Menjadi Master SDPO di Offshore: Ternyata Prosesnya yang Paling Berharga
Tulisan dari Capt Jumardi AR, SE, MMar, AFNI, MM tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika pertama kali bercita-cita menjadi seorang pelaut, mungkin yang terbayang adalah suatu hari mengenakan seragam dengan tanda pangkat tertinggi di pundak.
Bekerja di Offshore, menjadi Master SDPO (Senior Dynamic Positioning Officer) di kapal mungkin terlihat sebagai tujuan akhir. Tetapi setelah melewati perjalanan panjang di industri offshore, saya justru melihatnya dari sudut yang berbeda.
Yang paling berharga bukanlah ketika kita akhirnya menjadi Master. Yang paling berharga adalah proses untuk sampai ke sana.
Saya memulai perjalanan sebagai seorang Valunteer, Jurumudi, perwira dan kemudian melewati berbagai tahapan karier: menjadi Chief Officer, DPO, Senior DPO hingga Master. Selama sekitar 18 tahun berada di industri offshore maritime, saya berkesempatan bekerja dalam berbagai operasi internasional dan mendukung sejumlah perusahaan migas dan offshore seperti BP, Chevron, Total, ENI, Schlumberger, Maersk, Subsea 7 dan PHE.
Namun, ketika melihat kembali perjalanan tersebut, saya menyadari bahwa setiap tahapan memiliki nilai yang tidak dapat digantikan oleh jabatan.
Saat masih junior, kita belajar mengikuti perintah.
Kemudian kita belajar memahami alasan di balik sebuah perintah.
Ketika menjadi officer, kita mulai belajar mengambil keputusan.
Dan ketika tanggung jawab semakin besar, kita belajar bahwa sebuah keputusan tidak lagi hanya berdampak kepada diri sendiri.
Ada kapal.
Ada crew.
Ada operasi.
Ada client.
Ada lingkungan.
Dan ada keluarga yang menunggu seseorang pulang.
Di situlah proses membentuk seseorang.
Pengalaman di offshore juga mengajarkan bahwa tidak semua hal dapat dipelajari dari buku atau simulator. Ada pengetahuan yang hanya muncul setelah menghadapi berbagai kondisi nyata: perubahan cuaca, kondisi kapal, tekanan operasi, komunikasi dengan berbagai pihak, hingga situasi ketika keputusan harus dibuat dengan cepat.
Setiap kesalahan menjadi pelajaran.
Setiap keberhasilan menjadi pengalaman.
Setiap tekanan menjadi latihan.
Dan setiap orang yang kita temui sepanjang perjalanan memberikan sesuatu untuk membentuk cara kita bekerja dan memimpin.
Karena itu, menjadi Master bukan sekadar tentang mendapatkan jabatan.
Master adalah akumulasi dari proses.
Jam kerja yang panjang.
Hari-hari jauh dari keluarga.
Ujian dan sertifikasi.
Belajar kembali setelah merasa sudah cukup tahu.
Menerima kritik.
Menghadapi kegagalan.
Bangkit dari kesalahan.
Dan terus belajar dari orang-orang di sekitar kita.
Mungkin inilah paradoks sebuah karier.
Ketika masih berada di bawah, kita sering terburu-buru ingin naik ke posisi berikutnya. Kita ingin segera menjadi Chief Officer. Ingin segera menjadi DPO. Ingin segera menjadi Senior DPO. Ingin segera menjadi Master.
Tetapi setelah sampai di sana, kita justru menyadari bahwa nilai terbesar sebenarnya berada pada perjalanan yang sebelumnya ingin kita lewati secepat mungkin.
Karena jabatan hanya menunjukkan di mana kita berada hari ini.
Sedangkan proses menunjukkan siapa kita sebenarnya.
Itulah mengapa, jika suatu hari seorang junior bertanya kepada saya, “Apa yang paling berharga dari menjadi Master SDPO?”
Saya mungkin tidak akan menjawab tentang pangkat, gaji, kapal, atau jabatan.
Saya akan mengatakan:
“Nikmati prosesnya.”
Karena suatu hari nanti, ketika semuanya telah berlalu, yang paling sering kita kenang bukanlah hari ketika akhirnya kita mendapatkan jabatan sebagai Master.
Tetapi perjalanan panjang yang membuat kita pantas berada di posisi tersebut.

