10 Soal TKA Bahasa Indonesia Kelas 6 untuk Belajar Lebih Awal

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Simulasi mengerjakan soal TKA Bahasa Indonesia kelas 6 dibutuhkan peserta didik agar bisa memulai belajar lebih awal. Beruntungnya, saat ini Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) menyediakan Aplikasi ANBK yang bisa diakses oleh siswa berbagai jenjang.
Dikutip dari pusmendik.kemendikdasmen.go.id, Tes Kemampuan Akademik (TKA) diadakan untuk mendapatkan laporan capaian akademik setiap siswa dengan rangkaian penilaian terstandar. Tes ini juga dapat menghasilkan penilaian yang adil dan objektif.
Soal TKA Bahasa Indonesia Kelas 6 Simulasi untuk SD/MI/Sederajat
Soal-soal TKA Bahasa Indonesia Kelas 6 berikut ini diambil dari latihan soal di Ruang Murid untuk Simulasi TKA pada jenjang pendidikan SD/MI/Sederajat, mata pelajaran wajib Bahasa Indonesia.
Teks berikut ini untuk menjawab soal nomor 1-3
Danau untuk Semua
Di hutan ada sebuah danau tempat semua binatang minum. Suatu pagi, air danau menjadi kotor karena Rino si badak berendam di dalamnya. Binatang-binatang lain jadi tidak bisa minum. Namun, mereka takut menegur Rino karena badannya besar dan berculak. Mereka diam seribu bahasa. Rino malah merasa bangga karena jadi pusat perhatian.
Esoknya, Rino masih berendam. Binatang-binatang makin kehausan.
“Aduh, bagaimana kini?” ujar Bani si kelinci. Hewan lain juga mulai gelisah.
Binatang-binatang hutan pun berkumpul dan bermusyawarah. Hari itu harimau mengusulkan agar meminta bantuan Ucil si kancil.
“Setuju!” semua binatang berteriak antusias.
Ucil menemui Rino.
“Selamat siang. Maaf mengganggu Tuan. Ada kabar penting,” kata Ucil dengan lembut.
Rino segera bangun. Ia merasa tersanjung dengan ucapan Ucil.
“Kabar penting? Cepat bicaralah!” kata Rino.
“Hamba kasihan kepada Tuan. Badan besar berendam di danau kecil. Tidak pantas, Tuan. Oh ya, ada makhluk yang menutup jalan air supaya tidak mengalir. Sayang, makhluk itu tidak kelihatan oleh mata kita, dia makhluk gaib,” lanjut Ucil.
Rino mengerutkan dahinya.
“Percayalah, Tuan,” bujuk Ucil.
Rino segera berjalan menuju pohon nangka. Ia pun mengawasi pohon itu selama setengah hari. Sementara itu, binatang yang lain bergantian datang untuk minum air danau.
Rino selesai mengawasi pohon nangka. Ia kembali menuju danau. Sementara, binatang lainnya sudah meninggalkan danau. Mereka sudah tidak haus lagi.
1. Siapa yang mengusulkan untuk meminta bantuan hewan yang cerdik?
a. Bani.
b. Ucil.
c. Rino.
d. Hari.
2. “Mereka diam seribu bahasa.”
Apa arti “diam seribu bahasa” pada teks fabel tersebut?
a. Para binatang di hutan tidak mampu melakukan sesuatu.
b. Semua binatang di hutan menahan untuk tidak berkomentar.
c. Penghuni hutan tidak mau mendengarkan pendapat orang lain.
d. Binatang-binatang di hutan tidak mengetahui masalah yang terjadi.
3. Apa contoh peristiwa yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari- hari berdasarkan kejadian yang dialami Ucil pada cerita tersebut? Tentukan Sesuai atau Tidak Sesuai untuk setiap pernyataan berikut!
a. Tita memberi ide cemerlang yang dapat dilakukan oleh teman-teman di kelas.
b. Jani menghargai kepercayaan yang diberikan teman-teman sekelas kepada dirinya.
c. Nina bertanggung jawab dalam menjalankan tugas yang dipercayakan kepadanya.
