Hotman Paris Ancam Laporkan Penyebar Fitnah Raffi Ahmad di Kasus Bea Cukai

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hotman Paris Hutapea memberikan keterangan pers terkait dugaan kasus korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di Le Nusa, Jakarta, (11/6/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Hotman Paris Hutapea memberikan keterangan pers terkait dugaan kasus korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di Le Nusa, Jakarta, (11/6/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Kuasa hukum Utusan Khusus Presiden, Raffi Ahmad, Hotman Paris Hutapea, menegaskan akan menempuh jalur hukum terhadap para pihak yang menyebarkan fitnah terhadap kliennya.

Akun-akun yang sengaja menyebarkan berita bohong terkait keterlibatan Raffi dalam pusaran kasus dugaan suap PT Blueray Cargo ke pejabat Bea Cukai saat ini tengah dikumpulkan.

"Jadi kita akan nanti mengumpulkan siapa-siapa yang kelewatan membuat bahan ini jadi ajang fitnahan di medsosnya, bukan sekadar hanya memberitakan," kata Hotman Paris di lokasi konferensi pers, Le Nusa, Jakarta, Kamis (11/6).

"Kalau hanya sekadar memberitakan bahwa ada saksi ngomong ini di persidangan, oke. Tapi kalau diputar-putar menjadi tuduhan, itu sudah pencemaran nama baik. Itu kita akan tempuh proses hukum," sambungnya.

Menurut Hotman, target utama dari langkah hukum ini adalah akun-akun yang menuduh Raffi Ahmad tanpa bukti konkret, hanya demi kepentingan menaikkan jumlah pengikut ataupun bermotif politik.

"Yang mau kita cari adalah orang-orang yang menista dia sangat keji di medsos yang langsung sudah menuduh tanpa ada bukti, dan itu kita akan inventarisir," tegasnya.

Raffi Ahmad dan Hotman Paris Hutapea memberikan keterangan pers terkait dugaan kasus korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di Le Nusa, Jakarta, (11/6/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Sementara itu, Raffi Ahmad menambahkan, dirinya tidak akan takut untuk melawan segala fitnah yang tersebar di media sosial. Raffi juga menegaskan akan melawan segala berita hoaks.

"Jadi kalau ada yang difitnah, ada yang memfitnah, yang memfitnah tahu sendiri bisa dipenjara betul? Yang difitnah pun silakan speak up. Jadi jangan pernah takut, lawan hoaks itu paling penting sekarang. Yang korupsi pasti kita lawan kok, korupsi kita lawan, kejahatan yang lain kita lawan. Sekarang yang terpenting hoaks di media sosial, hoaks di berita-berita, itu kita harus lawan," tegas Raffi.

Nama Raffi Muncul di Kasus Bea Cukai

Terdakwa kasus dugaan suap di lingungkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Jhon Field (kanan) dan Andri (kiri) berjalan keluar ruangan saat jeda sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (10/6/2026). Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO

KPK mengungkapkan nama Raffi Ahmad muncul dalam penyidikan dugaan suap importasi barang di lingkungan Ditjen Bea Cukai. Raffi ikut muncul karena sempat menitip untuk memasukkan barang ke Indonesia melalui PT Blueray Cargo.

PT Blueray Cargo diduga menjadi pihak penyuap pejabat Bea Cukai dalam kasus ini. Raffi disebut menitipkan dua unit barang elektronik melalui Blueray.

Namun, KPK menyatakan, munculnya nama Raffi Ahmad belum diusut lebih jauh karena penyidik belum menemukan adanya keterkaitan dengan pokok perkaranya.

Penjelasan Raffi

Raffi Ahmad mendatangi kediaman Presiden terpilih Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (15/10/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Raffi menjelaskan, persoalan ini bermula ketika dirinya sedang berada di New York, Amerika Serikat, Oktober 2024 lalu. Di sana, Raffi ingin mengikuti Chicago Marathon bersama Ariel Noah, Gading Marten, dan Desta.

Setelah selesai makan di restoran tersebut, sejumlah pegawai Blueray yang berkantor di sebelahnya melihat keberadaan Raffi dan meminta foto bersama di depan toko. Raffi juga mengaku hanya sebatas basa-basi saja dengan para pegawai Blueray.

“Mereka panggil saya, 'Mas Raffi, Mas Ariel, Mas Gading, foto dong sama saya'. Ya sudah, kami foto di depan tokonya, tidak masuk ke dalam. Mereka memperkenalkan diri, tapi saya nggak kenal," tutur Raffi.

"Lalu mereka bilang, 'Mas Raffi, perusahaan kami Blueray ini bisa kirimin apa pun, mau handphone, laptop, iPad'. Saya cuma basa-basi saja, 'Oh iya ya, nanti kalau ada handphone baru boleh'. Hanya sebatas itu, intinya saya basa-basi," jelas Raffi.

Menurut Raffi, pihak Blueray kemudian sempat menawarkan untuk mengirimkan satu unit iPhone baru secara gratis ke Indonesia. Namun, tawaran tersebut langsung ditolaknya.

"Di sini terjadi basa-basi sedikit. Si ceweknya menawarkan mau nggak kirim iPhone baru gratis? Saya bilang, 'Aduh nggak usah, nggak usah'. Dia ada chat ke Vina (teman Raffi) bilang mau kasih gratis, saya tetap nggak mau. Jadi, kirim juga nggak, beli juga nggak, ditawarin gratis pun nggak mau," tegas Raffi.