Konten dari Pengguna

10 Ciri Masyarakat yang Bercocok Tanam

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi masyarakat bercocok tanam. Foto: Pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi masyarakat bercocok tanam. Foto: Pixabay.com

Salah satu ciri masyarakat bercocok tanam adalah cerminan dari kemampuan manusia untuk bertahan hidup. Manusia di zaman ini sudah bisa hidup menetap dan berkelompok untuk membagi tugas dalam bekerja.

Lalu, apa saja ciri masyarakat bercocok tanam lainnya? Berikut ini penjelasannya.

Mengenal Kehidupan Masyarakat Bercocok Tanam

Berdasarkan buku Sejarah oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, masa bercocok tanam diperkirakan berlangsung sejak zaman Neolitikum.

Pada zaman ini terjadi perubahan besar dalam pola kehidupan masyarakat purba, yaitu perubahan dalam cara manusia memenuhi kebutuhan hidupnya.

Di zaman sebelumnya, manusia akan berburu dan mengumpulkan makanan. Sedangkan di zaman ini manusia akan menghasilkan bahan makanan dan mulai berpindah-pindah tempat untuk bertahan hidup.

Perubahan masyarakat bercocok tanam dipengaruhi oleh perkakas yang mereka miliki saat itu, yakni kapak persegi dan lonjong. Kedua alat tersebut dihasilkan dari proses mengasah dengan batu yang biasa dilakukan oleh masyarakat saat itu.

Kapak yang sudah diasah akan digunakan untuk keperluan menggali tanah dan berladang supaya dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka. Masyarakat bercocok tanam juga sudah beternak untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Kehidupan sosial yang dilakukan oleh masyarakat pada zaman ini terlihat dengan jelas melalui kegiatan gotong royong dalam bekerja. Setiap pekerjaan masyarakat selalu dilakukan dengan cara gotong royong, yakni bertani, merambah hutan, berburu, dan membangun rumah.

Dalam kehidupan bercocok tanam sudah terlihat peran pemimpin kelompok masyarakat. Contohnya adalah gelar Primus inter pares di Indonesia yang merupakan ratu dan datuk. Gelar tersebut memiliki arti orang terhormat dan patut dihormati karena kepemimpinannya dan kesetiaannya.

Ciri Masyarakat Bercocok Tanam

Ilustrasi masyarakat praaksara. Foto: Pixabay.com

Berikut ciri-ciri masyarakat bercocok tanam yang dikutip dari jurnal Masyarakat Praaksara Indonesia oleh Hida Mujahida Basori.

  1. Manusia sudah mulai menetap di suatu tempat secara berkelompok.

  2. Sudah mulai bercocok tanam dengan cara berladang. Manusia pada saat itu akan membersihkan hutan, lalu menanaminya dengan tanaman yang dapat dimakan.

  3. Masyarakat sudah mulai beternak dan memelihara binatang. Para ahli sejarah berpendapat bahwa binatang yang mulai diternakkan adalah anjing yang diduga sebagai teman berburu dan babi untuk dimakan.

  4. Sudah terdapat pola pembagian kerja, sehingga sebagian manusia pada zaman ini berprofesi sebagai petani.

  5. Kemampuan menyediakan makanan dan mengawetkannya.

  6. Manusia pada saat ini sudah mengenal cara menenun. Hal ini terbukti dengan ditemukannya gerabah yang dihias dengan pola tenunan.

  7. Mengenal perdagangan dengan cara menukar barang yang dibutuhkan (barter).

  8. Manusia juga sudah mengenal berhias dengan ditemukannya gelang yang terbuat dari batu yang indah.

  9. Kepercayaan manusia zaman ini merupakan turunan dari masa sebelumnya, yakni mayat akan selalu diarahkan ke gunung.

  10. Sudah menguasai ilmu astronomi yang mereka gunakan saat berpindah dari daratan Yunan ke wilayah kepulauan Nusantara.

(FNS)