Baca teks berikut ini untuk mengerjakan soal 4-6
Hewan Pemakan Daun, Apa Itu?
Hewan bisa dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan makanan mereka. Karnivora, hewan pemakan daging. Contoh hewan karnivora adalah singa. Selanjutnya herbivora, yaitu hewan pemakan tumbuhan. Sapi adalah contoh hewan herbivora. Terakhir, hewan omnivora, yaitu hewan pemakan daging dan tumbuhan, seperti beruang.
Dari kelompok herbivora, ada hewan yang hanya makan daun saja. Mereka disebut folivora. Hewan folivora hanya makan daun untuk hidup. Namun, daun itu susah untuk dicerna, apalagi kalau sudah tua. Kadang-kadang daun juga mengandung zat yang bisa berbahaya.
Agar bisa mencerna daun, tubuh hewan folivora punya cara khusus. Mereka punya usus yang panjang agar makanan bisa diproses lebih lama. Tubuh hewan folivora bekerja lebih lambat, jadi tidak terlalu banyak bergerak. Di dalam perut hewan folivora juga ada bakteri baik yang membantu mencerna daun. Beberapa hewan folivora lebih suka daun muda karena lebih lembut dan mudah dimakan.
Ada beberapa contoh hewan folivora yang hidup di alam. Misalnya, panda yang makan daun bambu. Ada juga koala yang makan daun eukaliptus. Mereka tinggal di hutan dan sangat bergantung pada daun untuk makan. Karena itu, hutan tempat mereka tinggal harus dijaga supaya mereka bisa terus hidup.
4. Apa saja contoh hewan folivora berdasarkan informasi tersebut? Klik pada setiap pilihan jawaban benar! Jawaban benar lebih dari satu.
a. Sapi.
b. Koala.
c. Panda.
5. Bagan mana yang sesuai untuk menggambarkan informasi pada teks tersebut?
6. Apa gagasan utama yang disampaikan pada paragraf ketiga teks tersebut?
a. Jenis daun yang cocok untuk hewan folivora.
b. Pembagian hewan berdasarkan makanan mereka.
c. Cara khusus tubuh hewan folivora mencerna daun.
d. Peranan penting hutan bagi kehidupan hewan folivora.
Teks berikut ini untuk membantu menjawab soal nomor 7-9
Kenthus yang Sombong
Di tengah padang rumput terdapat kolam. Kolam itu dihuni banyak katak. Kenthus adalah anak katak yang paling besar dan kuat. Dia merasa tidak terkalahkan.
Suatu pagi Kenthus melompat di padang rumput. Ada seekor anak lembu. Ia sedang bermain dan berlari-lari. Anak lembu itu menjulurkan lidahnya untuk makan. Lidahnya mengenai Kenthus.
Kenthus melompat. “Berani makhluk ini mengusikku!” kata Kenthus sembari menuju ke tepi kolam.
Kenthus sampai di tepi kolam.
“Kenthus, mengapa kamu terengah-engah?” tanya Naka.
“Wajahmu terlihat pucat,” kata Tata.
“Lihatlah di padang rumput itu. Makhluk itu sangat sombong. Ia tadi hendak menelanku!” kata Kenthus dengan napas terengah-engah.
Koko, kakak Kenthus, menjelaskan. “Makhluk itu anak lembu. Anak lembu tidak jahat. Lembu tidak makan katak. Ia hanya makan rumput.”
“Aku tidak percaya. Tadi, aku dikejarnya dan hampir ditendang olehnya,” jawab Kenthus menggebu-gebu.
Koko hanya diam mendengar adiknya berbicara.
“Aku sebenarnya bisa melawannya dengan mengembungkan diriku,” lanjut Kenthus dengan bangga.
“Kamu tidak akan dapat menandingi lembu itu. Perbuatan kamu berbahaya,” kata Koko.
