Konten dari Pengguna

10 Manfaat Gotong Royong dalam Kehidupan Sehari-hari

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Manfaat Gotong Royong, Foto: Unsplash/Hannah Busing
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Manfaat Gotong Royong, Foto: Unsplash/Hannah Busing

Manfaat gotong royong sangat berguna bagi kehidupan sehari-hari, apalagi manusia adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain. Gotong royong dapat menumbuhkan dan membangun lingkungan masyarakat yang damai, harmonis dan aman.

Dikutip dari artikel ilmiah Dinamika Psikologis Gotong-Royong (Studi Fenomenologi Pada Survivor Bencana Erupsi Gunung Kelud Di Desa Pandansari Kecamatan Ngantang), Anis Mukhodimatul Jannah, (2015:2) gotong royong adalah bagian dari etika sosial dan budaya yang bertolak dari rasa kemanusiaan.

Rasa kemanusiaan ini memperlihatkan sikap jujur, saling memahami, saling menghargai, saling menolong, saling mencintai antar sesama manusia dan warga negara.

Daftar isi

Pengertian dan Makna Gotong Royong

Ilustrasi Manfaat Gotong Royong, Foto: Pexels/cottonbro studio

Mengutip dari buku Gotong Royong, Sri Widati (2020:2) kata gotong royong berasal dari padanan bahasa Jawa. Gotong memiliki arti pikul atau angkat, orang Jawa biasa menyebutnya sebagai nggotong atau menggotong. Sedangkan kata royong memiliki arti bersama-sama, orang Jawa menyebutnya saiyeg saeko proyo atau satu gerak satu kesatuan usaha.

Awalnya, kata gotong royong hanya digunakan oleh para petani ketika ingin menggarap tanah dan memerlukan banyak tenaga kerja. Seiring perkembangan zaman kata ini sudah digunakan dalam berbagai lapisan masyarakat, baik pemerintah maupun masyarakat biasa.

Masyarakat Indonesia di berbagai daerah lain, memiliki kosakata berbeda dalam menyebut gotong royong. Contohnya masyarakat di daerah Minahasa, Sulawesi utara menyebutnya mapulus dan masyarakat daerah Bali menyebut gotong royong sebagai subak. Namun lebih dari itu, gotong royong tetap memiliki makna yang sama yaitu kerjasama dan saling membantu dengan keikhlasan.

Nilai gotong royong dalam ilmu sosial memiliki makna collective action to struggle, self-governing, common goal, dan sovereignty atau tindakan kolektif untuk berjuang, mengatur diri sendiri, mencapai tujuan bersama dan berdaulat. Nilai gotong royong diwujudkan dalam perilaku manusia dan tindakan tanpa pamrih yang dilakukan untuk kepentingan bersama atau individu.

Jenis-jenis Gotong Royong

Berikut ini adalah beberapa jenis gotong royong, diantaranya:

  1. Kerja Bakti, biasanya jenis gotong royong yang paling umum adalah kerja bakti. Kerja bakti adalah kegiatan yang dilakukan bersama-sama dalam lingkungan bermasyarakat, baik di rumah, sekolah, kelas ataupun kantor sebagai bentuk saling menolong dan peduli. Contohnya kerja bakti membersihkan kelas yang kotor.

  2. Musyawarah, jenis gotong royong ini merupakan cara untuk mencapai kesepakatan atau keputusan bersama (mufakat). Musyawarah dapat membuat masyarakat berkumpul untuk mendiskusikan dan menangani masalah yang sedang terjadi.

  3. Panen Raya, kegiatan ini adalah kegiatan yang dilakukan pada saat musim panen. Biasanya masyarakat akan saling membantu dalam proses panen.

  4. Tanggap Bencana, tanggap bencana termasuk salah satu dari jenis gotong royong. Kegiatannya dilakukan dalam bentuk respon dan tanggap akan terjadinya suatu bencana, musibah atau korban dalam lingkungan masyarakat.

