Jakarta Setelah UAS: Liburan yang Ternyata Banyak Ilmunya

Jessica Marvella Wardieka, Bandung 2010, siswi dari SMA Trinitas Bandung, menulis bukan penulis, sehari-hari bergulat dengan deadline.
·waktu baca 8 menit
Tulisan dari Jessica Marvella Wardieka tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pengalaman belajar siswa kelas X SMA Trinitas Bandung melalui kunjungan edukatif ke Bursa Efek Indonesia, Sea World, dan Dunia Fantasi (Dufan)

Selasa, 9 Desember 2025
Bus itu melaju pelan meninggalkan Bandung saat langit masih gelap. Lampu jalan menyala temaram, memantul di kaca jendela yang berembun. Beberapa siswa bersandar di kursi, sebagian lain tertawa kecil, sementara sisanya sibuk memutar lagu favorit melalui earphone masing-masing. Setelah berminggu-minggu berkutat dengan angka ujian dan halaman buku, kami tidak sedang mengejar nilai hari itu, kami sedang mengejar pengalaman. Pagi itu terasa berbeda, bukan lagi tentang angka dan rumus di papan tulis, melainkan tentang perjalanan menuju Jakarta.
Perjalanan ini merupakan bagian dari kegiatan Studi Industri kelas X SMA Trinitas Bandung tahun 2025. Meski sering dianggap sebagai liburan setelah UAS, kegiatan ini sejatinya dirancang sebagai pembelajaran di luar kelas. Jakarta menjadi ruang belajar terbuka, tempat teori yang selama ini dipelajari di sekolah bertemu langsung dengan kenyataan.
Di dalam bus, suasana terasa hangat. Ada yang berbagi camilan, ada yang bercanda, dan ada pula yang memilih menikmati perjalanan sambil memandangi jalan. Rasa lelah setelah UAS perlahan tergantikan oleh antusiasme.
Bursa Efek Indonesia: Mengenal Dunia Keuangan Secara Langsung
Begitu kami melangkah masuk ke gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), perhatian langsung tertuju pada layar-layar besar yang menampilkan pergerakan harga saham, indeks pasar, dan data transaksi. Grafik naik turun bergerak tanpa henti, sementara deretan angka terus berubah setiap detik. Beberapa dari kami terdiam, menyadari bahwa di ruangan inilah aktivitas ekonomi Indonesia bergerak secara nyata.
Melihat grafik yang bergerak tanpa henti, kami baru sadar bahwa ekonomi bukan sekadar tabel di buku. Dari situlah kami memahami bahwa BEI bukan sekadar bangunan perkantoran, melainkan lembaga resmi yang menyediakan fasilitas perdagangan pasar modal di Indonesia. BEI berperan sebagai penyelenggara sistem dan sarana perdagangan efek agar kegiatan jual beli saham dapat berlangsung secara teratur, wajar, dan efisien. Dalam sistem ekonomi ini, perusahaan berperan sebagai pelaku ekonomi yang membutuhkan modal untuk mengembangkan usaha, sementara investor menjadi pelaku ekonomi yang menanamkan dana dengan harapan memperoleh keuntungan.
Kami juga diperkenalkan pada berbagai fasilitas perdagangan pasar modal yang disediakan BEI sebagai bagian dari sistem ekonomi, seperti sistem perdagangan saham secara elektronik, penyampaian informasi pasar secara real-time, serta mekanisme pengawasan perdagangan. Fasilitas tersebut memastikan bahwa aktivitas ekonomi di pasar modal berjalan sesuai aturan dan dapat dipercaya oleh masyarakat, karena kepercayaan merupakan faktor penting dalam keberlangsungan kegiatan ekonomi.
Saat menyimak penjelasan tersebut, konsep Ekonomi tentang permintaan dan penawaran yang sebelumnya hanya kami temui di buku pelajaran terasa lebih nyata. Ketika permintaan terhadap suatu saham meningkat, harga saham cenderung naik. Sebaliknya, ketika penawaran lebih besar daripada permintaan, harga saham akan turun. Mekanisme pasar ini berlangsung langsung di hadapan kami melalui fasilitas perdagangan yang disediakan oleh BEI.
