10 Ceramah Tarawih Singkat Ramadhan 1443 H

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 14 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ceramah tarawih singkat kerap dijadikan salah satu rangkaian ibadah sholat tarawih di bulan Ramadhan. Biasanya, ceramah ini dilakukan pada jeda waktu antara sholat tarawih dan witir.
Ceramah Ramadhan sebenarnya bisa disampaikan dalam berbagai kesempatan, baik setelah sholat witir, di siang hari, maupun menjelang waktu berbuka puasa. Semua ini dilakukan dengan tujuan yang sama, yakni mengisi waktu berpuasa dengan hal-hal positif.
Penceramah biasanya mencari topik atau pembahasan yang relevan dengan kehidupan manusia, tentunya berdasarkan dalil yang tercantum dalam Alquran maupun hadis. Topik ceramah Ramadhan bisa membahas tentang keutamaan puasa, keutamaan sholat tarawih, cara beribadah dengan baik di bulan Ramadhan, dan lain sebagainya.
Ceramah singkat juga sering disebut dengan istilah kultum. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kultum atau kepanjangan dari kuliah tujuh menit adalah ceramah agama yang durasi penyampaiannya selama tujuh menit.
Mendengarkan ceramah merupakan salah satu cara memperoleh ilmu, terutama ilmu agama. Seperti diketahui, ilmu yang dimiliki seseorang akan tetap bermanfaat meski ia telah meninggal dunia. Dalam salah satu hadits diriwayatkan:
“Jika seorang manusia meninggal, terputuslah amalnya, kecuali dari tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shalih yang berdoa untuknya.” (HR. Muslim).
Sebagai referensi ceramah tarawih di bulan Ramadhan, berikut contoh-contohnya yang dikutip dari berbagai sumber.
Contoh Ceramah Tarawih Singkat
Diambil dari buku 160 Materi Dakwah Pilihan karangan H. Ahmad Yani, contoh ceramah dengan tema keikhlasan ini mampu meningkatkan keimanan umat Muslim di bulan suci Ramadhan.
1. Tema: Keikhlasan di Bulan Suci Ramadhan
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Puji syukur kehadirat Allah yang maha kuasa karena atas karunianya kita semua dapat berkumpul dalam kesempatan yang mulia dengan keadaan yang sehat wal alfiat tanpa suatu kurang apa pun dan dapat menikmati keberkahan ramadhan saat ini.
Dalam kesempatan ini izinkan saya menyampaikan ceramah singkat bulan Ramadhan tentang ikhlas.
Rasulullah SAW menegaskan bahwa dalam melakukan segala sesuatu kita harus ikhlas, termasuk ibadah. Salah satu ibadah yang memerlukan keikhlasan adalah puasa. Karena pada saat kita berpuasa pasti banyak sekali godaannya. Dengan kita ikhlas menjalankannya maka akan mendapatkan keberkahan dan ridho dari Allah SWT.
Jika segenap raga dan jiwa kita menjalaninya dengan ikhlas, maka semua yang kita kerjakan akan berbuah manis. Tidak ada yang akan sia-sia. Dengan demikian maka tidak akan merugi dalam melakukan ibadah. Contoh lain kita ikhlas dalam bersedekah.
Mulai sekarang marilah untuk kembali ke fitrahnya dalam beribadah, beramal saleh penuh keikhlasan dalam berbagai aktivitas khususnya di bulan suci Ramadhan.
Demikian ceramah singkat tentang bulan Ramadhan penuh berkah mengenai keikhlasan dalam beribadah kepada Allah SWT.
Akhir kata, Jazakumullah Khairan Katsiran
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
Selanjutnya, merujuk pada buku Islam Rahmat Bagi Alam Semesta susunan Tim Penceramah JIC, berikut uraian ceramah dengan tema keberkahan di bulan Ramadhan.
2. Tema: Bulan Ramadhan Penuh Keberkahan
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Hadirin sekalian yang dirahmati oleh Allah SWT yang sedang menjalani ibadah puasa dan melaksanakan tarawih.
Dalam kesempatan ini, izinkan saya memberikan ceramah singkat tentang bulan Ramadhan penuh berkah mengenai pahala salat tarawih.
