Konten dari Pengguna

10 Simbol Bahan Kimia Beserta Artinya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 8 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bahan kimia. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bahan kimia. Foto: Unsplash

Terdapat berbagai simbol bahan kimia yang digunakan di laboratorium hingga pabrik industri. Simbol-simbol bahan kimia tersebut digunakan untuk menandai sifat dan ciri dari bahan kimia tertentu.

Setiap bahan kimia di dunia ini memiliki ciri tertentu. Selain itu, juga memiliki sifat dan reaksi apa yang terjadi apabila melakukan kontak dengan suatu material lain.

Simbol-simbol bahan kimia sangat penting untuk dipahami oleh Anda yang sering beraktivitas dengan zat-zat kimia, terlebih zat yang berbahaya. Apabila salah mengenali simbol yang mewakili suatu zat kimia, bisa-bisa terjadi hal yang tidak diinginkan.

Simbol-simbol Bahan Kimia

Ilustrasi zat kimia. Foto: Pixabay

Berikut ini adalah 10 simbol bahan kimia dan artinya yang dikutip dari buku berjudul Strategi Kuasai Kimia SMP/MTs Kelas VII, VIII, IX karya Tim Smart Nusantara.

1. Explosive (E)

Explosive adalah klasifikasi untuk simbol untuk bahan yang mudah meledak. Gambar simbol explosive berupa bom meledak berwarna hitam.

Contoh:

Acetone peroxide dan nitroglycerin

2. Toxic (T)

Simbol toxic adalah klasifikasi untuk simbol bahan beracun. Gambar simbol berupa tengkorak dan tulang bersilang. Simbol ini menunjukkan bahan bersifat racun bagi manusia dan memiliki bahaya toksisitas akut.

Contoh:

  • Asam sulfat, methanol, ammonia

3. Very Toxic (T+)

Simbol very toxic adalah klasifikasi untuk simbol bahan yang sangat beracun. Gambar simbol berupa tengkorak dan tulang bersilang yang diberi kode T+.

Simbol ini menunjukkan bahan yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan dapat menyebabkan sakit kronis bahkan kematian.

Contoh:

  • Karbon monoksida

4. Harmful (Xn)

Simbol harmful adalah klasifikasi untuk simbol bahan berbahaya. Gambar simbol berupa silang berwarna hitam. Simbol ini menunjukkan suatu bahan yang jika terjadi kontak dapat menyebabkan bahaya terhadap kesehatan.

Contoh:

  • Etanol

5. Irritant (Xi)

Simbol irritant adalah klasifikasi untuk simbol bahan yang menyebabkan iritasi. Gambar simbol berupa tanda seru berwarna hitam. Simbol ini menunjukkan bahan yang dapat mengakibatkan iritasi pada kulit, organ tubuh, mata, dan sebagainya.

Contoh:

  • Asam fumarat, aseton

6. Oxidizing Agent (O)

Simbol oxidizing agent adalah klasifikasi untuk simbol bahan pengoksidasi. Gambar simbol oxidizing agent berupa bola api berwarna hitam yang menyala.

Simbol ini menunjukkan suatu bahan yang dapat melepaskan banyak panas atau menimbulkan api ketika bereaksi dengan bahan kimia lainnya, terutama bahan yang sifatnya mudah terbakar meskipun dalam keadaan hampa udara.

Contoh:

  • Oksigen, hidrogen peroksida

7. Highly Flammable (F)

Simbol highly flammable adalah simbol bahan mudah menyala dan terbakar. Gambar simbol ini berupa nyala api berwarna putih dan hitam.

Contoh:

  • Etanol, methanol, aseton

8. Corrosive (C)

Simbol corrosive adalah klasifikasi untuk simbol bahan korosif yang membahayakan kulit dan mata. Simbol ini terdiri dari dua gambar yang tertetesi cairan korosif.

Simbol corrosive menunjukkan suatu bahan yang menyebabkan iritasi pada kulit dan proses pengkaratan pada lempeng baja.

Contoh:

  • Natrium hidroksida, ammonia

9. Dangerous for the Environment (N)

Simbol dangerous for the environment adalah klasifikasi untuk simbol bahan yang berbahaya bagi lingkungan. Gambar simbol berupa pohon dan media lingkungan berwarna hitam serta ikan berwarna putih.

Contoh:

  • Sulfuric acid

10. Carcinogen

Simbol carcinogen adalah klasifikasi untuk simbol bahan yang bersifat karsinogenik atau dapat menyebabkan kanker. Gambar simbol berupa kepala dan dada manusia berwarna hitam dengan gambar menyerupai bintang segi enam berwarna putih pada dada.

Contoh:

  • Aflatoxin, benzene

Apa Saja Sifat Bahan Kimia?

