Surakarta: Cerita Perjalanan Anak Kos

Mahasiswa
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Julian Dwi Efendi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bumi Pasundan lahir ketika Tuhan sedang tersenyum, tetapi Surakarta diciptakan Tuhan untuk mahasiswa yang suka hidup murah
Ungkapan di atas agak menggelitik bagi saya sebagai mahasiswa yang baru pertama kali menginjakkan kaki di bumi Surakarta. Cerita ini di mulai dari Jogja. Kota Pelajar yang menjadi tempat saya menuntut ilmu di perguruan tinggi.
Bagi orang-orang, Jogja adalah istimewa, tetapi bagi saya Surakarta jauh lebih istimewa terhadap kantong mahasiswa. Peningnya menghadapi ujian akhir semester membuat saya ingin segera pergi dari Jogja. Berada di sini rasanya berat ditimpa beban deadline. Maka dari itu, saya dan teman-teman di kos memutuskan untuk healing sejenak.
Pikiran kami, tertuju ke kota tetangga, Surakarta. Dari Jogja akses menuju ke Surakarta sangatlah mudah. Tinggal pergi ke Stasiun Tugu lalu bayar tiket kereta rel listrik seharga 8 ribu rupiah, sudah bisa sampai ke kota tetangga. KRL yang saya naiki berangkat pukul 15.40 dan sampai Solo Balapan kira-kira pukul 17.00. Beginilah suasana KRL dari Stasiun Tugu ke Stasiun Solo Balapan.
Setelah tiba di Stasiun Solo Balapan, saya dan teman-teman langsung menuju halte bus Batik Solo Trans (BST). Kami baru mendapatkan bus ketika waktu menjelang maghrib. Tidak masalah, yang penting gratis. Liburan kali ini menjadi hemat, cocok dengan kantong mahasiswa rantau seperti kami. Berhubung BST ini masih baru, jadi sepanjang perjalanan sangat nyaman. Kursinya masih bagus dan yang paling penting bagi saya AC-nya sangat sejuk. Seperti ini gambar suasana di BST.
Ketika di Surakarta, saya merasakan sangat dimanja oleh fasilitas umum. Halte BST sangat banyak, sehingga saya bisa langsung turun di depan hotel. Setiap agenda keluar, BST selalu menjadi pilihan transportasi kami di Surakarta.
Agenda di sana sebenernya hanya kulineran dan mengunjungi beberapa tempat bersejarah. Kebetulan hotel tempat tinggal kami berhadapan langsung dengan Gedung Juang, yang merupakan bangunan bersejarah berarsitektur Eropa. Selain itu, juga dekat dengan Benteng Vastenburg.
Setelah sehari semalam puas mengelilingi Kota Surakarta. Keesokan harinya, kami balik menuju Jogja dengan menggunakan transportasi KRL lagi. Sungguh liburan yang menyenangkan, meskipun setelah itu harus bekerja kembali menyelesaikan ujian yang tak kunjung kelar. Ini foto terakhir kami sebelum kembali ke Jogja dan ke rumah masing-masing karena libur akhir semester.