  5. Belajar Bersama, belajar bersama memiliki tujuan untuk dapat memecahkan masalah terkait materi atau pelajaran yang dianggap sulit. Makan dari itu belajar bersama adalah jenis gotong royong.

Penerapan Gotong Royong dalam Kehidupan

Ilustrasi Manfaat Gotong Royong, Foto: Pexels/fauxels

Dalam kehidupan penerapan gotong royong dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari di mana saja, seperti di rumah, di sekolah, di kampus, di lingkungan kerja dan lain sebagainya. Berikut ini adalah beberapa contoh penerapan gotong royong:

Penerapan Gotong Royong di Rumah

Penerapan gotong royong di rumah dapat dilakukan dengan cara berikut ini:

  1. Membantu ibu memasak keperluan makan di dapur, seperti menyiapkan bahan makanan, membuat nasi, dan bergiliran dalam memasak di rumah.

  2. Membantu orang tua dan anggota keluarga untuk membersihkan rumah. Anggota keluarga dapat berbagi tugas, seperti membersihkan kamar masing-masing, menyapu ruang tamu, mengepel, membersihkan kamar mandi, merapikan pakaian, menyeterika, mencuci baju dan lain sebagainya.

  3. Membantu merawat hewan peliharaan dan tanaman yang ada di rumah. Anggota keluarga dapat membuat jadwal giliran memberikan makanan kepada hewan peliharaan, dan ikut menyiram tanaman, memberikan pupuk dan mencabut rumput.

  4. Membantu orang tua membersihkan kendaraan bermotor atau mobil di rumah.

  5. Membantu anggota keluarga lain seperti adik atau kakak dalam mengerjakan tugas sekolah dan pekerjaan rumahnya.

  6. Membantu mencuci piring setelah selesai makan.

  7. Membuang sampah yang sudah menunmpuk di rumah.

  8. Membersihkan gudang dan memilah barang yang sudah tidak terpakai.

Penerapan Gotong Royong di Lingkungan Tempat Tinggal

Penerapan gotong royong di lingkungan tempat tinggal dapat dilakukan dengan cara berikut ini:

  1. Membantu membersihkan lingkungan tempat tinggal dari sampah.

  2. Membantu memperbaiki jalanan yang sudah rusaj.

  3. Membantu mengelola,memilah sampah, dan membersihkan selokan yang ada di sekitar tempat tinggal.

  4. Membantu keluarga lain atau tetangga saat terjadi musibah atau sedang berduka.

  5. Gotong royong dalam menyambut hari besar atau kebudayaan bersama seperti lebaran atau HUT RI.

  6. Gotong royong membersihkan falitias umum yang rutin dipakai.

  7. Mengikuti musyawarah rutin yang ada di lingkungan tempat tinggal.

  8. Gotong royong membersihkan tempat yang terkena musibah seperti banjir.

Penerapan Gotong Royong di Sekolah

Penerapan gotong royong di sekolah dapat dilakukan dengan cara berikut ini:

  1. Membersihkan ruang kelas yang kotor.

  2. Bekerjasama menjaga nama baik sekolah dan tidak melakukan hal yang dilarang.

  3. Membersihkan tempat ibadah yang ada di sekolah.

  4. Mengumpulkan dan membersihkan sampah yang berserakan di lingkungan sekolah.

  5. Membantu membersihkan halaman sekolah bersama-sama.

  6. Bekerja bakti membersihkan toilet sekolah.

  7. Memberikan sumbangan kepada teman yang sedang mengalami musibah dan kesulitan.

  8. Melaksanakan jadwal piket sesuai dengan tanggal yang sudah diatur dengan baik.

Penerapan Gotong Royong di Lingkungan Kerja

Penerapan gotong royong di lingkungan kerja dapat dilakukan dengan cara berikut ini:

