Hari Guru dan Ucapan Cinta dari Siswa

Halo Sahabat Kumparan perkenalkan, Nama Lengkap Saya Donatus Juito Ndasung, Guru Rantau Asal Manggarai Flores, tinggal di Cileungsi Bogor Jawa Barat.
·waktu baca 8 menit
Tulisan dari Donatus Juito Ndasung tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Halo sahabat Kumparan, selamat berjumpa kembali, semoga sehat-sehat selalu ya. Kali ini saya mau berbagi pengalaman mengenai hari Guru Nasional 25 November 2025. Biar pada tau, saya berprofesi sebagai guru ya sahabat pembaca yang budiman. Saya mulai mengajar sejak Juli 2020 di Sekolah Santo Yoseph Bekasi hingga saat ini. Perjalanan menjadi guru 5 tahun penuh intrink dan romantik.
Pengalaman lima tahun mengajar tentu tidak mudah, ada suka dan duka. Belajar beradaptasi dengan berbagai latar belakang anak-anak yang berbeda. Baik latar belakang keluarga maupun latar belakang karakteristik masing-masing anak. Mengenal kepribadian masing-masing mereka memang cukup susah, butuh waktu dan pengalaman. Terlepas daripada itu, sebagai guru saya banyak belajar dari mereka mengenai kehidupan dan pengetahuan.
Bulan berganti tahun, ada yang datang dan ada yang pergi. Datang karena ingin belajar di SMA Santo Yoseph dan pergi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ketika ada perpisahan tentu ada kesedihan, namun sebagai guru tentu memiliki harapan untuk peserta didiknya. Harapan untuk terus berkembang dalam mewujudkan mimpi besar mereka. Karena kalau mereka sukses, tentu bapak dan ibu guru bangga dengan capaian yang diraih.
Kali ini saya ingin sekali menulis anak-anak kelas XI B yang sekarang (tahun pelajaran 2025/2026) kebetulan wali kelasnya saya. Siswa di kelas XI B ini cukup unik. Karena tidak banyak saya sebut saja ya nama-nama mereka ada Imanuel, Wahyudi, Chen-chen, Elthania, Rahul, Virly, Prisca, Catherine, Jingga, Hanna, Galang, Bravo, Jisreel, Jingga, dan Aurel. Kelimabelas anak-anak ini memiliki ciri dan karakter yang berbeda. Karakteristik secara umum, mereka memiliki sikap yang baik dan perhatian terhadap sesama. Meskipun ada beberapa anak-anak yang susah diatur, namun beriring jalannya waktu perlahan mulai berubah. Berubah sedikit sekalipun saya sebagai pendamping merasa bangga dengan hal tersebut, meski kecil perubahannya namun sangat berharga untuk tumbuh kembang mereka di sekolah.
Dari mereka saya mendapat banyak cinta dan perhatian. Senyum mereka menyejukkan saya, dikala mood saya kurang baik-baik saja. Candaan mereka membuat saya tertawa sejenak dari hiruk pikuk pekerjaan yang numpuk.
Baca juga: https://kumparan.com/juito-ndasung/mengenang-mereka-24e62GbCRp0
Terima Kasih Ya Gengs Ucapan dan Doanya
Pada tanggal 25 November setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Tanggal tersebut diperingati sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan terhadap guru atas jasa mereka di dunia pendidikan.
Selama lima tahun menjadi guru, setiap tahunnya tidak merasa istimewamewa bagi saya meskipun dapat ucapan dan kado dari teman-teman. Tapi hari guru tahun ini, saya merasa sangat istimewa, bukan karena dapat ucapan doa dan kado dari peserta didik, tapi lebih kepada saya memaknai hari guru sebagai bentuk apresiasi terhadap diri sendiri bahwasannya saya masih bisa bertahan menjadi guru di tengah pemerintah yang selalu mengabaikan nasib guru di negeri ini.
