Ip Man, Sang Grandmaster Wing Chun

Justinn Christian Kurnia, kelahiran 2009. Seorang siswa SMA Trinitas Bandung. Hidup itu menulis dan menulis itu hidup.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Justinn Christian Kurnia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ip Man, seorang grandmaster dalam ilmu bela diri Wing Chun. Beliau lebih dikenal karena kontribusinya dalam menyebarkan ilmu bela diri Wing Chun dan mendidik para ahli Kung Fu seperti Bruce Lee, dan juga kedua puteranya, Ip Ching dan Ip Chun. Kontribusinya dalam dunia seni bela diri menjadikan namanya abadi sebagai salah satu ikon terbesar dalam KungFu.
Kehidupan Awal
Ip Man (葉問) lahir pada tanggal 1 Oktober 1893 di Foshan, Provinsi GuangDong pada saat pemerintahan Kaisar Guangxu, Dinasti Qing. Ip Man adalah anak ketiga dari empat bersaudara yang dilahirkan oleh Ip Oidor (葉靄多) dan Ng Shui (吳瑞) di dalam keluarga yang kaya.
Pada umur 9, Ip Man mulai belajar Wing Chun, seni bela diri berasal dari Tiongkok. Ia dididik oleh Chan Wahsun (陳華順), seorang guru senior di suatu perguruan Wing Chun selama 3 tahun. Karena usia Chan Wahsun yang sudah tua, Ip Man lebih banyak mendapatkan ilmu dari Ng Chungsok (吳仲素), seorang murid senior yang dididik oleh Chan Wahsun.
Di tahun 1909, Ip Man melanjutkan pendidikannya di St. Stephen College di HongKong, sekolah untuk keluarga kaya dan orang asing elit yang menetap di HongKong. Menurut kedua anak puteranya, Ip Ching (葉正) dan Ip Chun (葉凖), ketika masih bersekolah di St Stephen, Ip Man campur tangan ketika seorang polisi menyerang seorang wanita. Beliau berhasil membela dirinya dari serangan polisi tersebut dengan ilmu Wing Chun-nya dan lari ke sekolah bersama temannya.
Teman Ip Man memberi tahu bahwa seorang lelaki tua yang tinggal di dekat daerahnya mengundang Ip Man untuk menemuinya. Lelaki tua tersebut mengajak Ip Man untuk berlatih Chi Sau (bentuk latihan menyerang dan bertahan dengan kedua tangan). Dengan beberapa pukulan lelaki tua tersebut mengalahkan Ip Man dengan gampang. Ternyata, lelaki tua tersebut adalah Leung Bik (梁璧), anak dari Leung Jan (梁德榮), seorang tokoh legenda dalam dunia Wing Chun dan guru dari Chan Wahsun, guru pertama Ip Man. Ip Man mulai belajar Wing Chun di bawah didikan Leung Bik. Saat Ip Man kembali ke Foshan pada usia 24, ia juga membawa pulang ilmu Wing Chun yang sangat tinggi karena didikan Leung Bik.
Setelah kembali di Foshan, Ip Man menjadi seorang petugas polisi bagi Pemerintahan Nasionalis Tiongkok. Selama bertugas sebagai polisi, beliau tidak menjalakan perguruan Wing Chun secara formal, namun mengajar beberapa murid seperti Kwok Fu dan Lun Kai yang kemudian menjalankan perguruan Wing Chun dan menyebarkan ilmu Wing Chun di daerah Foshan. Ketika Jepang menyerang Foshan, Ip Man mengungsi ke kampung halaman Kwok Fu di luar Foshan. Ia kemudian pulang ke Foshan dan bekerja sebagai polisi. Tidak lama kemudian, ia menjadi seorang pejabat dari partai politik oposisi KuoMintang. Pada akhir tahun 1949, para Komunis Cina menang di dalam perang sipil. Yip Man kemudian melarikan diri ke British Hong Kong tanpa keluarganya.
Perguruan Wing Chun
Ketika Leung Sheung, seorang guru Kung Fu sedang mengajarkan Kung Fu kepada muridnya, Ip Man menertawakannya karena dianggap tidak berprofesional. Mendengar kritik tersebut, Guru Besar Leung Sheung mengajak Ip Man untuk bertanding melawan muridnya. Setelah memenangkan pertandingan melawan muridnya. Pada tahun 1952, reputasi Ip Man sudah diakui sebagai guru besar dalam Wing Chun.
Ip Man membuka sekolahnya sendiri di Jalan Lei Tat, Yau Ma Tei, Selatan Kowloon, Hong Kong, di mana ia bertemu dengan seorang remaja bernama Bruce Lee (李小龙) pada tahun 1956. Seiring waktu, Bruce Lee berubah dari murid yang biasa saja menjadi murid terbaik Ip Man. Selain Bruce Lee, murid - murid Ip Man yang lainnya juga membantu menaikkan reputasi beliau dari kemenangan pertandingan mereka.
Akhir Hidup
Pada tahun 1960, istri Ip Man meninggal di Tiongkok. Karena perbatasan dengan Hong Kong ditutup, beliau tidak dapat menjenguk istrinya sebelum meninggal dunia. Karena kejadian tragedi tersebut, beliau menggunakan opium sebagai cara untuk menghilangkan stress. Tidak lama kemudian, ia menikah lagi, istri keduanya meninggal karena kanker pada tahun 1968.
Pada tahun 1967, Ip Man dan beberapa muridnya mendirikan Asosiasi Atletik Wing Chun Hong Kong. Sebelum Ip Man meninggal karena kanker laring, beliau merekam diri sendiri mempraktekan gerakan Wing Chun agar kedua anak puteranya beserta murid-muridnya yang lain dapat menyebarkan ilmu seni bela diri tersebut tanpa kesalahan. Delapan bulan sesudah merekam video tersebut, Ip Man meninggal pada 2 Desember 1972 di Hong Kong pada usia 79 tahun.
Penghormataan kepada Ip Man
Pada zaman sekarang, tokoh Ip Man sudah menjadi seseorang yang dihargai dan dihormati atas jasanya, terutama di bidang seni bela diri. Film - film yang dibuat dan didedikasikan untuk Ip Man yang berada di layar lebar antara lainnya Ip Man 1 (2008-2009), Ip Man 2 (2010), Ip Man 3 (2015), The Legend Is Born – Ip Man (2010), Ip Man 4 (2019), Ip Man 5 (2020).
Justinn Christian Kurnia, kelahiran 2009. Seorang siswa SMA Trinitas Bandung. Hidup itu menulis dan menulis itu hidup.