“Pada awal malam Ramadan Allah SWT akan mengampuni semua dosa yang tersembunyi dan yang terang-terangan, meninggikan derajat, membangun 50 ribu kota di surga untuk orang yang berpuasa.”
Di awal puasa Ramadan dosa-dosa kita akan diampuni dan ditinggikan derajatnya, jangan sampai kita melewatkan puasa Ramadan.
Mari kita sambut bulan suci yang mulia ini dengan rasa gembira dan semarak dengan memanjatkan syukur kepada ilahi atas rahmat dan karunia-Nya.
Dimana kita diberi umur panjang untuk melaksanakan ibadah saum Ramadan sehingga menjadi lebih khusyuk dengan berlomba-lomba mencari pahala sebanyak-banyaknya.
Sungguh anugerah luar biasa yang diciptakan oleh Allah SWT untuk menjalankan ibadah puasa dengan baik dan menjadi kesempatan untuk terus memperbaiki diri.
Bukan hanya sekadar memperbaiki diri, segala ibadah dan amal saleh sepenuhnya digandakan dengan mempertebal iman dan hawa nafsu kita.
Semoga ceramah singkat tentang bulan Ramadhan penuh berkah ini bermanfaat, akhir kata Wassalamualaikum Wr.Wb.
Diambil dari buku, ceramah berikut ini mengambil tema keutamaan malam Lailatul Qadr.
3. Tema: Lailatul Qadar
A.U. Kharsman dalam bukunya Ramadhan Bertabur Berkah menyampaikan contoh ceramah dalam rangka memperingati Lailatul Qadar.
Hadirin yang dirahmati Allah SWT,
Lailatul qadar merupakan malam yang penuh dengan kemuliaan. Pada waktu tersebut, takdir seluruh makhluk ditulis hingga satu tahun ke depan. Meskipun demikian, tulisan takdir tersebut tidak berbeda dengan tulisan takdir yang berada di lauhul mahfudz.
Ada banyak kemuliaan yang dimiliki oleh malam lailatul qadar. Adapun kemuliaan tersebut yaitu,
1. Waktu turunnya Alquran pertama kali
Lailatul qadar merupakan waktu yang istimewa karena menjadi saksi momen turunnya Alquran untuk pertama kalinya. Hal ini sesuai dengan salah satu ayat dalam Alquran:
Innaa andzalnaahu fii lailatil qodr
Artinya: “Sesungguhnya kami menurunkannya (Alquran) pada malam lailatul qadar.” (QS. Al-Qadr: 1).
2. Lebih baik dari seribu bulan
Ibnu Majah meriwayatkan, “Di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa yang terhalang darinya, maka sungguh telah terhalangi kebaikan seluruhnya.” (HR. Ibnu Majah, Ahmad).
Dari hadist tersebut, kita dapat mengetahui bahwa ketika malam lailatul qadar tiba, kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah. Sebab, waktu tersebut adalah waktu yang lebih baik dari seribu bulan. Sehingga, pahala yang kita dapatkan akan besar nilainya.
3. Keselamatan yang Selalu Menyertai
Allah berfirman dalam ayatnya bahwa keselamatan akan selalu menyertai. Seperti halnya yang tertuang dalam Surat al-qadr:
Salamun hiya hatta mathlail fajr
Artinya: “Keselamatan pada malam itu hingga terbitnya fajar.” (QS. Al-Qadr: 5).
Menyambut Lailatul Qadar, umat muslim dianjurkan untuk melakukan amalan-amalan seperti:
Itikaf atau berdiam diri di dalam masjid dengan memperbanyak beribadah kepada Allah SWT, tadarusan membaca Alquran. Sebagaimana dijelaskan dalam hadist Aisyah ra menyebut bahwa,
“Rasulullah SAW melakukan itikaf pada sepuluh hari-hari akhir bulan Ramadhan sampai beliau meninggal dunia” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dengan mengerjakan Itikaf, maka umat muslim juga turut mengamalkan ibadah sunnah yang dapat mendatangkan pahala.
