Kumparan Logo

Saling Jaga, Kekuatan Mitra Pengemudi Perempuan Grab untuk Terus Melaju

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 5 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ayu Ting Ting berbincang bersama para Mitra Pengemudi Grab dari Komunitas Lady Grab. Foto: Qiss You TV/YouTube
zoom-in-whitePerbesar
Ayu Ting Ting berbincang bersama para Mitra Pengemudi Grab dari Komunitas Lady Grab. Foto: Qiss You TV/YouTube

Perempuan punya satu kekuatan yang dapat membantu mereka berdaya dan memaksimalkan potensi, yakni komunitas. Di dalam komunitas, perempuan bisa saling menjaga, berbagi pengalaman, dan hadir untuk satu sama lain. Hal ini juga tercermin dalam keseharian para Mitra Pengemudi perempuan Grab Indonesia.

Kekuatan komunitas juga pernah diungkap dalam esai yang ditulis oleh Dosen Ilmu Pengetahuan Sosial di Kennedy University of Saint Lucia, Ananda Majumdar. Menurut Majumdar, komunitas perempuan dapat menjadi sumber dukungan untuk menghadapi berbagai tantangan di lingkungan kerja.

“Memberdayakan perempuan dan saling berbagi pengalaman adalah proses dalam membangun inovasi dan harapan dalam diri perempuan. Ini semua tentang mendukung dan memperkaya pemahaman perempuan. Lewat komunitas perempuan, banyak perubahan yang bisa dihasilkan,” tulis Majumdar dalam esai yang dipresentasikan di World Women Conference VI Turki pada 2023 lalu.

Kehangatan tersebut tercermin dalam komunitas Mitra Pengemudi perempuan Grab yang tampil dalam video YouTube terbaru selebriti Ayu Ting Ting. Diunggah melalui kanal Qiss You TV, video tersebut menampilkan momen hangat ketika Ayu berbincang dengan para Mitra Pengemudi perempuan mengenai kekuatan komunitas mereka.

Ayu Ting Ting bersama Mitra Pengemudi perempuan roda empat Grab Indonesia. Foto: Qiss You TV/YouTube

Ayu Ting Ting awalnya hendak pergi ke tempat bakso menggunakan mobil pribadinya. Namun, di tengah perjalanan, mobil tersebut mogok. Ia kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan GrabCar dan mendapatkan Mitra Pengemudi perempuan.

Setibanya di tempat bakso, Ayu bertemu dengan para Mitra Pengemudi GrabBike perempuan yang sedang berkumpul. Ia lalu diajak mampir ke tempat mereka untuk nongkrong bersama. Di sela-sela canda dan tawa, para Mitra Pengemudi perempuan itu menceritakan pengalaman bekerja sebagai driver serta dukungan yang mereka dapatkan dari sesama perempuan.

“Di Grab, para pengemudi perempuan saling mengenal karena kami memiliki perkumpulan yang bernama ‘Lady Grab’. Ini adalah komunitas khusus untuk semua kegiatan driver perempuan,” ucap mitra driver yang dikenal dengan panggilan Mak Neti. Ia menambahkan, komunitas tersebut bahkan memiliki basecamp sebagai tempat berkumpul di sela-sela waktu nge-bid.

Di basecamp, para driver perempuan melakukan berbagai kegiatan. Layaknya teman-teman perempuan yang sedang hang out, mereka beristirahat, makan siang bersama, bahkan berdandan agar penampilan tetap maksimal.

Ayu Ting Ting bersama Mitra Pengemudi perempuan roda dua Grab Indonesia. Foto: Qiss You TV/YouTube

“Setelah nge-bid, kira-kira sekitar pukul 11 pagi kami makan siang dulu. Pukul 12 siang kami berkumpul. Emak-emak ngerumpi sudah biasa, yang kurang riasan kami dandan dulu. Ada juga yang suka membawa gorengan setiap kali kumpul,” kata Mak Nana, disambut tawa Ayu Ting Ting dan para rekan driver lainnya.

Komunitas driver perempuan hadir bukan hanya sebagai ruang untuk menjalin pertemanan sesama Mitra Pengemudi, tetapi juga sebagai support system yang aktif dan hadir untuk satu sama lain.

Mak Neti, yang sudah bergabung selama 10 tahun sebagai Mitra Pengemudi Grab, menjelaskan bahwa melalui komunitas tersebut, mereka dapat saling menjaga selama melaju di jalanan Jabodetabek. Salah satunya dengan siap membantu sesama driver perempuan yang mengalami kesulitan di jalan, seperti ketika kendaraan mogok.

