Suku Mante Aceh, Manusia Kerdil yang Tinggal di Pedalaman

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Suku Mante Aceh merupakan salah satu suku yang dipercaya mendiami kawasan pedalaman di Provinsi Aceh. Ada banyak cerita mengenai suku ini termasuk tentang postur tubuh serta keberadaan mereka saat ini.
Meskipun ada banyak catatan mengenai suku ini, sebenarnya sampai saat ini belum ada yang pernah secara langsung bertemu dengan Suku Mante. Tak heran, banyak orang yang merasa penasaran mengenai seperti apa kehidupan suku ini.
Suku Mante Aceh: Sejarah, Ciri-Ciri dan Keberadaannya Saat Ini
Menurut laman resmi pemerintah Provinsi Aceh di acehprov.go.id, Aceh merupakan salah satu provinsi dengan status daerah istimewa di Indonesia. Aceh beribukota di Banda Aceh dan dikenal dengan kekayaan budaya maupun sukunya.
Salah satu suku yang dipercaya mendiami kawasan Aceh adalah Suku Mante. Seperti apa fakta mengenai Suku Mante Aceh ini? Simak penjelasannya berikut ini!
1. Sejarah Suku Mante
Suku Mante diyakini sebagai salah satu kelompok manusia tertua di Aceh yang telah hidup sejak ribuan tahun lalu. Sejarawan menyebut keberadaannya telah ada jauh sebelum Islam masuk ke Nusantara, bahkan diperkirakan sejak 3000 tahun sebelum Masehi.
Catatan Snouck Hurgronje dalam De Atjehers menyebut suku ini termasuk ke dalam kelompok Melayu Proto, yang menjadi cikal bakal etnis Aceh.
Menurut tradisi lisan, asal-usulnya berawal dari Rumah 12 di Aceh Besar, lalu menyebar ke berbagai wilayah karena terdesak oleh pendatang beragama Hindu, Buddha, dan Islam.
Pada masa kerajaan, suku ini bahkan pernah dibawa untuk diajak memeluk Islam, namun menolak tanpa adanya paksaan dari penguasa. Hingga kini, Suku Mante masih dianggap sebagai bagian penting dari sejarah masyarakat Aceh.
2. Ciri-Ciri Fisik dan Kehidupan Suku Mante
Ciri paling menonjol dari Suku Mante adalah tubuh kerdil dengan tinggi rata-rata sekitar 60 cm hingga 1 meter. Posturnya sedikit bungkuk, berkulit sawo matang, serta berambut lurus. Dengan tubuh kecil dan lincah, mereka mampu berlari cepat di hutan, sehingga sulit didekati manusia lain.
Suku ini menjalani kehidupan nomaden, berpindah dari satu tempat ke tempat lain demi mencari sumber air dan lahan subur. Kehidupan mereka masih bersifat primitif dan sangat terisolasi, sehingga tidak banyak yang mengetahui pola aktivitas sehari-hari mereka.
3. Fakta tentang Keberadaan Suku Mante
Keberadaan Suku Mante hingga kini masih diselimuti misteri. Kesaksian masyarakat menyebutkan mereka pernah terlihat di kawasan pedalaman Aceh Besar, Pidie, Aceh Timur, hingga dataran tinggi Gayo.
Kelompok ini cenderung menghindari kontak dengan orang luar sehingga tetap murni tanpa campuran etnis lain. Ada dugaan hubungan etnologi dengan suku Bangsa Mantera di Malaka, bahkan dengan bangsa Funisia dan Dravida.
Walaupun belum terkonfirmasi secara ilmiah, masyarakat Aceh masih mempercayai eksistensinya. Oleh karena itu, Suku Mante dipandang sebagai bagian penting dari kekayaan budaya dan sejarah Aceh yang layak untuk dilindungi.
Baca Juga: 3 Makanan Khas Suku Dani serta Tradisi Memasak Suku Ini
Suku Mante Aceh merupakan bagian penting dari sejarah masyarakat Aceh. Meski belum ada bukti ilmiah mengenai keberadaannya, namun suku ini tetaplah menjadi bagian penting dari kekayaan budaya Nusantara. (DS)