Dari sisi pelajaran Matematika, kegiatan ekonomi di pasar modal sangat bergantung pada perhitungan dan analisis data. Kami melihat bagaimana data disajikan dalam bentuk grafik dan tabel untuk menunjukkan pergerakan indeks harga saham dari waktu ke waktu. Grafik tersebut membantu kami memahami tren kenaikan dan penurunan harga saham.
Kami juga mempelajari penggunaan persentase untuk menghitung perubahan nilai saham, baik kenaikan maupun penurunan, serta volume transaksi untuk melihat tingkat aktivitas jual beli di pasar modal. Konsep statistika yang dipelajari di kelas terasa nyata ketika kami melihat bagaimana data dikumpulkan, diolah, dan dianalisis menggunakan nilai rata-rata, nilai tertinggi, dan nilai terendah. Selain itu, konsep perbandingan digunakan untuk membandingkan kinerja beberapa saham atau indeks dalam periode tertentu.
Perhitungan keuntungan dan kerugian menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan ekonomi. Kami memahami bahwa keuntungan diperoleh dari selisih antara harga jual dan harga beli saham, sedangkan kerugian terjadi ketika harga jual lebih rendah daripada harga beli. Perhitungan sederhana ini menunjukkan bahwa keputusan ekonomi selalu didasarkan pada analisis matematika.
Melalui kunjungan ke BEI, kami menyadari bahwa Ekonomi dan Matematika saling berkaitan erat. Sistem perdagangan pasar modal sebagai kegiatan ekonomi tidak dapat berjalan tanpa perhitungan matematika yang akurat, sementara konsep matematika menjadi bermakna ketika digunakan untuk memahami dan menganalisis aktivitas ekonomi di dunia nyata.
Menuju Ancol: Dari Dunia Finansial ke Industri Hiburan
Keluar dari gedung Bursa Efek Indonesia, suasana kembali berubah. Deretan angka, grafik, dan layar besar perlahan tergantikan oleh pemandangan jalanan Jakarta yang ramai. Di dalam bus, kami kembali berbincang, tertawa, dan membagikan kesan setelah menyaksikan langsung bagaimana sistem ekonomi bekerja. Perjalanan menuju kawasan Ancol terasa seperti perpindahan dunia, dari ruang formal yang dipenuhi angka dan perhitungan, menuju ruang terbuka yang menawarkan ketenangan dan pengalaman berbeda.
Saat memasuki kawasan Ancol, hiruk-pikuk kota perlahan mereda. Udara terasa lebih terbuka, pepohonan mulai terlihat, dan suasana pun menjadi lebih santai. Perbedaan itu terasa jelas. Jika BEI mengajak kami berpikir dan menganalisis, Ancol seakan mengajak kami bernapas sejenak, membuka mata, dan belajar melalui pengalaman yang lebih dekat dengan alam dan kehidupan sehari-hari.
Sea World: Belajar Laut dari Dekat
Dari hiruk-pikuk dunia ekonomi, perjalanan kami berlanjut ke Sea World Ancol. Begitu memasuki area akuarium, suasana berubah menjadi jauh lebih tenang. Cahaya biru lembut menyinari dinding kaca, air bergerak perlahan, dan ikan-ikan berenang tanpa suara. Di balik kaca bening itu, kehidupan laut seakan berbicara dengan caranya sendiri.
Di tempat ini, pelajaran Biologi tidak lagi sekadar teks dalam buku. Kami mengamati langsung berbagai jenis biota laut, mulai dari ikan kecil yang berenang berkelompok hingga predator laut yang bergerak anggun. Dari pengamatan tersebut, kami memahami konsep keanekaragaman hayati, rantai makanan, serta hubungan saling ketergantungan antarmakhluk hidup dalam suatu ekosistem. Setiap organisme memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan laut.
Melihat kehidupan laut dari dekat membuat kami menyadari betapa rapuhnya ekosistem ini. Kerusakan pada satu bagian, seperti pencemaran air atau penangkapan ikan berlebihan, dapat berdampak pada keseluruhan sistem. Pelajaran Biologi di Sea World tidak hanya memberi pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Dari sudut pandang Geografi, Sea World memperlihatkan gambaran nyata tentang kondisi wilayah laut Indonesia. Sebagai negara kepulauan dengan wilayah perairan yang luas, Indonesia memiliki potensi sumber daya laut yang sangat besar. Namun, potensi tersebut harus dikelola secara bijak agar tetap lestari. Di balik keindahan biota laut, tersimpan pesan tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.
