Urai Kemacetan di Brexit, BPJT Tambah Jalan Tol Sampai Kendal Jateng

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Pintu Tol Brebes Timur (Brexit) (Foto: Aditia Rijki/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pintu Tol Brebes Timur (Brexit) (Foto: Aditia Rijki/kumparan)

Pemerintah terus berupaya untuk mengantisipasi kemacetan saat mudik lebaran di jalur tol Brexit dengan memperpanjang jalan tol. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi kemacetan seperti yang terjadi saat mudik tahun 2016.

"Upaya yang kami lakukan adalah bagaimana kita memperpanjang jalan tol yang sebelumnya hanya sampai Brexit, (sampai) sejauh mungkin ke arah semarang," kata Herry Trisaputra Zuna, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), saat diskusi tentang Persiapan Mudik yang aman dan nyaman di Galeri Nasional Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (2/6).

[Baca juga: Percepat Transaksi di Gerbang Tol, BPJT Dorong Pemudik Pakai E-Toll]

Herry mengatakan rencana awal perpanjangan jalan tol ini hingga wilayah Ngaliyan, Semarang, Jawa Tengah, atau sekitar 145 km. Namun, realisasinya yang disiapkan pada mudik tahun ini perpanjangan jalan tol hanya 110 km atau sampai di daerah Gringsing atau Weleri, Kendal, Jawa Tengah. Hal tersebut dikarena terkendala pembebasan lahan di wilayah Kendal.

"Di Kendal, Jawa Tengah, masih terkendala dan hingga hari ini belum bisa bebas. Dan akan dieksekusi tanggal belasan sehingga tidak memungkinkan untuk diselesaikan di daerah Kendal di seksi 3 dan 4," kata dia.

[Baca juga: Polisi Wasit Mulai Jaga Jalur Mudik di Kawasan Cikarang]

Dengan adanya tambahan jalan sepanjang 110 km Herry mengharapkan bisa mengurangi kemacetan yang terjadi di Brexit. Pasalnya, Herry mengatakan, tahun lalu ada sekitar puluhan ribu kendaraan yang keluar dari Brexit.

"Dengan tambahan 110 km tadi mestinya yang tadinya mengumpul di brexit jadi terdistribusi," kata Herry.

Herry mengatakan Brexit nantinya diharapkan hanya untuk yang akan melakukan tujuan lokal saja, seperti untuk wilayah Brebes atau Tegal. Hal ini guna mengantisipasi terjadinya penumpukan pada titik-titik tertentu.

"Selebihnya nanti akan terdistribusi ada enam titik exit mulai dari Tanjung Rusi, Sewaka, sehingga dengan upaya tersebut terjadi distribusi lalu lintas dan tidak terjadi penumpukan pada titik tertentu saja," ujar Herry.