Di sisi lain, saya merasa bangga terhadap siswa saya yang mengirim ucapan doa dan terima kasih. Bukan berdoa untuk saya secara pribadi saja, tetapi juga berdoa untuk keluarga saya. Berikut ini isi doa dari teman-teman kelas XI B SMA Santo Yoseph Bekasi. Isi doanya mulai dari yang kocak banget sampai pada yang serius.
“Thank You Pak Juito semoga Barca menang mulu yak” Rahul
“Selamat hari guru, pak Juito!! Terima kasih sudah menjadi wali kelas asyik! Semoga sukses selalu ya pak ketua” Chen-chen
“Selamat hari guru, pak Juito terima kasih atas bimbingannya pak. Semoga pak Juito sehat selalu. Tuhan Yesus berkati. Thanks for mengajarnya pak” Hanna
“Selamat hari guru pak Juito, terima kasih pak Juito untuk satu semester ini, love you pak Juito” Jingga
“Selamat hari guru, pak Juito terima kasih telah membimbing kami selama ini dan seterusnya. Semoga pak Juito sehat selalu, bahagia dan selalu sabar menghadapi kami. Terima kasih pak Juito, Tuhan Yesus memberkati, pak Juito dan keluarga” Elthania
“Selamat hari guru pak Juito. Semoga semua ilmu yang pak Juito kasih ke kita semua bisa berguna untuk masa depan kita yang akan datang. Terima kasih” tanpa nama
“Selamat hari guru bapak, terima kasih telah menjadi wali kelas kami! Maaf jika kita salah! Tetap semangat dalam mengajar dan menjalani hari-harinya! GBU Pak Juito” Aurel Imoet
“Selamat hari guru, terima kasih pak sudah mengajar dan membimbing saya selama ini. TYM” Galang
“Selamat hari guru pak Juito. Teruntuk pak Juito terima kasih telah mengajar saya dengan baik/sabar . Semoga Tuhan Yesus memberkati bapak” Christian Purba
“Selamat hari guru pak Juito, terima kasih telah mengajar kami dengan sabar dan selalu mendampingi kami” Christian Wahyudi
“Terima kasih pak Juito sudah sabar dan mengajar ke saya terutama anak-anak kelas XIB, maafkan kami jika ada salah” Catherine
“Selamat hari guru, bapak terima kasih sudah ngajar dan membimbing saya. Semoga bapak sehat selalu, sekali lagi selamat hari guru bapak” Selvi
“Selamat hari guru pak Juito semoga diberi kesabaran bagi pak Juito untuk mengajar kami” Jisreel
“Teruntuk pa Juito sebagai wali kelas XI-B, saya mengucapkan selamat hari guru pak, semoga sehat selalu, lancar rejekinya dan jadi guru yang asik untuk murid, makasih pak udah bimbing kami semua” Bravo
“Selamat hari guru pak Juito!!! Semoga bapak selalu diberi kesehatan untuk mengajar kami sampai kami lulus nanti. Maaf, selama ini kami masih selalu buat bapak marah/kesal. Sekali lagi, selamat hari guru pak Juito”
Itulah doa dari anak-anak kelas XI B, kita aminkan ya doa-doa mereka. Amin
Terima kasih yang gengs doa dan ucapannya untuk pak Juito. Semoga kalian bertumbuh dalam lingkungan yang positif. Doa dan harapan kalian menjadi harta yang tak ternilai harganya. Doa yang sama juga bapak sampaikan, karena tanpa kalian saya tidak sebut sebagai guru. Semoga kalian rajin berdoa, rajin belajar, hormati orang tua, dan guru.
Pesan Untuk XI B
Setiap hari saya selalu memperhatikan kalian tumbuh, belajar, dan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Melalui tulisan ini ingin menitip beberapa pesan. Semoga pesan ini bisa mengubah cara pandang teman-teman ke depannya. Berikut beberapa pesan yang ingin saya sampaikan.