Sea World bukan hanya tempat wisata, melainkan ruang refleksi. Di sana, kami belajar bahwa kehidupan laut yang tampak tenang sesungguhnya bergantung pada kepedulian manusia.
Dunia Fantasi: Seru Bermain, Tetap Belajar
Perjalanan hari itu ditutup dengan kunjungan ke Dunia Fantasi (Dufan). Setelah melalui rangkaian kegiatan belajar, Dufan menjadi ruang pelepas penat sekaligus tempat pembelajaran yang tak terduga. Tawa, teriakan, dan musik menyatu, menciptakan suasana penuh kegembiraan.
Salah satu wahana yang paling berkesan bagi kami adalah Kereta Misteri, sebuah roller coaster dengan lintasan gelap dan penuh kejutan. Kereta melaju dengan kecepatan tinggi, berhenti secara tiba-tiba, lalu bergerak mundur dengan cepat. Perubahan gerak yang mendadak itu memicu teriakan spontan dari barisan belakang, sekaligus rasa penasaran.
Di balik keseruannya, wahana ini memperlihatkan penerapan nyata pelajaran Fisika. Saat kereta melaju, kami merasakan energi kinetik yang meningkat seiring bertambahnya kecepatan. Ketika kereta berhenti di ketinggian tertentu, energi potensial bekerja sebelum kereta kembali bergerak. Perubahan kecepatan dan arah gerak menunjukkan adanya percepatan dan gaya gravitasi, serta penerapan hukum Newton dalam kehidupan nyata.
Fisika yang biasanya dipahami melalui rumus kini dapat dirasakan langsung melalui pengalaman tubuh. Sensasi terdorong, tertahan, dan melaju menjadi bukti bahwa hukum fisika tidak hanya ada di papan tulis, tetapi bekerja dalam setiap gerak di sekitar kita.
Dari sudut pandang Geografi, letak Dufan di kawasan pesisir Jakarta menunjukkan pemanfaatan wilayah pantai sebagai pusat wisata dan hiburan. Kawasan Ancol memperlihatkan bagaimana kondisi geografis suatu daerah memengaruhi perencanaan tata ruang dan aktivitas manusia. Wilayah pesisir tidak hanya berfungsi sebagai kawasan alam, tetapi juga sebagai pusat ekonomi dan rekreasi yang dikelola secara terencana.
Di Dufan, kami menyadari bahwa belajar tidak selalu harus serius dan sunyi. Terkadang, pemahaman justru muncul di tengah tawa dan teriakan.
Jakarta yang Membekas
Ketika bus kembali membawa kami pulang ke Bandung, kami sadar bahwa yang kami bawa bukan hanya pengalaman perjalanan, tetapi cara baru melihat pelajaran, bahwa angka bisa hidup, laut bisa mengajar, dan tawa pun bisa menjadi bagian dari belajar.
Perjalanan ke Jakarta ini membuktikan bahwa belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Dari layar saham di Bursa Efek Indonesia, kehidupan laut di Sea World, hingga teriakan di Dufan, setiap tempat menghadirkan pelajaran dengan caranya sendiri.
Melalui Studi Industri kelas X tahun 2025 SMA Trinitas, kami tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman yang memperluas cara pandang kami terhadap dunia nyata. Jakarta bukan sekadar tujuan perjalanan, melainkan ruang belajar yang meninggalkan kesan mendalam, tentang ilmu, tentang kehidupan, dan tentang proses memahami dunia dengan cara yang lebih nyata. Kesan dari Studi Industri ini adalah kami belajar bahwa setiap mata pelajaran saling terhubung dan dapat ditemukan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Perasaan positif kami saat mengikuti Studi Industri ini adalah senang, antusias, dan lebih termotivasi untuk belajar karena memahami tujuan dari setiap materi yang dipelajari. Kami berharap kegiatan Studi Industri seperti ini dapat terus dilaksanakan agar peserta didik memiliki pemahaman yang lebih utuh mengenai penerapan ilmu pengetahuan dalam kehidupan nyata.
Di antara angka, laut, dan tawa, kami belajar bahwa perjalanan bukan hanya soal berpindah tempat, melainkan tentang menemukan makna di setiap langkah yang kami jalani bersama.
Oleh:
- Chievo Arvelino X-2/03
- Jessica Marvella Wardieka X-2/12
- Rachel Eunike Handoko X-2/22
