Kumparan Logo

Cerita Sheryl Sheinafia Ikut HYROX Jakarta, Sempat Kesulitan di Station Ini

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Musisi Indonesia, Sheryl Sheinafia saat diwawancarai kumparan usai mengikuti Air Asia Hyrox Competition di NICE, PIK 2, Tangerang, Banten, Minggu (28/6/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Musisi Indonesia, Sheryl Sheinafia saat diwawancarai kumparan usai mengikuti Air Asia Hyrox Competition di NICE, PIK 2, Tangerang, Banten, Minggu (28/6/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Untuk pertama kalinya, kompetisi olahraga fitness HYROX digelar di Indonesia. AirAsia HYROX Jakarta telah diselenggarakan di NICE PIK 2, Tangerang, Banten, pada 27-28 Juni 2026 dan diikuti hingga 11.500 peserta dari berbagai negara. Sejumlah selebriti pun berpartisipasi, termasuk penyanyi Sheryl Sheinafia.

Sheryl berkompetisi di kategori Doubles Women pada Minggu (28/6). Ikut sebagai bagian dari tim HYROX Puma, ini menjadi debut atau kali pertama Sheryl berpartisipasi dalam fitness race ini. Baginya, kompetisi ini mengajarkan hal-hal penting soal komunikasi.

“Yang HYROX ajarkan padaku, yaitu percayalah pada komunikasi yang baik dengan partner (teman satu tim). Aku beruntung banget karena partner aku adalah sahabat aku sendiri dan dia sangat membantuku buat terus maju dan tidak menyerah,” ucap Sheryl ketika ditemui kumparanWOMAN di NICE PIK 2, Minggu (28/6).

Musisi Indonesia, Sheryl Sheinafia saat diwawancarai kumparan usai mengikuti Air Asia Hyrox Competition di NICE, PIK 2, Tangerang, Banten, Minggu (28/6/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Selain itu, Sheryl Sheinafia juga mengatakan, pelajaran berharga yang ia dapatkan dari kompetisi HYROX adalah untuk mempercayai kemampuan dan hasil latihan sendiri. Meskipun banyak yang terus memberikan peringatan untuk selalu waspada, Sheryl memilih untuk mendengarkan sinyal tubuh sendiri dan mempercayai hasil latihan selama ini.

Sheryl dan partner-nya, Karin, sukses menjadi finisher dengan total waktu mencapai 1 jam 22 menit. Namun, meski berhasil finish strong dan menyelesaikan race dengan baik, bukan berarti perjuangannya mudah. Sheryl mengatakan, ia menemui beberapa tantangan. Salah satunya adalah ketika sesi lari. Menurutnya, dia harus ekstra hati-hati untuk menghindari cedera dan tertabrak orang.

Part paling susah atau menantang adalah ketika lari dan saat mau ngebut, ada yang orang yang berjalan kaki dan tidak berlari. Kalau jalan kaki tanpa pindah jalur dari jalur cepat, bisa terjadi kecelakaan. Jadi, tadi aku sempat pindah dulu ke jalur kanan buat istirahat, karena jalur kiri banyak yang lari dengan kecepatan tinggi,” paparnya.

instagram embed

Dalam kompetisi HYROX, para atlet harus berlari sejauh 8 km total. Namun, setiap menyelesaikan 1 km, mereka harus melakukan functional workout di station berbeda-beda. Terdapat delapan station, yaitu SkiErg, Sled Pull, Sled Push, Burpees, Rowing, Farmers Carry, Sandbag Lunges, dan Wall Ball.

Tantangan bagi Sheryl tidak berhenti di lari. Menurutnya, ada satu station yang paling menantang, yaitu Wall Ball. Ini merupakan workout station terakhir sebelum mencapai garis finish. Di station ini, para atlet harus melakukan squat dan melempar bola besar seberat 4 kg ke arah atas.

Bola harus menyentuh titik khusus agar lemparannya tercatat sebagai satu poin. Untuk kategori Doubles Women, setiap tim harus mencatat hingga 100 poin.

Station Wall Ball di Air Asia Hyrox Competition di NICE, PIK 2, Tangerang, Banten, Minggu (28/6/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

“Buat aku yang paling sulit adalah Wall Ball. Ini pertama kalinya aku pakai counter (alat penghitung). Aku enggak menyangka ternyata bola yang kulempar justru kena di bagian tengah, bukan di titiknya. Lalu, aku juga kurang squat. Padahal, aku merasa itu station ‘aku banget’ karena dulu aku bermain basket,” tutup Sheryl.