Konten dari Pengguna

Sumber Mata Air di Gunung Slamet via Blambangan, Informasi untuk Pendaki

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber Mata Air di Gunung Slamet via Blambangan. Foto hanya ilustrasi bukan tempat sebenarnya. Sumber: Pixabay/klaus_schrodt
zoom-in-whitePerbesar
Sumber Mata Air di Gunung Slamet via Blambangan. Foto hanya ilustrasi bukan tempat sebenarnya. Sumber: Pixabay/klaus_schrodt

Mengetahui medan gunung secara mendetail menjadi hal yang tidak boleh diabaikan oleh pendaki. Termasuk sumber mata air di Gunung Slamet via Blambangan, karena menjadi tempat untuk pendaki mengisi kembali persediaan air minum sebelum ke puncak.

Melalui informasi tersebut, pendaki bisa memperkirakan kebutuhan air minum yang harus dibawa. Dengan begitu, aktivitas mendaki Gunung Slamet menjadi lebih lancar.

Sumber Mata Air di Gunung Slamet via Blambangan yang Penting untuk Diketahui Pendaki

Sumber Mata Air di Gunung Slamet via Blambangan. Foto hanya ilustrasi bukan tempat sebenarnya. Sumber: Pixabay/99mimimi

Dikutip dari laman https://eventdaerah.kemenparekraf.go.id/, Gunung Slamet termasuk dalam salah satu gunung paling tinggi yang ada di Pulau Jawa. Ketinggian gunung ini mencapai 3.432 mdpl dengan suhu sampai dengan 10 derajat Celsius.

Gunung ini memiliki beberapa jalur pendakian, salah satu yang cukup populer adalah via Blambangan di Purbalingga. Panjang jalur pendakian ini adalah sekitar 7 km dengan waktu tempuh naik antara 8 sampai 12 jam dan turun sekitar 5 sampai 7 jam.

Pendaki akan melalui sekitar 9 pos utama hingga sampai di puncak paling tinggi. Jalur untuk rute ini cenderung landai dengan vegetasi hutan tropis. Mulai dari pos 3, jalur tanjakan akan lebih tajam, berbatu, dan semakin menantang.

Selain kondisi jalur pendakian, sumber mata air di Gunung Slamet via Blambangan juga menjadi informasi yang wajib diketahui pendaki. Terdapat sumber mata air di pos 5 atau Pos Samyang Rangkah, tapi ketersediaannya tidak menentu.

Sebab, sumber mata air tersebut bisa mengering, terutama saat musim kemarau tiba. Ini artinya, pendaki perlu membawa bekal air yang cukup sejak awal mendaki atau memastikan tersedia atau tidaknya air sebelum memulai pendakian.

Bagi pendaki yang berencana mendaki Gunung Slamet, musim kemarau tentu menjadi musim yang lebih direkomendasikan. Namun, pastikan untuk membawa persediaan air yang cukup atau memilih jalur pendakian lain selain Blambangan.

Sementara pada musim penghujan, ketersediaan air di pos 5 akan sangat berlimpah, sehingga aman untuk pendaki dari jalur Blambangan. Meski begitu, tetap waspada dengan cuaca ekstrem yang berisiko hipotermia.

Baca juga: 7 Jalur Pendakian Gunung Slamet yang Resmi dan Aman, Pendaki Wajib Catat

Sumber mata air di Gunung Slamet via Blambangan tersedia hanya di pos 5. Sebagai tindakan antisipasi jika mata air tidak tersedia, pendaki bisa mempersiapkan perbekalan air minum sejak awal pendakian. (YD)