Bertemu Presiden Timor Leste, Megawati Singgung Ancaman Pemanasan Global di RI

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta bersama Presiden RI ke-5 sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Menteng, Jakarta Pusat, (28/8). Foto: Joakhim Tharob/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta bersama Presiden RI ke-5 sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Menteng, Jakarta Pusat, (28/8). Foto: Joakhim Tharob/kumparan

Ketua Umum PDIP sekaligus Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri menyoroti ancaman perubahan iklim dan pemanasan global saat bertemu Presiden Timor Leste, Jose Ramos Horta, serta sejumlah penerima Nobel dan penerima penghargaan Turing di Megawati Institute, Jakarta, Jumat (28/8).

Dalam sambutannya, Megawati menilai dampak perubahan iklim semakin nyata sehingga perlu menjadi perhatian serius. Ia mengatakan persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap kehidupan masyarakat.

“Perubahan iklim semakin nyata dampaknya. Sekarang ini kita betul-betul harus memfokuskan diri mengenai global warming,” kata Megawati.

Megawati turut menyinggung sejumlah fenomena yang terjadi di Indonesia, mulai dari gempa dan banjir hingga fenomena turunnya salju di wilayah Papua yang disebutnya sebagai anomali.

“Indonesia pada saat ini sedang berada di dalam sebuah kesedihan karena kami mengalami ada gempa, ada banjir, dan juga yang aneh di suatu tempat di Papua, turun salju,” ujarnya.

Megawati saat memberikan pengarahan dalam Konsolidasi PDI Perjuangan Jawa Timur di Surabaya, Minggu (23/8/2026). Foto: PDIP

Menurut Megawati, perubahan iklim dan kerusakan ekologi telah memberikan dampak langsung terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat Indonesia.

“Bagi Indonesia, ini bukan persoalan yang abstrak. Perubahan iklim dan kerusakan ekologi berpengaruh langsung terhadap hutan, laut, pertanian, ketersediaan pangan, kesehatan, dan kehidupan jutaan rakyat,” katanya.

Megawati kemudian mencontohkan kondisi lapisan es di kawasan Grasberg, Papua. Dia menyebut kawasan yang sebelumnya dipenuhi salju tersebut kini mengalami pencairan.

“Di Indonesia ini ada sebuah keunikan. Kami punya gunung namanya Grasberg, itu tadinya penuh dengan salju. Tetapi sekarang makin meleleh,” ujar Megawati.

Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta bersalaman dengan sejumlah tamu setelah menghadiri pertemuan di Megawati Institute, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Dalam kesempatan tersebut, Megawati juga meminta para ilmuwan dan penerima penghargaan Nobel turut memberikan kontribusi terhadap persoalan global yang dihadapi manusia, termasuk perubahan iklim dan ketahanan pangan.

“Jadi, bagi para penerima Nobel dan ilmuwan punya tanggung jawab sosial dan kemanusiaan. Misalnya tadi soal iklim. Pangan juga terkait geopolitik. Harus ada kontribusi impact terhadap persoalan yang terjadi sekarang ini,” pungkasnya.