

Luasnya Stadion Kridosono menjadikan tempat ini pilihan untuk berbagai konser musik dan event festival, baik skala nasional hingga internasional. Beberapa band seperti Dream Theatre, Sepultura, dan Megadeth pernah mengguncang stadion ini.

Tidak hanya itu, kawasan ini juga sering digunakan untuk acara kampanye terbuka, mulai dari pemilihan umum sampai kampanye besar pemilihan presiden. Kawasan Gedung Olahraga (GOR) Kridosono yang menyatu dengan stadion utama juga menjadi venue untuk berbagai turnamen, mulai dari basket hingga kompetisi renang.

Stadion Kridosono pertama kali bernama Stadion Bijleveld, dibangun oleh Kesultanan Yogyakarta dengan sumber dana dari Keraton. Pembangunan stadion dimulai pada medio 1937, dan rampung pada Januari tahun 1938.

Tujuan dari pembangunan stadion ini adalah sarana olahraga masyarakat Eropa pada masa kolonial. Setelah masa kolonial, nama stadion selanjutnya berubah menjadi Stadion Kridosono.

Beralih Fungsi Menjadi Area Terbuka Hijau

Sejarah GOR Kridosono. Foto hanya ilustrasi bukan tempat sebenarnya. Sumber: Pixabay/AhmadArdity

Sekarang ini, Stadion Kridosono masih berada di atas lahan milik Keraton. Namun, pengelolaannya berada di bawah operasional Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtamarta. Belum lama, pemerintah Yogyakarta memutuskan untuk mengubah kawasan cagar budaya ini menjadi area terbuka hijau.

Seiring dengan keputusan tersebut, kepemilikan aset stadion dan GOR Kridosono akhirnya diserahkan kembali dari PDAM Tirtamarta kepada Keraton Yogya, seperti dikutip dari laman https://warta.jogjakota.go.id/. Pemerintah setempat berharap, kawasan tersebut dapat mengurai kepadatan wisatawan di kawasan Malioboro.

Baca juga: Kids Fun Park Jogja, Wisata Terbaik untuk Keluarga yang Bisa Dicoba

Sejarah GOR Kridosono tidak lepas dari manfaatnya sebagai fasilitas penunjang di era penjajahan. Tidak hanya itu, kawasan tersebut juga menjadi tempat digelarnya konser musisi papan atas hingga kampanye terbuka. (YD)