Keluarga Gelar Yasinan di Rumah yang Kebakaran Misterius di Sleman
ยทwaktu baca 2 menit

Keluarga dari pemilik rumah yang terbakar secara misterius di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, menggelar yasinan dan doa bersama pada Kamis (11/6). Yasinan dan doa bersama ini dihadiri oleh warga sekitar.
Meski tetap meyakini kebakaran yang terjadi karena faktor ilmiah, pihak keluarga merasa upaya ilmiah juga harus dibarengi doa kepada Yang Maha Kuasa.
"Ilmiahnya tetap jalan, religiusnya juga. Ini kan juga adanya doa bersama ini juga memberikan penjelasan bahwa (masyarakat) tidak perlu khawatir," kata pemilik rumah Mutviana, ditemui di sela-sela acara.
"Masih ada (kebakaran). Walaupun jumlahnya turunnya signifikan. Semoga seperti ini terus. Selalu aman. Dengan adanya doa bersama ini nanti bisa menghilang," ujarnya.
125 Kali Terjadi Kebakaran
Hingga hari ini, atau hari ke-21 sejak kemunculan api pertama, Mutviana mengatakan sudah ada 125 kali kebakaran. Hari ini masih ada satu kali kebakaran.
"125 (kebakaran) sama hari ini. Hari ini ada 1 kali," katanya.
Dia menambahkan, api masih kerap muncul di bagian dalam rumah. Beberapa kali, kebakaran memang sempat terjadi di luar rumah.
"Kalau yang tadi itu di belakang ruko (sebelah rumah), tapi bagian belakang. Tetangga sejauh ini aman," tutur dia.
Peneliti dari UGM, UPN Veteran Yogyakarta, hingga BRIN telah terjun untuk mencari penyebab kebakaran atau sumber api. Dugaan sementara api bersumber dari gas hidrogen hingga gas metana.
"(Harapannya) yang penting mati, apa pun hasilnya, apa pun penjelasan ilmiahnya, yang penting ini bisa reda (mati apinya)," kata Mutvia.
Tetangga Turut Khawatir
Sementara itu, tetangga Mutvia, Khaira Putri Rahma Dewi, yang rumah kontrakannya berjarak dua bangunan mengaku khawatir dengan kondisi kebakaran misterius ini.
"Ya takut kalau maksudnya menyebar ya apinya," kata Khaira.
Khaira mengatakan beberapa hari lalu api sempat muncul di belakang rumah kontrakannya. Api membakar kain yang sedang dijemur.
"Pas jemur. Yang kebakar handuk," ucap dia.
Saat itu dirinya sedang tidur dan tiba-tiba ada api. Khaira berharap sumber kebakaran ini bisa ditemukan oleh tim peneliti.
"Segera ketemu biar semuanya aman, apinya enggak sampai meluas," pungkasnya.