Pertama terima kasih usahanya; setiap pribadi tentu memiliki metode belajar yang berbeda-beda. Sebagai pendamping kalian saya menghargai setiap proses dan usaha yang kalian lakukan. Sekecil apapun itu. Mungkin tema-teman tidak mendapatkan nilai terbaik, namun keberanian kalian dalam mencoba adalah suatu hal yang patut dibanggakan. Jangan pernah meremehkan usaha yang kecil, karena semua perjalan harus dimulai dari langkah yang kecil. Kalian harus bisa bangga dengan usaha yang kalian lakukan, cintailah setiap proses, maka proses akan mencintai Anda.
Kedua Jadilah anak yang mampu berpikir kritis; kemampuan berpikir kritis adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap orang, termasuk teman-teman kelas XI B. Salah satu contoh kemampuan berpikir kritis adalah ‘bertanya’. Jadilah anak yang berani bertanya kepada guru tentang materi yang diajarkan ketika belum mengerti. Tidak ada yang salah dengan kalian mengajukan pertanyaan. Justru dengan bertanya, bertanda kalian ingin mengetahui dan punya niat untuk belajar. Jika kalian bertanya, pasti bapak dan ibu guru siap membantu menjawab.
Ketiga Disiplin; setiap hari bersama kalian membuat saya mengerti banyak hal termasuk soal kedisiplinan. Di kelas XI B kedisiplinan masih kurang. Diharapkan teman-teman bisa lebih menghargai waktu. Disiplin bukan soal datang tepat waktu atau mengerjakan tugas. Disiplin lebih kepada bagaimana teman-teman menghargai diri sendiri dan orang lain. Ketika kalian merapikan buku dan melaksanakan piket kebersihan kelas itu berarti kalian sedang melatih diri untuk menjadi pribadi yang dapat dipercaya oleh orang-orang sekitar.
Keempat jaga sikap dan tutur kata; sikap baik terhadap sesama teman atau siapapun jauh lebih penting daripada nilai tinggi di atas kertas. Menghargai teman dan menghormatinya sebagai saudara dalam perjuangan adalah bagian dari kedewasaan. Selain sikap, tutur kata juga harus dijaga, biar tidak menyinggung orang lain. Kejujuran, tanggung jawab, dan rendah hati menjadi bekal untuk masa depan teman-teman.
Kelima Mengakui Kesalahan; setiap dari kita pasti pernah membuat kesalahan, jangan selalu bertopeng dibalik kebohongan. Membuat kesalahan itu wajar, tetapi harus memiliki kebaranian untuk mengakuinya. Belajar memperbaikinya adalah bentuk tanggung jawab. Bapak dan ibu guru pasti bangga ketika kalian berani berkata jujur dan berani berubah menjadi lebih baik. Seperti tagaline klub sepak bola Liga Inggris (Liverpool) You'll Newer Walk Alone. Kalian tidak berjalan sendirian, jika merasa kesulitan, sedih ataupun merasa bingung, ingatlah bahwa ada pak Juito yang mendampingi kalian atau bapak ibu guru yang lainnya. Sebagai pendamping saya tidak hanya mengurus administrasi kelas seperti absensi dan raport kalian, tetapi saya hadir mendamping proses pertumbuhan kalian. Tidak boleh sungkan.
Perjuangan kalian masih panjang, keberhasilan dan kegagalan bukanlah akhir. Terus mencoba dan memperbaiki diri menjadi versi yang lebih baik.
Keenam hormati orang tua dan guru; orang tua adalah fondasi kita dalam kehidupan sehari-hari termasuk di dunia pendidikan. Sedangkan guru pengganti orang tua kalian di sekolah. Menghormati keduanya adalah bagian dari tanggung jawab moral teman-teman sebagai insan yang berbudi pekerti luhur.
Saya bangga belajar bersama teman-teman di sekolah. Teruslah tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, mampu menghargai orang lain, rajin berdoa, dan teruslah bermimpi. Sekolah bukan tempat mencari nilai tinggi di raport tetapi tempat kalian ditempah membangun masa depan. Tetap semangat anak-anakku yang hebat! Ingat juga bahwa pak Juito atau bapak ibu yang lain bangga pada kalian, bukan karena kalian sempurna, tetapi karena kalian memiliki keinginan untuk terus bertumbuh dan berkembang.***