Menegakkan Sholat Malam. Rasulullah SAW bersabda,
“Barangsiapa mengerjakan sholat (sunnah di malam hari) bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala (Allah), niscaya dosa-dosanya yang terdahulu diampuni’.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Memperbanyak dzikir yang bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun. Memperbanyak dzikir dan mengingat Allah sangat dianjurkan di 10 malam terakhir bulan Ramadhan.
Memperbanyak istighfar dan sholawat nabi, salah satu bacaan yang paling sering dan mudah diamalkan di sela-sela kesibukan. Sholawat Nabi Muhammad dapat dipahami dengan membaca artinya dan juga meresapinya saat setiap mengamalkannya.
Mudah-mudahan kita dapat bertemu dengan malam yang istimewa tersebut. Amiin.
4. Tema: Makna Puasa
Masih berasal dari sumber yang sama dengan ceramah sebelumnya, berikut contoh ceramah dengan mengangkat tema makna puasa.
Assalamualaikum wr. wb.
Salah satu nama lain Ramadhan adalah bulan kesabaran. Mengapa disebut bulan kesabaran? Karena ibadah utama di bulan ini adalah puasa, dan puasa adalah separuh kesabaran.
Rasulullah SAW bersabda, "Puasa itu separuh kesabaran." (HR. Tirmidzi)
Menahan diri inilah bagian dari pendidikan kesabaran yang Allah canangkan melalui puasa. Allah telah menyediakan banyak keutamaan untuk orang-orang yang sabar.
Para ulama mengategorikan kesabaran dalam tiga hal:
Pertama, sabar terhadap nikmat. Sebagai contoh, ketika seseorang mendapatkan nikmat berupa jabatan, ia harus bersyukur dan bersabar pula dalam menjalankankan jabatannya. Jadi, jika ada yang mengajaknya bermaksiat, ia akan mampu menolaknya.
Kedua, sabar terhadap musibah. Saat seseorang mendapatkan kesulitan hidup, ia akan pasrah tanpa berusaha menghilangkan kesulitan itu melainkan mencari solusinya.
Ketiga, sabar terhadap ibadah. Salat, puasa, zakat, adalah implementasi kesabaran kita untuk taat kepada Allah.
Maka, barang siapa mampu menjadikan dirinya sebagai orang yang sabar, Allah berjanji dan memberikan hadiah. Allah SWT akan menaungi orang yang sabar dengan rahmat, perlindungan, pertolongan, dan rida-Nya.
Semoga di bulan Ramadhan yang juga dikenal sebagai bulan kesabaran ini kita mampu melatih kesabaran dan dikuatkan selalu oleh Allah SWT.
Referensi ceramah berikutnya dihimpun dari buku Kumpulan Ceramah Ilal Aksi Tahun 2015, 2018, dan 2020 terbitan Kadilla. Berikut contoh teks ceramahnya dengan berbagai tema:
5. Tema: Sedekah
Bismillah.
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh.
Hadirin wal hadirat yang dimuliakan oleh Allah SWT.
Marilah kita panjatkan puji dan syukur kita kepada Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, islam, dan sehat wal afiat sehingga kita dapat melaksanakan salat Jumat pada siang hari ini.
Selawat dan salam mari kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW, juga kepada keluarga dan sahabatnya. Semoga kita semua selaku umatnya mendapatkan berkah.
Sebagai umat Islam, kita harus senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Bagi siapa yang hari ini masih sama kadar keimanan dan ketakwaannya dengan hari sebelumnya adalah orang yang merugi. Sementara yang beruntung adalah dia yang mampu menjadi lebih baik setiap harinya.
Sebagai umat Islam, kita dianjurkan untuk menaruh simpati dan empati kepada orang lain yang berkekurangan, baik dari sisi finansial, kekeringan jiwa dan motivasi, maupun hal lainnya.
Hal tersebut tentu saja harus diwujudkan dalam bentuk perhatian khusus kepada mereka, misalnya dengan sedekah.
Salah satunya dengan berbagi makanan, minuman, atau sebagian harta kita kepada mereka untuk dimanfaatkan dalam menjalani kehidupannya.
Dalam bahasa agama, hal tersebut merupakan ith’am. Laku ith’am kepada orang lain merupakan kebiasaan terbaik dalam Islam.
