Kampung Wisata Kauman Sebagai Opsi Berwisata di Kawasan Urban Jogja

Mahasiswa Pariwisata FIB UGM yang antusias dan tertarik pada bidang riset, analisis, serta pengembangan pariwisata.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Jihan Azizah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ketika membicarakan wisata di Jogja, hal pertama yang sering muncul di benak orang-orang adalah Malioboro, Tugu, atau Alun-Alun Kidul. Namun, tak jauh dari landmark terkenal itu terdapat destinasi yang tak kalah seru untuk dikunjungi, yaitu Kampung Wisata Kauman.
Kampung wisata telah menjadi salah satu fokus pengembangan CBT di Indonesia. Inisiatif ini bukan hanya bertujuan untuk menambah variasi destinasi wisata, tetapi juga mendorong untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat kota. Saputra (2020) menyebutkan di Yogyakarta yang memiliki budaya dan tradisi yang kuat, mengalami peningkatan jumlah kampung wisata secara signifikan dari 30 kampung pada tahun 2008 menjadi 112 kampung pada tahun 2014. Salah satunya adalah Kampung Wisata Kauman.
Kampung Wisata Kauman letaknya di tengah kota Yogyakarta, tepatnya di Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta. Keunikan Kampung ini adalah latar belakang sejarahnya yang kuat, sejak masa kolonial kauman menjadi kawasan religi dan menjadi tempat tinggal keluarga dan tokoh muhammadiyah yaitu KH Ahmad Dahlan. Selain dari aspek sejarahnya, kampung kauman memiliki arsitektur rumah yang unik perpaduan gaya jawa belanda yang kemudian menjadi warisan budaya sekaligus atraksi wisata kampung.
Kampung Wisata Kauman berdiri seiringan dengan pembangunan Masjid Gedhe Kauman yang merupakan destinasi wisata budaya berbasis religi Agama Islam yang kental dengan nilai-nilai spiritualnya. Kampung ini menonjolkan keunikan sejarah keagamaan dengan keseimbangan masyarakat di dalamnya yang harmonis dengan tradisi keagamaan masih terjaga baik. Terdapat pula kegiatan keagamaan yang sering wisatawan Indonesia berkunjung ke kampung ini karena adanya Napak Tilas Muhammadiyah yang menjadi tempat berdirinya organisasi Islam Muhammadiyah oleh K.H. Ahmad Dahlan dan walking tour dengan mengunjungi makam pahlawan perempuan pendiri Aisyiyah, yaitu Siti Walidah (Nyai Ahmad Dahlan). Keunikan lainnya, kampung ini menjadikan salah satu pusat sentra batik tradisional yaitu Batik handel yang merupakan batik khas kauman yang memiliki motif percampuran gaya belanda. Atraksi ini sangat diminati oleh kalangan wisatawan mancanegara untuk membuat batik dengan ahlinya secara privat di latar suasana yang tenang dan nyaman.
Secara aksesibilitas, kampung ini strategis dan sangat mudah diakses oleh wisatawan. Dekat dengan landmark terkenal seperti Kraton Yogyakarta dan Alun-Alun Utara, kampung ini juga dapat dijangkau dengan berbagai moda transportasi seperti becak, andong, motor dan transportasi daring. Terdapat 4 gate untuk memasuki kawasan kampung wisata. Gate utama ada pada jalan Gang KH. Zamhari dengan tulisan identitas kampung “Kauman”. Namun infrastruktur jalan di dalam kampung tergolong sangat sempit, umumnya memiliki lebar sekitar 2m dan 1.8m menggunakan material jalan berupa paving block. Sehingga mobil tidak bisa masuk bahkan ada peraturan tentang pengendara motor dilarang menyalakan mesin di dalam Kampung wisata tersebut.
Kampung Kauman menyediakan fasilitas yang memadai seperti kamar mandi umum, tempat parkir, tempat makan, spot foto, mushola Aisyiyah atau mushola khusus wanita yang terletak di dalam kampung digunakan untuk tempat perkumpulan ibu-ibu disana berkegiatan agama, terdapat juga Langgar Ar Rosyad masjid khusus perempuan yang pertama ada di Pulau Jawa, serta menawarkan fasilitas homestay mewah bernuansa bangunan joglo modern yang nyaman tempat bagi wisatawan ingin merasakan ketenangan tinggal di pusat kota Yogyakarta di Kampung Wisata Kauman ini.
Untuk mengunjungi kampung ini, wisatawan dapat mengunjungi dan membeli paket wisata pada website resmi Dinas Pariwisata Kota Pemerintah Kota Yogyakarta. Di sana calon wisatawan dapat memilih jenis paket wisata yang cocok bagi preferensinya, mulai dari paket walking tour, kuliner, hingga paket minat khusus Isra Mi'raj dan Wisata batik handel khas Kauman. Selain itu, informasi terbaru dan kegiatan di Kampung Wisata Kauman dapat diakses pada instagram @kamwis.kaumanjogja. Kampung Wisata Kauman kerap mengadakan kolaborasi yang informasinya dibagikan instagram tersebut, salah satunya kegiatan terbaru yang diadakan bersama Remen Jawi.
Jadi, jika wisatawan mencari alternatif wisata di kawasan urban kota Jogja yang bukan hanya menawarkan pengalaman rekreasi, tetapi juga kaya akan nilai edukasi, spiritual, dan sejarah, maka Kampung ini lah jawabannya. Mari jelajahi cerita sejarah di perkampungan kota Jogja dengan berkunjung di Kampung Wisata Kauman.
Sumber:
Saputra, D. (2020). Tata kelola kolaborasi pengembangan kampung Wisata berbasis masyarakat. GOVERNMENT Jurnal Ilmu Pemerintahan, 85–97. https://doi.org/10.31947/jgov.v13i2.10741