Ilustrasi mempelajari sifat bahan kimia. Sumber: Pixabay.com

Setiap simbol bahan kimia menandai sifat suatu bahan kimia yang diwakilkannya. Dikutip dari Pengantar Kimia Buku Panduan Kuliah Mahasiswa Kedokteran oleh Damin Sumardjo, berdasarkan sifatnya, bahan kimia berbahaya dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  1. Bahan kimia pengoksidasi

  2. Bahan kimia mudah meledak

  3. Bahan kimia beracun

  4. Bahan kimia karsinogenik

  5. Bahan kimia radioaktif

  6. Bahan kimia korosif-iritan

  7. Bahan kimia yang mudah terbakar

  8. Bahan kimia yang reaktif terhadap air

  9. Bahan kimia yang reaktif terhadap asam.

Berikut ini adalah penjelasan dari beberapa sifat bahan kimia yang ada.

1. Bahan Kimia Pengoksidasi

Berdasarkan buku yang ditulis Damin Sumardjo, bahan kimia pengoksidasi adalah bahan kimia yang kaya akan oksigen. Dalam penguraiannya atau reaksinya dengan senyawa lain, zat ini akan melepaskan oksigen yang dikandungnya.

Contoh peroksida pengoksidasi yang sangat reaktif antara lain hidrogen peroksida dan peroksida organik seperti asetil peroksida dan benzil peroksida.

Dengan beberapa pelarut yang mudah menguap atau dengan zat pereduksi, zat ini bereaksi keras dan sering menyebabkan kebakaran.

2. Bahan Kimia Beracun

Bahan ini adalah bahan kimia yang jika masuk ke dalam tubuh dengan dosis tertentu akan membahayakan kesehatan bahkan jiwa manusia. Di laboratorium kimia, banyak disimpan garam, basa, asam, dan logam berat yang umumnya bersifat racun.

Dalam dosis tertentu, beberapa bahan kimia beracun dapat menyebabkan keracunan jika masuk ke dalam tubuh. Akibat keracunan tergantung dari banyaknya bahan yang masuk ke dalam tubuh, mulai dari keracunan ringan hingga kematian.

Keracunan oleh bahan kimia itu sendiri terjadi karena berbagai sebab, misalnya, tidak hati-hati dalam menggunakan (penanganan) bahan kimia beracun, makan (minum) bahan kimia beracun dalam dosis berlebihan dengan tujuan untuk bunuh diri, atau karena kecelakaan.

3. Explosive (Mudah Meledak)

Ilustrasi sifat bahan kimia. Foto: Unsplash.com

Mengutip buku Strategi Kuasai Kimia SMP/MTs Kelas VII, VIII, IX karya Tim Smart Nusantara, ledakan oleh bahan kimia yang mudah meledak dapat terjadi karena beberapa hal, seperti benturan, pemanasan, reaksi dengan bahan kimia lain, atau karena sumber percikan.

Ledakan bahan kimia akibat bahan yang mudah meledak bahkan dapat terjadi bahkan tanpa adanya oksigen. Beberapa contoh bahan kimia dengan sifat eksplosif termasuk TNT, amonium nitrat, dan nitroselulosa.

Bekerja dengan bahan kimia yang mudah meledak membutuhkan pengalaman praktis dan juga pengetahuan. Menghindari hal-hal yang dapat memicu ledakan sangat penting untuk mencegah risiko fatal bagi keselamatan pribadi.

4. Harmful Irritant (Bahaya Iritasi)

Simbol kimia seperti tanda silang dibagi menjadi dua kode, yaitu kode Xn dan kode Xi. Kode Xn menunjukkan risiko kesehatan jika zat masuk melalui inhalasi (penghirupan), melalui mulut (tertelan), dan melalui kontak kulit. Contoh bahan dengan kode Xn adalah peridin.

Sementara itu, kode Xi menunjukkan risiko peradangan jika bahan tersebut bersentuhan langsung dengan kulit dan selaput lendir. Contoh bahan dengan kode Xi adalah amonia dan benzil klorida.

Frase R untuk bahan berkode Xn adalah R20, R21, dan R22, sedangkan untuk kode Xi adalah R36, R37, R38, dan R41.

5. Flammable (Mudah Terbakar)

Simbol kimia seperti nyala api menunjukkan bahwa bahan tersebut mudah terbakar. Bahan mudah terbakar dibagi menjadi dua jenis, yaitu mudah terbakar dan sangat mudah terbakar.

Bahan yang sangat mudah terbakar memiliki titik nyala pada 0 derajat Celsius dan titik didih pada 35 derajat Celsius. Bahan ini umumnya berupa gas pada suhu normal dan disimpan dalam tabung kedap udara bertekanan tinggi.

Bahan berlabel sangat mudah terbakar memiliki titik nyala pada 21 derajat Celsius dan titik didih tak terhingga. Pengaruh kelembapan terhadap terbakar atau tidaknya bahan ini sangat besar.

Oleh karena itu, bahan ini biasanya disimpan dalam kondisi kelembapan tinggi. Frase R untuk bahan yang sangat mudah terbakar adalah R11.

Adapun mengutip kembali buku karya Tim Smart Nusantara, contoh bahan yang mudah terbakar dapat diklasifikasikan sebagai berikut ini:

  1. Zat terbakar seketika, misalnya, aluminium alkil fosfor. Untuk keamanan, hindari kontak material dengan udara.

  2. Gas sangat mudah terbakar. Contohnya termasuk butana dan propana. Untuk keamanan, hindari kontak material dengan udara dan sumber api.