Bahkan, Sayyid Muhammad bin Alawi bin Abbas al-Maliki al-Hasani dalam kitabnya yang berjudul Syaraful Ummatil Muhammadiyah, menyebutkan bahwa memberikan makan kepada orang lain merupakan bagian dari amal-amal yang paling diharapkan untuk mengantarkan kita masuk ke dalam surganya Allah SWT.
Hadirin yang dirahmati oleh Allah SWT.
Memang amalan ith’am ini dapat menjadi pelebur dosa bagi orang yang melakukannya hingga menjadi bagian dari hal yang mewajibkan pengamalnya mendapatkan rahmat hingga ampunan dari Allah SWT.
Tidak sekadar imbalan surga bagi mereka yang memiliki kebiasaan berbagi makanan. Mereka juga mendapatkan pintu dan ruang khusus di surga.
Oleh karena itu, mari kita melakukan ith’am, khususnya, kepada orang-orang terdekat kita, anak-anak yatim dan fakir miskin yang berada di sekitar kita. Sebab, mereka adalah orang-orang yang ada di depan mata yang harus kita bantu semampu kita.
Semoga kultum pada hari ini membawa keberkahan bagi kita semua.
6. Tema: Keutamaan Syukur
Assalamu'alaikum wr.wb.
Kita senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang kita terima hingga hari ini. Syukur bisa menambah kekuatan atas perasaan kita yang lemah. Puncak dari syukur yang melekat dalam diri kita akan membawa kita pada surga yang dijanjikan Allah SWT.
Allah menyebutkan dalam Al Quran:
وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ ࣖ
Wa Amma bini’mati rabbika fahaddits.
Artinya: "Dan terhadap nikmat Rabb-mu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).
Mudah-mudahan kehidupan kita sampai hari ini diterima Allah SWT sebagai amal saleh.
Puasa hendaklah dijadikan titik ulang untuk menyemai kembali rasa syukur kita akan segala sesuatu. Diawali dengan kebutuhan pokok (makanan dan minuman), kemudian berlanjut ke berbagai hal. Tapi sebelum itu, kita harus memahami terlebih dahulu, apa itu syukur .
Dalam kitab Bashaa’ir Dzawii al-Tamyiiz fî Lathaaif al-Kitaab al-‘Aziiz, Imam Majduddin Muhammad bin Ya’qub al-Fairuzabadi membagi syukur dalam tiga kategori.
Syukur terdiri dari tiga tipe:
1. Syukur dengan hati, yaitu pembayangan (atau penggambaran) nikmat (dalam hati).
2. Syukur dengan lisan, yaitu pujian kepada pemberi nikmat.
3. Syukur dengan anggota tubuh lainnya, yaitu membalas kenikmatan dengan kadar (atau derajat) yang pantas (didapatkan tubuh).
Sayyidina Muhammad bin Ka’bal-Qurdhi, mengatakan, “Syukur adalah bertakwa kepada Allah dan (melakukan) amal saleh.”
Bulan Ramadan merupakan saat terbaik untuk menghadirkan rasa syukur secara nyata. Kita merasai dan melekatkannya dalam kehidupan kita. Karena pada dasarnya, jika penjiwaan syukur telah tertanam, segala hal yang kita kerjakan merupakan ungkapan syukur atas nikmat-Nya.
Demikian ceramah singkat kali ini.
Wassalamualaikum, Wr. Wb.
7. Tema: Bersabar dalam Menyelesaikan Konflik
Asslamu'alaikum Wr. Wb.
Ketika kita sedang mengalami masalah, banyak sekali konflik yang bisa kita lalui dengan sikap santai. Apabila kita panik menghadapi setiap konflik, bisa jadi konflik itu semakin membesar.
Misalnya konflik dengan orang tua, biasanya akan memburuk jika kita menyikapinya dengan emosi. Satu lagi konflik yang kerap muncul adalah saat memilih jodoh. Ini bisa jadi masalah yang pelik. Susah mengatasi dua hal yang yang sama sakralnya. Satu sisi masalah cinta, satu sisi perasaan orang tua.
Bagaimana cara menghadapi konflik semacam ini dengan tidak menambah masalah? Bagaimana cara kita bisa tetap santai di kondisi-kondisi yang sulit?
