10 Pahlawan Nasional 2025 yang Ditetapkan Pemerintah Indonesia

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada peringatan Hari Pahlawan tahun ini, perhatian publik tertuju pada pengumuman 10 pahlawan nasional 2025 yang baru saja dianugerahkan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Momen tersebut menjadi refleksi mendalam tentang arti perjuangan dalam konteks zaman modern, di mana dedikasi dan keberanian hadir dalam beragam bentuk pengabdian.
Setiap sosok yang dianugerahi gelar ini memiliki kisah panjang penuh pengorbanan dan nilai luhur yang menginspirasi generasi penerus bangsa.
10 Pahlawan Nasional 2025
Dikutip dari setkab.go.id, berikut adalah 10 pahlawan nasional 2025 yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 116/TK/Tahun 2025 sebagai bentuk penghormatan atas jasa luar biasa dalam perjuangan dan pengabdian bagi bangsa.
1. K.H. Abdurrahman Wahid (Jawa Timur)
K.H. Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur dikenal sebagai tokoh yang memperjuangkan demokrasi, pluralisme, dan kemanusiaan.
Ia merupakan Presiden keempat Republik Indonesia sekaligus pemimpin yang menegakkan nilai-nilai toleransi antarumat beragama.
Pemikirannya tentang kebebasan beragama dan kesetaraan sosial telah membentuk arah baru bagi kehidupan politik dan sosial Indonesia pascareformasi.
Kontribusinya juga terlihat dalam upaya memajukan pendidikan Islam melalui peran aktifnya di Nahdlatul Ulama dan lembaga-lembaga keagamaan.
2. Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto (Jawa Tengah)
Jenderal Soeharto merupakan Presiden ke-2 Republik Indonesia yang dikenal dengan kebijakan pembangunan nasional melalui program REPELITA.
Ia berhasil membawa Indonesia keluar dari masa krisis ekonomi pasca-1965 menuju stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang signifikan.
Berkat kepemimpinannya, Indonesia mencapai swasembada pangan dan mendapatkan pengakuan dari dunia internasional.
Kiprahnya dalam menjaga keamanan nasional dan memperkuat pertahanan negara menjadi fondasi penting bagi kemajuan Indonesia pada era berikutnya.
3. Marsinah (Jawa Timur)
Marsinah adalah buruh perempuan yang menjadi simbol perjuangan hak-hak pekerja dan keadilan sosial. Ia bekerja di pabrik jam tangan PT Catur Putra Surya di Sidoarjo dan memperjuangkan hak buruh untuk mendapatkan upah layak.
Keberaniannya menghadapi tekanan pada masa itu menjadikan kisah hidupnya dikenang sebagai bentuk perlawanan moral terhadap ketidakadilan.
Meski hidup sederhana, tekadnya menegakkan martabat kaum pekerja membuat namanya diabadikan dalam sejarah perjuangan hak asasi manusia di Indonesia.
4. Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja (Jawa Barat)
Mochtar Kusumaatmadja merupakan pakar hukum internasional yang berjasa besar dalam memperjuangkan konsep negara kepulauan Indonesia.
Pemikirannya menjadi dasar penting bagi Deklarasi Djuanda tahun 1957 yang kemudian diakui dalam Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS).
Ia juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri dan berperan penting dalam memperkuat posisi diplomasi Indonesia di kancah global. Melalui pemikiran dan kebijakan luar negerinya, konsep kedaulatan laut Indonesia semakin kokoh di mata dunia.
5. Hajjah Rahmah El Yunusiyyah (Sumatera Barat)
Hajjah Rahmah El Yunusiyyah dikenal sebagai pelopor pendidikan perempuan Islam di Indonesia. Ia mendirikan Madrasah Diniyah Putri di Padang Panjang yang menjadi model pendidikan perempuan di Asia Tenggara.
Pemikirannya menekankan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan bangsa tanpa mengabaikan nilai-nilai keislaman.
Dedikasinya membentuk generasi perempuan berpendidikan menjadikannya figur yang dihormati di dunia pendidikan Islam hingga kini.
6. Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo (Jawa Tengah)
Sarwo Edhie Wibowo dikenal sebagai perwira militer yang memiliki integritas dan keberanian tinggi sejak masa perjuangan kemerdekaan.
Ia memimpin berbagai operasi penting, termasuk dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia dari ancaman internal dan eksternal.
Setelah masa perang, kontribusinya berlanjut di bidang pendidikan militer dan pembentukan kader-kader TNI yang disiplin serta nasionalis.
Ketegasan dan dedikasinya dalam menjaga keutuhan bangsa menjadikannya salah satu tokoh militer paling disegani di Indonesia.
7. Sultan Muhammad Salahuddin (Nusa Tenggara Barat)
Sultan Muhammad Salahuddin adalah pemimpin visioner dari Kesultanan Bima yang berperan besar dalam bidang pendidikan dan pembangunan sosial.
Ia mendirikan berbagai sekolah, rumah ibadah, serta infrastruktur umum demi kemajuan masyarakatnya.
Selain itu, kiprahnya dalam diplomasi memperkuat hubungan antara kerajaan lokal dan pemerintah pusat dalam menjaga persatuan nasional. Warisannya tidak hanya berupa bangunan fisik, tetapi juga semangat mencerdaskan kehidupan rakyat.
8. Syaikhona Muhammad Kholil (Jawa Timur)
Syaikhona Kholil dikenal sebagai ulama karismatik dan guru para pendiri organisasi keagamaan besar di Indonesia.
Pemikirannya mengenai pentingnya cinta tanah air sebagai bagian dari iman menjadi dasar ideologis bagi pergerakan santri dalam melawan kolonialisme.
Ia mendirikan pesantren di Bangkalan yang melahirkan banyak tokoh besar dalam sejarah perjuangan bangsa. Pengaruhnya terhadap dunia pendidikan Islam menjadikannya tokoh penting dalam sejarah keagamaan dan kebangsaan Indonesia.
9. Tuan Rondahaim Saragih (Sumatera Utara)
Tuan Rondahaim Saragih merupakan pemimpin pasukan rakyat Simalungun yang dikenal tangguh dalam melawan penjajah Belanda.
Ia dijuluki “Napoleon dari Batak” karena strategi militernya yang cerdas dan keberanian luar biasa dalam medan perang. Gerakan perlawanan yang dipimpinnya berhasil mempertahankan wilayah Simalungun dari dominasi kolonial.
Kepemimpinannya mencerminkan semangat kemandirian dan perlawanan rakyat Sumatera Utara terhadap penjajahan.
10. Zainal Abidin Syah (Maluku Utara)
Zainal Abidin Syah adalah tokoh politik dan diplomasi yang berperan penting dalam menjaga keutuhan wilayah Indonesia bagian timur.
Ia aktif memperjuangkan agar Maluku Utara dan Papua Barat tetap menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dedikasinya dalam memperkuat persatuan nasional menjadikannya simbol keteguhan dalam mempertahankan kedaulatan bangsa.
Upaya diplomatiknya di tingkat nasional dan regional membuktikan kepemimpinan yang berorientasi pada persatuan dan kesejahteraan rakyat.
Sebagai penutup, penganugerahan 10 pahlawan nasional 2025 menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk bangsa tidak pernah berhenti.
Semangat, dedikasi, dan nilai perjuangan dari para tokoh tersebut terus hidup sebagai inspirasi bagi generasi penerus Indonesia. (Shofia)
Baca Juga: Apakah Soekarno Pahlawan Nasional? Ini Sejarah Lengkapnya