  3. Cairan yang mudah terbakar. Contohnya adalah aseton dan benzena. Untuk keselamatan, jauhkan dari sumber api atau percikan api.

  4. Zat yang peka terhadap air, yaitu zat yang membentuk gas yang mudah terbakar jika terkena air atau api.

Baca Juga: Penjelasan Mengenai Simbol Keselamatan Kerja di Laboratorium

Tujuan dari Simbol Bahan Kimia

Ilustrasi bahan-bahan kimia di laboratorium. Foto: Unsplash

Simbol-simbol bahan kimia berlaku universal di seluruh dunia dan dirancang oleh sekelompok ahli bahan-bahan kimia berbahaya. Simbol ini digunakan untuk memberi peringatan atas risiko dari bahan kimia tersebut.

Dikutip dari IPA Terpadu (Biologi, Kimia, Fisika) oleh Djoko Arisworo, dkk., (2016: 183), tujuan dari simbol bahan kimia adalah untuk menunjukkan karakteristik dari bahan-bahan kimia yang terkandung di dalamnya.

Dengan adanya simbol, maka bahan-bahan kimia tersebut dapat disimpan di tempat yang aman. Pasalnya, ada beberapa bahan kimia yang tidak boleh disimpan dengan bahan kimia lainnya, sehingga harus disimpan secara khusus.

Selain itu, adanya simbol bahan kimia juga berguna untuk menerapkan prosedur dan standar keamanan dari penggunaan bahan kimia tertentu. Hal ini untuk mencegah terjadinya masalah, seperti muncul ledakan, gas beracun, degradasi kimia, dan sebagainya.

Baca Juga: Cara Mengetahui Kelayakan Suatu Bahan Kimia di Laboratorium

Bahaya Bahan Kimia

Ilustrasi orang yang menggunakan bahan kimia harus menggunakan atribut keamanan lengkap agar mengurangi risiko bahaya paparan bahan kimia. Foto: Pexels

Bahaya bahan kimia adalah masalah kesehatan bagi manusia dan mencemari lingkungan akibat zat kimia tertentu. Dikutip dari IPA Kimia 2 SMP dan MTs untuk Kelas VIII oleh Lutfi (2004: 29-30), adapun beberapa dampak bahaya bahan kimia bagi manusia dan lingkungan, di antaranya:

Bahaya Bahan Kimia bagi Manusia

  • Bahan kimia korosif dapat menyebabkan iritasi kulit yang parah hingga cedera permanen.

  • Penggunaan bahan kimia yang tidak benar dapat menghasilkan uap dan asap beracun. Paparan asap kimia beracun dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan, gangguan sistem saraf, atau efek kronis pada organ tubuh.

  • Bahan kimia yang mudah terbakar atau reaktif dapat menyebabkan luka bakar serius jika terkena kulit atau mata.

  • Beberapa bahan kimia dapat menyebabkan wadahnya meledak atau pecah, seperti kaleng berisi gas yang dapat meledak akibat tekanan tinggi. Kondisi ini bisa menyebabkan cedera serius.

  • Bahan kimia yang tidak sengaja tertelan bisa merusak organ dalam tubuh dan menyebabkan keracunan.

  • Bahan kimia radioaktif dapat menyebabkan paparan radiasi berbahaya yang merusak sel-sel tubuh dan menyebabkan penyakit serius, seperti kanker.

Bahaya Bahan Kimia bagi Lingkungan

  • Bahan kimia yang digunakan dalam pertanian, industri, atau rumah tangga dapat mencemari tanah, air, dan udara.

  • Bahan kimia tertentu dapat merusak keanekaragaman hayati. Pencemaran lingkungan dapat mengganggu ekosistem dan mengurangi jumlah spesies yang hidup di dalamnya.

  • Bahan kimia yang terdapat dalam pendingin ruangan dan kulas, seperti CFC (chlorofluorocarbon), dapat merusak lapisan ozon di atmosfer. Lapisan ozon berperan penting untuk melindungi bumi dari radiasi ultraviolet yang berbahaya.

  • Bahan kimia dari emisi gas rumah kaca berpotensi menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim. Emisi gas rumah kaca berasal dari penggunaan bahan bakar fosil, seperti minyak bumi dan gas alam, untuk keperluan industri dan transportasi.

(AMP & SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa saja bahan kimia yang mudah meledak?
chevron-down

Beberapa contoh bahan kimia dengan sifat eksplosif termasuk TNT, amonium nitrat, dan nitroselulosa.

Apa saja simbol bahan kimia berbahaya?
chevron-down

Explosive (E), Toxic (T), Very Toxic (T+), Harmful (Xn), Irritant (Xi), Oxidizing Agent (O), Highly Flammable (F), Corrosive (C), Dangerous for the Environment (N), dan Carcinogen.

Apa yang dimaksud very toxic?
chevron-down

Very toxic artinya bahan yang sangat beracun. Salah satu contohnya adalah Karbon monoksida.