Atau juga mungkin bagi yang sudah menikah, konflik dengan pasangan. Konflik tidak selalu bisa dilalui dengan berdebat atau bersitegang. Walau kadang berdebat bisa memperbaiki keadaan dan memperjelas sesuatu. Minimal, klarifikasi terhadap hal-hal yang tidak diketahui.
Namun, untuk menyelesaikan masalah pribadi, cara yang baik bukan dengan berdebat, melainkan saling mendoakan. Cara yang baik adalah dengan bermuhasabah diri, menenangkan diri kita.
Nabi Muhammad SAW mengajarkan, ketika kita marah maka lebih baik kita duduk. Saat marah, kita disuruh berwudu. Kita diminta untuk menenangkan diri saat menghadapi masalah, bukan dengan kepanikan atau emosi membara.
Ibadah puasa Ramadan yang kita jalani saat ini menjadi medan latihan bagi kita untuk mengendalikan diri. Puasa melatih kita untuk lebih banyak bermuhasabah dalam memahami peristiwa yang terjadi dalam hidup kita.
Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari kultum kali ini.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
8. Tema: Menghargai Perbedaan Jumlah Rakaat Tarawih
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah kita bisa beribadah bersama-sama di masjid dan leluasa beraktivitas pada bulan Ramadan 1443H yang bertepatan dengan tahun 2022.
Dengan memanjatkan doa:
اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Artinya “Ya Allah, berkahilah kami di dalam bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadan.”
Bulan mulia ini kita isi dengan puasa, salat Tarawih dan Witir. Semoga ibadah kita sepanjang Ramadan benar-benar diterima di sisi Allah SWT.
Selain memperbanyak ibadah di bulan Ramadan, yang harus kita jaga adalah perilaku kita. Kita harus pintar mengendalikan diri agar perilaku kita tidak bertentangan dengan spirit puasa. Kita juga harus menahan diri dari berbagai keharaman meskipun kadang niatnya untuk hal-hal yang bersifat agamis.
Misalnya, saking bersemangatnya dalam menjalankan salat Tarawih, kita malah mempermasalahkan orang lain yang sama-sama salat Tarawih namun berbeda jumlah rakaat.
Yang satu salat tarawih 20 rakaat, sementara yang lain salat Tarawih 8 rakaat. Lalu orang tersebut bilang dengan nada mengejek, “Tarawih kok hanya 8 rakaat, sukanya diskonan!” Lalu dijawab, “Salat Tarawih kok 20 rakaat. Udah bacaan suratnya pendek-pendek, salatnya kilat lagi.”
Akhirnya masing-masing pihak larut dalam sahut-sahutan tanpa manfaat. Hal seperti itu mencederai kesucian bulan Ramadhan. Na’ûdzubillâhi min dzâlik. Kita ingat, bahwa tarawih 20 rakaat itu benar dan tarawih 8 rakaat juga benar. Yang tidak benar adalah yang tidak Tarawih, bukan?
Kita bisa melihat hasil penelitian ulama atas dalil-dalil Tarawih. Setelah melakukan penelitian mendalam, Imam Abu Hanifah, Imam As-Syafi’i, dan Imam Ahmad bin Hanbal berkesimpulan, jumlah rakaat Tarawih adalah 20 rakaat. Demikian pula pendapat Imam Malik dalam salah satu riwayat.
Bila bacaan diperluas, akan kita temukan pula ulama yang membolehkan tarawih 8 rakaat atau kurang, semisal Syekh Husain bin Ibrahim Al-Maghribi dari mazhab Maliki dalam kitabnya Qurratul ‘Ai bi Fatâwâ Ulamâ-il Haramain halaman 314. Bahkan, Syekh Abdullah Bafaqih dari mazhab Syafi’i dalam kitab Busyral Karîm, halaman 254 jelas-jelas menyatakan, “Andaikan orang hanya Tarawih sebagian rakaat saja (semisal hanya 2 rakaat), maka tetap sah dan tetap diberi pahala salat Tarawih.”
Karenanya benar, dalam urusan Tarawih yang jelas-jelas diperselisihkan ulama, kita tidak boleh memaksa orang lain untuk sama dengan kita. Semua ada dalilnya dan dapat dipertanggungjawabkan.
Satu sama lain harus saling menghargai perbedaan jumlah rakaat Tarawih. Yang tarawih 8 rakaat tidak apa. Yang Tarawih 20 rakaat alhamdulillah. Yang tidak atau belum berangkat Tarawih kita doakan besok segera Tarawih bersama-sama kita. Aamiin.
Wassalam'ualaikum, Wr. Wb.
9. Tema: Bulan Ramadhan Penuh Berkah dalam Meraih Kemenangan
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Dalam kesempatan yang berbahagia ini izinkan kami untuk memberikan tausiyah singkat tentang meraih kemenangan.
Bukan hanya sekadar meraih kemenangan saat mendekati Idulfitri tapi lebih dari itu, bahkan dapat dilakukan dari sekarang.
Pasalnya, kamu bisa melakukan berbagai ibadah dan mencari amal saleh untuk bekal di akhirat kelak.
Bulan Ramadan menjadi kesempatan yang bagus untuk memperbanyak ibadah serta menggandakan pahala karena momentum ini adalah waktu yang tepat untuk memperoleh ampunan dari Allah SWT.
Tak hanya memperoleh ampunan dari Allah, segala pahala juga dilipatgandakan sehingga kamu bisa meraih Lailatul Qadar seakan-akan beramal lebih dari 1,000 bulan.
Sebelum memperoleh Lailatul Qadar, hadirin sekalian yang memiliki semangat pastinya bisa menjalani peribadatan salat malam di akhir Ramadan.
Karena dengan melakukan itikaf dan salat malam Allah akan terus menggandakan pahala dan menjauhi dari berbagai marabahaya.
Demikian saya akhiri ceramah singkat mengenai meraih kemenangan di bulan Ramadan sejak dini, akhir kata Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh!
Demikian beberapa ceramah singkat tentang bulan Ramadhan penuh berkah yang bisa kamu jadikan referensi terbaik dalam menjalankan syiar.
10. Tema: Pahala Saat Tarawih
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Hadirin sekalian yang dirahmati oleh Allah SWT yang sedang menjalani ibadah saum dan melaksanakan tarawih.
Dalam kesempatan ini, izinkan saya memberikan ceramah singkat tentang bulan Ramadhan penuh berkah mengenai pahala salat tarawih.
“Pada awal malam Ramadan Allah SWT akan mengampuni semua dosa yang tersembunyi dan yang terang-terangan, meninggikan derajat, membangun 50 ribu kota di surga untuk orang yang berpuasa.”
Di awal puasa Ramadan dosa-dosa kita akan diampuni dan ditinggikan derajatnya, jangan sampai kita melewatkan puasa Ramadan.
Mari kita sambut bulan suci yang mulia ini dengan rasa gembira dan semarak dengan memanjatkan syukur kepada ilahi atas rahmat dan karunia-Nya.
Dimana kita diberi umur panjang untuk melaksanakan ibadah saum Ramadan sehingga menjadi lebih khusyuk dengan berlomba-lomba mencari pahala sebanyak-banyaknya.
Sungguh anugerah luar biasa yang diciptakan oleh Allah SWT untuk menjalankan ibadah puasa dengan baik dan menjadi kesempatan untuk terus memperbaiki diri.
Bukan hanya sekadar memperbaiki diri, segala ibadah dan amal saleh sepenuhnya digandakan dengan mempertebal iman dan hawa nafsu kita.
Semoga ceramah singkat tentang bulan Ramadhan penuh berkah ini bermanfaat, akhir kata Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
(VIO)
Frequently Asked Question Section
Apa itu ceramah tarawih singkat?

Apa itu ceramah tarawih singkat?
Ceramah tarawih singkat kerap dijadikan salah satu rangkaian ibadah sholat tarawih di bulan Ramadhan. Biasanya, ceramah ini dilakukan pada jeda waktu antara sholat tarawih dan witir.
Apa sajakah keutamaan mendengar ceramah?

Apa sajakah keutamaan mendengar ceramah?
Mendengarkan ceramah merupakan salah satu cara memperoleh ilmu, terutama ilmu agama. Seperti diketahui, ilmu yang dimiliki seseorang akan tetap bermanfaat meski ia telah meninggal dunia.