  1. Meletakkan barang-barang di tempat yang sudah disediakan.

  2. Memberihkan wilayah kerja, mulai dari meja, kursi, laci dan lain sebagainya.

  3. Menjaga nama baik kantor atau tempat bekerja.

  4. Membuang sampah yang berserakan.

  5. Berdiskusi bersama jika terjadi masalah.

Manfaat Gotong Royong

Ilustrasi Manfaat Gotong Royong, Foto: Unsplash/Cytonn Photography

Gotong royong memiliki sejumlah manfaat yang dapat dirasakan baik bagi masyarakat atau individu itu sendiri. Berikut ini adalah beberapa manfaat gotong royong:

1. Menciptakan Lingkungan yang Damai dan Harmonis

Kegiatan gotong royong yang sering dilakukan dapat menciptakan lingkungan yang damai dan harmonis. Dengan saling membantu dan berinteraksi satu sama lain, hubungan antarmanusia menjadi lebih saling memahami.

2. Meringankan Pekerjaan

Manfaat gotong royong selanjutnya yaitu dapat meringankan pekerjaan. Saat pekerjaan dilakukan oleh banyak orang, otomatis pekerjaan tersebut akan jadi lebih ringan, karena tenaga yang dikeluarkan kecil dan ditanggung bersama-sama.

3. Menguatkan Budaya Lokal

Indonesia terkenal dengan kebudayaannya, dengan memelihara gotong royong dapat mengembangkan dan menguatkan budaya lokal. Karena hampir semua kebudayaan di Indonesia mengenal dan mengajarkan sifat gotong royong. Dengan penerapan sikap ini, diharapkan dapat melanggengkan tradisi dan nilai-nilai di masyarakat.

4. Mempererat Tali Persaudaraan

Secara tidak langsung dengan gotong royong, seseorang telah mempererat tali persaudaraan dengan orang-orang sekitar. Gotong royong membuat orang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu sehingga hubungan yang terjalinpun semakin kuat.

5. Menghemat Waktu dan Biaya

Pada saat gotong royong, pekerjaan akan dibagi kepada tenaga kerja lainnya untuk dilakukan bersama. Hal ini dapat mempermudah pekerjaan yang berat, menghemat waktu dan juga biaya yang perlu dikeluarkan.

6. Menumbuhkan Sikap Saling Tolong Menolong

Gotong royong memiliki dampak yang baik sebagai media belajar dan menumbuhkan sikap saling tolong menolong antar manusia. Gotong royong dapat dilakukan dan dimulai dari lingkungan rumah, seperti ikut membantu dalam membersihkan tempat tidur dan rumah.

7. Pekerjaan Cepat Selesai

Gotong royong membuat pekerjaan cepat selesai. Pekerjaan yang menumpuk dapat dibagi dengan teman atau rekan lainnya dan diselesaikan bersama sesuai dengan pembagian tugas.

8. Meningkatkan Keterampilan Sosial

Saat bergotong royong dan bertemu dengan banyak masyarakat, kemampuan dan keterampilan seseorang akan meningkat. Orang tersebut dapat dengan mudah bersosialisasi dengan orang baru dan menambah teman dari latar belakang yang berbeda.

9. Membentuk Nilai Sosial

Gotong royong dapat membentuk nilai sosial seseorang, karena gotong royong mengajarkan nilai-nilai seperti kerjasama, kejujuran, sikap sukarela dan Ikhlas, kebersamaan, kepedulian terhadap sesama dan nilai sosial lainnya. Nilai ini menjadi pelajaran berharga yang tidak bisa dibeli dengan uang.

10. Meningkatkan Solidaritas

Bergotong royong dapat meningkatkan solidaritas dan menaikkan kualitas hidup bersama di lingkungan keluarga, masyarakat, teman dan sosial. Misalnya di masyarakat melalui peningkatan layanan sosial sampai perbaikan infrastruktur bersama.

Baca Juga: 12 Contoh Perilaku Gotong Royong dalam Kehidupan Sehari-hari

Demikianlah manfaat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari yang dapat diterapkan untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. (Mit)