Ayu Ting Ting bersama komunitas Lady Grab, Mitra Pengemudi perempuan Grab Indonesia. Foto: Qiss You TV/YouTube

Para Mitra Pengemudi perempuan juga saling terhubung melalui grup WhatsApp. Dalam satu komunitas, jumlah anggotanya dapat mencapai lebih dari 1.000 orang. Grup tersebut menjadi ruang untuk saling menyapa, bercerita, hingga meminta bantuan. Melalui komunitas ini, mereka juga mengoordinasikan berbagai keperluan darurat, termasuk ambulans jika terjadi kecelakaan.

Hal ini menunjukkan bahwa support system yang baik dapat mendorong perempuan untuk terus berdaya karena mereka memiliki orang-orang yang dapat diandalkan ketika membutuhkan bantuan.

“Solidnya emak-emak ini adalah kalau ada yang kesusahan, kami semua bekerja sama untuk saling membantu. Kerja samanya enak, makanya kami betah terus bekerja sebagai driver di Grab,” ujar Mak Neti.

Dukungan Grab untuk Keamanan Mitra Pengemudi Perempuan

Fitur keamanan aplikasi untuk Mitra Pengemudi Grab. Foto: Qiss You TV/YouTube

Ketika berbicara soal keselamatan di jalan, para mitra tidak hanya mengandalkan satu sama lain. Grab turut menghadirkan berbagai fitur yang membantu mendukung keamanan mereka saat bekerja di jalanan.

Mitra pengemudi GrabBike, Saida Anwar, menjelaskan bahwa terdapat sejumlah fitur yang mendukung keamanan para pengemudi perempuan, terutama saat narik pada malam hari.

Beberapa di antaranya adalah AudioProtect, Darurat SOS yang menghubungkan Grab dengan kontak darurat pengemudi, fitur Bagikan Lokasi Terkini, hingga penyediaan dash cam untuk pengemudi GrabCar.

“Ini yang membuat kami para perempuan merasa yakin dan aman narik bersama Grab,” ujar Saida.

Rasa aman yang dirasakan Saida, Mak Neti, Mak Nana, dan para Mitra Pengemudi lainnya juga tercermin dalam survei internal Grab. Berdasarkan survei tersebut, 8 dari 10 Mitra Pengemudi perempuan Grab merasa aman dengan fitur yang ditawarkan.

Mengapa Mitra Pengemudi Perempuan Pilih Grab?

Mak Nana (kiri), Mami Fauzia (tengah), dan Mak Neti (kanan), Mitra Pengemudi perempuan Grab Indonesia. Foto: Qiss You TV/YouTube

Tak sedikit Mitra Pengemudi perempuan di Grab yang juga berperan sebagai ibu. Mereka bekerja sebagai driver bukan hanya untuk memperoleh penghasilan tambahan, tetapi juga sebagai salah satu sumber pemasukan yang dapat mendukung kebutuhan keluarga.

Namun, waktu para Mitra Pengemudi tidak hanya dihabiskan di jalanan. Mereka juga menjalani peran sebagai istri dan ibu yang turut mengurus rumah tangga. Karena itu, fleksibilitas menjadi salah satu hal penting yang mereka cari dalam bekerja.

Selain membantu menambah penghasilan, fleksibilitas yang ditawarkan juga menjadi salah satu alasan para perempuan memilih untuk narik bersama Grab. Menurut survei internal Grab, sebanyak 54 persen Mitra Pengemudi mengatakan bahwa fleksibilitas menjadi alasan mereka bergabung dengan Grab Indonesia.

“Kalau Grab memang kerjanya fleksibel. Kapan pun mau nge-Grab, kami bisa menambah penghasilan sambil mengurus anak dan suami. Kapan pun mau pulang atau pergi, kami yang mengatur. Itu yang membuat kami yakin memilih Grab,” kata Mak Nana.

Nilai-nilai tersebut sejalan dengan pernyataan CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi. “Kami percaya perempuan perlu memiliki kesempatan untuk tetap produktif dan mandiri dengan cara yang sesuai dengan kehidupan mereka,” kata Neneng.

“Karena itu, kami menghadirkan dukungan yang relevan, mulai dari fleksibilitas dalam mengatur waktu, fitur keselamatan, hingga komunitas yang memungkinkan para mitra perempuan saling mendukung. Kami ingin para Mitra Pengemudi perempuan memiliki ruang untuk berkembang sekaligus menyesuaikan aktivitas produktif mereka dengan peran dan kebutuhan lain dalam hidup. Bagi kami, pemberdayaan berarti menghadirkan lebih banyak pilihan, dukungan, dan kesempatan bagi perempuan untuk menentukan jalannya sendiri.”

Grab membuktikan bahwa ruang bagi perempuan untuk berdaya akan selalu ada. Jalanan tidak harus selalu menjadi tempat penuh kekhawatiran bagi perempuan; ada ruang aman untuk perempuan terus bergerak, berdaya, dan terus melaju dengan syantiek.