Konten dari Pengguna

Zona Pecinan Kota Lama Surabaya dan 4 Rekomendasi Aktivitas Serunya

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Zona Pecinan Kota Lama Surabaya. Foto hanya ilustrasi bukan sebenarnya. Sumber foto: Pexels/Vincent Gerbouin
zoom-in-whitePerbesar
Zona Pecinan Kota Lama Surabaya. Foto hanya ilustrasi bukan sebenarnya. Sumber foto: Pexels/Vincent Gerbouin

Zona Pecinan Kota Lama Surabaya adalah kawasan yang menawarkan suasana khas Tiongkok di wilayah Surabaya. Kawasan ini merupakan salah satu dari empat zona yang ditawarkan wisata Kota Lama . Sementara tiga zona lainnya adalah zona Eropa, Arab, dan Melayu.

Zona Pecinan bukan sekadar destinasi wisata biasa yang menawarkan arsitektur khas Tiongkok. Namun juga kawasan yang merekam sejarah panjang perkembangan Surabaya.

Dikutip dari kominfo.jatimprov.go.id, Zona Pecinan meliputi sepanjang Jalan Kya-Kya Kembang Jepun. Saat malam hari, semarak lampion saling bersinergi dengan lapak UMKM, toko-toko Tionghoa yang seragam, dan gambar-gambar mural yang jadi spot foto.

Aktivitas Seru di Zona Pecinan Kota Lama Surabaya

Zona Pecinan Kota Lama Surabaya. Foto hanya ilustrasi bukan sebenarnya. Sumber foto: Pexels/Rama Febryan

Zona Pecinan Kota lama Surabaya dengan lanskap dan ornamen khas Tiongkok menawarkan berbagai aktivitas seru yang akan membawa pengunjung menelusuri perjalanan masa lalu. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Kulineran

Salah satu yang menjadi daya tarik utama kawasan ini adalah lapak UMKM yang berdiri memadati sisi kanan-kiri jalan. Zona Pecinan bisa dinikmati kapanpun selama 24 jam. Namun jajanan UMKM hanya bisa dinikmati saat weekend, yakni Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Mulai dari makanan berat seperti nasi dan mie, anek snack seperti gohyong, pempek, dimsum, hingga wonton, dan berbagai varian es segar bisa ditemukan di street food ini.

Pengunjung bisa menyantap makanan sambil menikmati lanskap Chinatown dengan duduk di kursi-kursi yang tersedia.

2. Keliling Naik Becak

Menariknya, di kawasan ini pengunjung bisa menikmati Zona Pecinan dengan keliling naik becak berhiaskan lampu kelap-kelip. Tarif naik becak wisata dibanderol dengan harga murah, yakni Rp20.000 per becak yang bisa diisi satu hingga dua orang.

Becak Pecinan ini bisa ditemui di ujung Gang Slompretan. Rute yang akan dilalui, mulai dari Slompretan – Jalan Coklat – Jalan Karet – Jalan Kalimati Kulon – Jalan Kalimati Tengah – jalan Songoyudan – Jalan Slompretan.

3. Swafoto Instagramable

Sebelum pulang, jangan lupa mengabadikan momen di setiap sudut Zona Pecinan yang memanjakan mata. Ada banyak spot foto yang bisa memberikan hasil instagramable.

Mulai dari di tengah keramaian pengunjung, di depan stan street food, di depan pertokoan khas Tiongkok, di bawah lampion, di depan gapura, hingga di depan mural-mural cantik bergaya Chinatown.

4. Mengunjungi Kota Lama Surabaya

Sebelum pergi ke Zona Pecinan saat malam hari, Kota Lama Surabaya yang terletak tak jauh dari Pecinan bisa jadi destinasi saat pagi hari. Di kawasan Kota Lama, pengunjung bisa menilik Zona Eropa yang menawarkan bangunan khas bergaya kolonial.

Mulai dari Kantor Telkom Garuda, De Javasche Bank, Jembatan Merah Plaza, Hotel Arcadia, Pabrik Sirup Siropen, hingga Gedung Maybank. Ada banyak penganan lezat dan minuman segar lokal yang bisa dinikmati.

Baca juga: 7 Makanan Khas Surabaya, Rekomendasi Kuliner Lezat dan Menggugah Selera

Zona Pecinan Kota Lama Surabaya dengan ornamen khas Tiongkok yang semarak akan membuat pengalaman liburan semakin menyenangkan. Semoga bermanfaat. (UI)