Konten dari Pengguna

Jakarta Setelah UAS: Liburan yang Ternyata Banyak Ilmunya

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jessica Marvella Wardieka tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengalaman belajar siswa kelas X SMA Trinitas Bandung melalui kunjungan edukatif ke Bursa Efek Indonesia, Sea World, dan Dunia Fantasi (Dufan)

Kunjungan edukatif SMA Trinitas Bandung di Jakarta. Belajar sambil berwisata di Bursa Efek Indonesia dan kawasan Ancol. (Foto: Johannes Alexander Putra, S.Pd., Nicholas Malvin Cassavano, Jessica Marvella Wardieka).
zoom-in-whitePerbesar
Kunjungan edukatif SMA Trinitas Bandung di Jakarta. Belajar sambil berwisata di Bursa Efek Indonesia dan kawasan Ancol. (Foto: Johannes Alexander Putra, S.Pd., Nicholas Malvin Cassavano, Jessica Marvella Wardieka).

Setelah menyelesaikan Ujian Akhir Semester (UAS), SMA Trinitas Bandung melaksanakan kegiatan studi industri sebagai bagian dari program pembelajaran untuk menambah wawasan dan pengalaman para peserta didik. Kegiatan ini dilakukan melalui kunjungan ke beberapa institusi dan tempat edukatif yang berlokasi di Kota Jakarta, yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI), Sea World, dan Dunia Fantasi (Dufan). Studi industri ini menjadi sarana pembelajaran di luar ruang kelas yang bertujuan untuk menghubungkan materi pelajaran dengan praktik nyata, khususnya dalam memahami dunia keuangan, pengelolaan industri, serta sektor hiburan dan pariwisata. Pada 9 Desember 2025, siswa dan siswi kelas X SMA Trinitas Bandung memulai perjalanan dari Bandung menuju Jakarta. Setelah menempuh perjalanan sekitar 152 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 4 jam menggunakan bus, kami akhirnya tiba di ibu kota. Perjalanan panjang tersebut terasa melelahkan, namun justru menjadi bagian dari pengalaman yang mempererat kebersamaan sekaligus mengawali rangkaian pembelajaran di luar kelas. Bagi kami, kegiatan ini terasa seperti liburan singkat setelah melewati masa ujian yang cukup padat. Namun, seiring berjalannya kegiatan, kami menyadari bahwa perjalanan ini bukan sekadar jalan-jalan. Setiap tempat yang dikunjungi menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda, membuat kami melihat kembali pelajaran di kelas dari sudut pandang yang lebih nyata dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Bursa Efek Indonesia: Mengenal Dunia Keuangan Secara Langsung

Bursa Efek Indonesia menjadi ruang belajar langsung untuk memahami dunia keuangan dan pasar modal. (Foto: Jessica Marvella Wardieka).

Destinasi pertama yang kami kunjungi adalah Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berlokasi di Gedung IDX Tower, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. Begitu memasuki kawasan ini, suasana formal dan profesional langsung terasa, sangat berbeda dengan suasana sekolah yang biasa kami temui sehari-hari. Di BEI, kami mendapatkan penjelasan mengenai peran pasar modal dalam perekonomian nasional. Dari sudut pandang mata pelajaran Ekonomi, kami memahami bagaimana perusahaan memperoleh modal, bagaimana investor menanamkan dana, serta bagaimana aktivitas pasar modal dapat memengaruhi kondisi ekonomi suatu negara. Kunjungan ini membuka wawasan kami bahwa materi ekonomi yang dipelajari di kelas tidak hanya sebatas teori, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan nyata. Pelajaran Matematika pun terasa lebih bermakna saat kami diperkenalkan dengan data saham, grafik pergerakan indeks, serta perhitungan persentase keuntungan dan kerugian. Angka-angka yang sebelumnya hanya kami temui di buku latihan kini memiliki konteks yang jelas. Kami menyadari bahwa kemampuan membaca data dan mengolah angka sangat penting dalam dunia keuangan. Melalui kunjungan ke BEI, kami belajar bahwa dunia keuangan menuntut ketelitian, logika, dan rasa tanggung jawab yang tinggi. Setiap keputusan memiliki risiko, sehingga perlu dipertimbangkan dengan matang sebelum diambil.

Menuju Ancol: Transisi dari Finansial ke Industri Hiburan Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan di kawasan Sudirman, perjalanan kami dilanjutkan menuju Ancol, Jakarta Utara. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu pusat wisata dan hiburan terbesar di Jakarta. Perpindahan lokasi ini memberikan gambaran yang jelas mengenai perbedaan fungsi wilayah di Jakarta, dari pusat bisnis hingga kawasan pariwisata. Kunjungan ke Ancol menjadi kesempatan bagi kami untuk melihat langsung bagaimana sektor hiburan dan pariwisata dikelola secara profesional, sekaligus memahami keterkaitannya dengan berbagai mata pelajaran yang kami pelajari di sekolah.

Sea World: Belajar Laut dari Dekat

Sea World Ancol sebagai sarana pembelajaran tentang ekosistem dan kehidupan bawah laut. (Foto: Jessica Marvella Wardieka).

Setibanya di kawasan Ancol, destinasi pertama yang kami kunjungi adalah Sea World Ancol. Tempat ini menampilkan berbagai jenis biota laut, baik dari perairan Indonesia maupun mancanegara. Melalui kunjungan ini, kami diajak mengenal kehidupan bawah laut secara lebih dekat, tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran. Dari sudut pandang Geografi, Sea World membantu kami memahami kondisi Indonesia sebagai negara kepulauan. Kami mempelajari berbagai ekosistem laut, seperti terumbu karang, laut dangkal, dan laut dalam, serta kaitannya dengan kondisi geografis dan iklim. Informasi ini membuat kami semakin memahami besarnya potensi laut Indonesia sekaligus pentingnya menjaga kelestariannya. Pelajaran Fisika juga dapat kami temukan melalui pengamatan akuarium raksasa. Tekanan air, pergerakan gelombang, dan pencahayaan di dalam akuarium menjadi contoh nyata penerapan konsep fisika. Kami menyadari bahwa pengelolaan akuarium berskala besar memerlukan perhitungan yang matang agar tetap aman bagi biota laut maupun pengunjung. Dari sisi Ekonomi, Sea World menunjukkan bahwa sektor pariwisata berbasis edukasi dapat memberikan manfaat ganda, yaitu sebagai sarana pembelajaran dan konservasi sekaligus sebagai sumber pendapatan. Hal ini menunjukkan bahwa pariwisata dapat dikembangkan tanpa mengabaikan nilai edukasi dan lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem laut.

Dunia Fantasi: Seru Bermain, Tetap Belajar

Dunia Fantasi (Dufan) sebagai destinasi hiburan yang memadukan permainan dan pembelajaran. (Foto: Jessica Marvella Wardieka).

Di kawasan Ancol, kami juga mengunjungi Dunia Fantasi (Dufan). Tempat ini menjadi salah satu destinasi yang paling ditunggu karena menawarkan berbagai wahana permainan yang seru dan menantang. Suasana ramai, antrean panjang, serta suara tawa dan teriakan pengunjung menambah kesan tersendiri selama kunjungan. Kami mencoba beberapa wahana, mulai dari yang berkecepatan tinggi hingga wahana dengan putaran dan perubahan arah yang tiba-tiba. Saat menaikinya, kami merasakan langsung konsep-konsep fisika seperti gaya, percepatan, energi kinetik, dan gaya sentrifugal. Pengalaman ini membuat kami lebih mudah memahami materi Fisika karena tidak hanya dipelajari melalui rumus, tetapi juga dirasakan secara langsung. Selain keseruannya, pengelolaan wahana di Dufan juga menunjukkan pentingnya aspek keselamatan. Setiap permainan memiliki standar keamanan, seperti sabuk pengaman dan batas tinggi badan. Hal ini membuktikan bahwa di balik wahana yang menyenangkan, terdapat perencanaan teknis dan perhitungan yang matang. Dari sudut pandang Geografi, penataan kawasan Dufan sebagai wilayah pesisir juga menarik untuk diamati. Letaknya yang dekat dengan laut menuntut pengelolaan lingkungan dan tata ruang yang baik agar tetap aman dan nyaman bagi pengunjung. Melalui kunjungan ke Dufan, kami menyadari bahwa bermain dan belajar dapat berjalan beriringan. Wahana permainan tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media pembelajaran yang menyenangkan dan mudah diingat

Bahasa Indonesia: Merangkai Pengalaman Menjadi Cerita

Seluruh rangkaian kegiatan ini juga melatih kemampuan kami dalam Bahasa Indonesia, khususnya dalam menyusun laporan dan tulisan reflektif. Kami belajar menyampaikan pengalaman, pengetahuan, dan kesan secara runtut dan jelas. Kemampuan berbahasa menjadi sarana penting untuk mengomunikasikan hasil pembelajaran kepada orang lain.

Study Industri SMA Trinitas 2025: Belajar seru di BEI, Seaworld, dan Dufan. (Foto: Nicholas Malvin Cassavano, Jessica Marvella Wardieka).

Studi industri kelas X tahun 2025 SMA Trinitas menjadi pengalaman berharga yang menggabungkan proses pembelajaran akademik dengan kegiatan perjalanan edukatif di luar lingkungan sekolah. Kesan: dari studi industri ini kami belajar bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya diperoleh melalui pembelajaran di dalam ruang kelas, tetapi juga dapat dipahami secara lebih mendalam melalui pengalaman langsung di lapangan, pengamatan nyata, serta interaksi dengan lingkungan dan dunia kerja yang sesungguhnya. Perasaan positif kami saat mengikuti studi industri ini: senang, antusias, dan termotivasi untuk terus belajar serta memperluas wawasan, karena kegiatan ini memberikan pemahaman baru mengenai keterkaitan antara teori yang dipelajari di sekolah dengan penerapannya dalam kehidupan nyata. Kami berharap kegiatan studi industri seperti ini dapat terus dilaksanakan agar peserta didik memiliki pemahaman yang lebih utuh mengenai penerapan ilmu pengetahuan dalam kehidupan nyata.

Oleh:

- Chievo Arvelino X-2/03

- Jessica Marvella Wardieka X-2/12

- Rachel Eunike Handoko X-2/22