Kenthus mengembungkan tubuhnya. Perutnya membesar secara berlebihan. Tiba-tiba ia jatuh lemas. Perutnya terasa sakit. Perlahan-lahan ia mengempiskan tubuhnya. Akhirnya tubuh Kenthus kembali ke ukuran semula.
“Kenthus, kamu tidak apa-apa?” tanya Koko.
“Aku baik-baik saja. Maafkan aku, Kak. Aku tidak mendengar kata-katamu,” kata Kenthus sembari menunduk.
7. Apa yang dijelaskan Koko tentang anak lembu?
Klik pada setiap pilihan jawaban benar! Jawaban benar lebih dari satu.
a. Makhluk itu sangat sombong.
b. Anak lembu tidak jahat.
c. Lembu tidak makan katak.
8. Apa kejadian yang membuat Kenthus merasa menyesal?
a. Kenthus hendak ditelan anak lembu di padang rumput.
b. Kenthus berlari ke tepi kolam hingga terengah-engah.
c. Kenthus mengembang terlalu besar hingga jatuh lemas.
d. Kenthus dimarahi Koko karena terlalu menggebu-gebu.
9. Amel telah membaca cerita tersebut. Ia merasakan beberapa reaksi saat membacanya. Bagaimana reaksi Amel saat membaca akhir cerita tersebut? Klik pada pilihan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berdasarkan isi teks!
Pernyataan Benar atau Salah
a. Terharu karena Kenthus mau mengakui kesalahannya.
b Bahagia karena Kenthus berbaikan dengan anak lembu.
c. Antusias karena Kenthus bisa membuktikan kekuatannya.
Surat Margaret Hamilton kepada Jill Tarter
8 Agustus 1969
Dear Sahabatku Jill Tarter,
Saat kau membaca ini, aku sedang liburan bersama Lauren. Aku baru menyelesaikan rapat terakhir dengan tim pendaratan Apollo 11. Seperti yang pernah kuceritakan kepadamu, aku memimpin tim penyusun kode pemrograman komputer untuk pesawat itu. Pada 20 Juli lalu, Apollo 11 berhasil mendarat di bulan. Kamu pasti sudah tahu itu!
Hari-hari itu sangat menegangkan. Komputer sempat mengirim pesan salah. Itu terjadi saat para astronaut—Neil Armstrong dan Edwin Aldrin—hampir gagal mendarat di Bumi! Untungnya, aku telah menyusun banyak kode komputer di pesawat itu. Aku melakukan itu agar mereka fokus pada misi utama dan tetap bisa mendarat. Empat hari kemudian, mereka kembali dengan selamat ke Samudra Pasifik.
Neil sempat bercerita sebelum rapat. Bulan sangat dingin, lebih dari Kutub Utara. Permukaannya penuh kawah, tanpa angin dan cuaca. Neil dan Edwin membawa pulang pasir bulan untuk diteliti. Tak ada makhluk yang mereka temui.
Aku bersyukur kode-kodeku bisa mengantar manusia ke bulan. Semoga suatu hari bisa juga ke Venus. Lauren menitipkan salam untukmu, dia bilang matamu seperti bintang Polaris yang ia lihat lewat teleskop pemberianmu.
Salam hangat,
Margaret Hamilton
10. Dalam teks, terdapat kalimat “Hari-hari itu sangat menegangkan.”
Makna kata menegangkan dalam kalimat tersebut adalah ….
a. membuat orang terus waspada dalam bekerja
b. menyebabkan orang kehilangan fokus saat bekerja
c. membuat suasana menjadi serius dan penuh ketakutan
d. menimbulkan rasa khawatir karena situasi yang genting
Cobalah mengerjakan simulasi soal TKA Bahasa Indonesia kelas 6 di situs resmi Pusat Asesmen Pendidikan. Menjalani simulasi TKA dengan baik dapat membantu siswa belajar dan mempersiapkan diri menghadapi TKA lebih awal. (Aya)
Baca juga: Modul Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai
