Konten dari Pengguna

100 Contoh Majas Paralelisme dalam Kehidupan Sehari-hari

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Majas Paralelisme, Foto: Unsplash/BongkarnThanyakij.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Majas Paralelisme, Foto: Unsplash/BongkarnThanyakij.

Terdapat banyak jenis majas yang digunakan untuk menambahkan kekuatan ekspresi dan daya tarik pada suatu tulisan. Salah satu jenis majas ini adalah majas pararelisme. Apa saja contoh majas paralelisme yang sering digunakan sebagai gaya bahasa?

Majas paralelisme adalah majas penegasan. Majas ini memberikan kejelasan, kekuatan, dan ritme pada tulisan atau pidato. Majas paralelisme bisa diungkapkan dengan cara mengulang kata yang sama dalam satu bait.

Daftar isi

Contoh Majas Paralelisme

Ilustrasi Contoh Majas Paralelisme, Foto: Unsplash/thomas-bethge.

Dikutip dari buku Ultralengkap Peribahasa Indonesia, Majas, Plus Pantun karya Nur Indah Sholikhati (2019: 122), majas paralelisme adalah salah satu gaya bahasa yang mengungkapkan sesuatu dengan menunjukkan suatu titik kesejajaran.

Majas paralelisme sering kali berbentuk kata atau kalimat perulangan yang bertujuan untuk menyejajarkan makna dari gagasan yang ingin diutarakan oleh penutur. Ada dua bentuk dari majas paralelisme yaitu anafora dan epifora.

Jika terdapat pengulangan kata atau kalimat di awal baris, maka disebut anafora. Namun, jika kata yang diulang ada di bagian akhir kalimat tersebut sebagai epifora. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah contoh majas paralelisme dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Sebagai seorang kuli, aku harus bisa mengerjakan berbagai pekerjaan pertukangan dengan cepat untuk menaikkan reputasiku sebagai tukang kuli.

  2. Film yang sudah kamu unduh tadi ternyata sama dengan film yang ingin aku tonton sejak minggu lalu.

  3. Terbang sana burung merpati, terbang yang jauh, terbang dan jangan sampai kembali ke sini lagi.

  4. Pelukis itu melukis di wajah pelukis lain dengan warna-warna yang menarik.

  5. Para penduduk desa berfoto bersama dengan para guru SMA yang datang ke desa mereka.

  6. Sepuluh buah roti harganya suma sepuluh rupiah di jaman dulu.

  7. Umurku sekarang sudah 15 tahun, jadi aku nggak boleh lagi bertingkah seperti anak-anak umur 10 tahun.

  8. Membuat pesawat terbang sungguhan itu jelas nggak semudah membuat pesawat terbang dari kertas.

  9. Ternyata ia belum menyerah, dia terus bangkit dan bangkit dari kegagalan dan berjanji pada kami untuk tidak menyerah.

  10. Bus AKAP yang baru ini dikenal mampu melintas dengan cepat, penumpangnya justru suka karena cepat.

  11. Anak itu sejak kecil dibesarkan di alam, karena itu bisa menyatu dengan alam.

  12. Tak ada orang di rumah, ia memintaku menemaninya di rumah.

  13. Sekarang saatnya aku mau mandi, karena aku sudah tiga hari belum mandi.

  14. Musik EDM itu tak kunjung berhenti, membuat degup jantung pun semakin kuat dan seolah tak mau berhenti.

  15. Dia berkeliling pasar itu untuk mencari ibu, tapi setelah dua kali berputar-putar ternyata dia tidak menemukan ibu.

  16. Baik orang kaya dan miskin harus selalu saling membantu tanpa pandang bulu.

  17. Cepat atau lambat, kamu tetap harus menuntaskan pekerjaan tersebut.

  18. Aku merasa kau dekat dalam hati meskipun kenyataannya ragamu jauh.

  19. Baik dan buruknya perbuatan yang dilakukan seorang anak, orang tua akan selalu menyayanginya.

  20. Baik dan buruknya kelakukan seorang anak, orangtua tetap menyayanginya.

  21. Kau mau duduk di sebelah kanan ataupun kiriku, tetap saja, kau menghalangi pandanganku.

  22. Manis dan pahitnya kehidupan memang sudah biasa terjadi secara bergantian.

  23. Tidak peduli dekat atau jauh jalan rumahmu, maka aku akan datang untuk menemuimu sekarang juga.

  24. Kepada-Mu aku mengadu, kepada-Mu aku menyembah, kepada-Mu aku memohon.

  25. Cintaku telah kuberikan, hartaku telah kuberikan, bahkan nyawakupun telah kuberikan.

  26. Melihat, mendengar, dan merasakan keindahan alam.

  27. Menyusun rencana, mengambil tindakan, dan mengevaluasi hasil.

  28. Mengamati, memikirkan, dan menyimpulkan dari pengalaman.

  29. Membaca buku, menonton film, dan mendengarkan musik sebagai hiburan.

  30. Menulis puisi, menceritakan cerita, dan menggambarkan pengalaman.

  31. Berbagi cinta, kebahagiaan, dan kesedihan dengan keluarga.

  32. Mencintai diri sendiri, menghargai orang lain, dan menghormati perbedaan.

  33. Merencanakan perjalanan, memesan tiket, dan mengemas barang-barang.

  34. Berbicara jujur, bertindak adil, dan menghormati kebenaran.

  35. Menyusun jadwal, mengatur waktu, dan memprioritaskan tugas.

  36. Menyimak musik, menikmati seni, dan menghayati budaya.

  37. Memperbaiki kesalahan, belajar dari kegagalan, dan terus berkembang.

  38. Menyayangi hewan peliharaan, merawat taman, dan menjaga lingkungan.

  39. Menghormati orang tua, menghargai guru, dan mematuhi aturan.

  40. Berbagi cerita, membangun hubungan, dan memperluas jaringan sosial.

  41. Menghargai waktu luang, menikmati momen kecil, dan mensyukuri hidup.

  42. Menyusun rencana karier, mengembangkan keterampilan, dan mencari peluang.

  43. Mengurus diri sendiri, merawat orang yang sakit, dan mendukung orang yang membutuhkan.

  44. Melakukan perjalanan, mengeksplorasi tempat baru, dan mempelajari budaya berbeda.

  45. Menabung untuk masa depan, berinvestasi untuk keamanan, dan mengelola hutang.

  46. Melakukan pekerjaan rumah, membantu orang tua, dan berpartisipasi dalam tanggung jawab keluarga.

  47. Merencanakan liburan, memesan akomodasi, dan membuat daftar persiapan perjalanan.

  48. Menghargai keberagaman, menerima perbedaan, dan mempromosikan inklusivitas.

  49. Menerima kritik dengan bijaksana, memperbaiki kesalahan, dan berkembang sebagai individu.

  50. Menyelesaikan tugas sekolah, mempersiapkan ujian, dan mencapai prestasi akademis.

  51. Mengelola stres, merawat kesehatan mental, dan mencari dukungan bila diperlukan.

  52. Memelihara kebersihan diri, menjaga kesehatan tubuh, dan mematuhi protokol kesehatan.

  53. Merayakan keberhasilan, menghargai pencapaian, dan mensyukuri rezeki.

  54. Menjaga hubungan, memberi perhatian kepada pasangan, dan menghargai keintiman.

  55. Melakukan olahraga, mengikuti diet sehat, dan menjaga berat badan ideal.

  56. Menyiapkan presentasi, berlatih pidato, dan mempersiapkan diri untuk berbicara di depan umum.

  57. Menyelidiki masalah, merumuskan solusi, dan mengimplementasikan perubahan.

  58. Membangun kepercayaan, menjaga kejujuran, dan mempertahankan integritas.

  59. Menyusun anggaran, mencatat pengeluaran, dan mengelola keuangan dengan bijaksana.

  60. Menjaga komitmen, memenuhi janji, dan bertanggung jawab atas tugas-tugas.

  61. Berbagi ide, mendiskusikan gagasan, dan mengembangkan konsep bersama.

  62. Melakukan latihan fisik, mempraktikkan teknik relaksasi, dan menjaga keseimbangan hidup.

  63. Mengatur rapat, menyusun agenda, dan memfasilitasi diskusi.

  64. Merencanakan pesta, mengirim undangan, dan menyusun daftar tamu.

  65. Menjaga hubungan kerja, berkomunikasi secara efektif, dan bekerja sama dalam tim.

  66. Menyusun strategi, melaksanakan taktik, dan mencapai tujuan bisnis.

  67. Mengelola proyek, mengatur sumber daya, dan mengendalikan anggaran.

  68. Menyusun rencana liburan, merancang itinerary, dan memesan transportasi.

  69. Melakukan pembersihan rumah, merapikan barang-barang, dan menjaga kebersihan.

  70. Mengurus surat-surat penting, membayar tagihan, dan mengatur dokumen.

  71. Menjalankan usaha, memasarkan produk, dan melayani pelanggan.

  72. Mengikuti instruksi, mematuhi aturan, dan menjaga disiplin.

  73. Menjaga rahasia, menghormati privasi, dan menjaga kepercayaan.

  74. Merencanakan acara, mengelola logistik, dan mengkoordinasikan kegiatan.

  75. Menghargai waktu, menghormati jadwal, dan menghargai ketepatan waktu.

  76. Menjaga kesehatan gigi, membersihkan gigi, dan mengunjungi dokter gigi secara teratur.

  77. Melakukan meditasi, mengasah pikiran, dan merilekskan tubuh.

  78. Mengembangkan keterampilan interpersonal, meningkatkan empati, dan memperkuat hubungan.

  79. Menghadiri seminar, membaca buku, dan mengejar pendidikan kontinu.

  80. Menyambut tamu, memberikan perhatian kepada pengunjung, dan memberikan keramahan.

  81. Menanam tanaman, merawat kebun, dan menjaga kelestarian alam.

  82. Tawamu adalah penyemangat hari-hariku.

  83. Dira seperti mawar yang penuh duri, sangat menyakitkan.

  84. Baik dan buruknya yang dilakukan seorang anak, orang tua akan selalu menyayanginya.

  85. Jangan melihat seseorang dari kulitnya. Hal itu karena perbedaan ras kulit putih dan kulit hitam tidak bisa menjadi patokan mana yang lebih baik.

  86. Pada dasarnya, orang yang kaya atau miskin sama kedudukannya di sisi Tuhan. Hanya ketaatan dalam beribadah yang akan menjadi pembedanya.

  87. Apapun yang kamu katakan, apapun yang kamu inginkan, dan apa pun yang kamu perbuat, aku selalu mendukungmu.

  88. Meskipun lelah, meskipun susah, meskipun kalah, namun aku takkan menyerah.

  89. Tahukah engkau bahwa rindu ini menggebu-gebu? Tahukah engkau bahwa kau yang selalu aku rindukan? Tahukah engkau bahwa setelah kau datang, aku akan melamarmu.

  90. Tunggulah, aku akan datang. Nantikan, aku akan datang. Janganlah pergi, aku akan datang.

  91. Jangan khawatir, dia pasti kembali. Tidak perlu resah, dia pasti kembali. Jangan takut, dia pasti kembali.

  92. Aku sangat mencintaimu, takkan berhenti mencintaimu, dan akan selalu mencintaimu.

  93. Ibu ada di rumah ketika Ayah ke kantor. Aku sedang kuliah ketika Ayah ke kantor. Kakakku sedang berbelanja ketika Ayah ke kantor.

  94. Hidup akan hambar jika tanpa cinta. Hidup tidak akan berwarna jika tanpa cinta. Kita tidak akan hidup jika tanpa cinta.

  95. Hujan adalah tangisan awan yang tak lagi terbendung.

  96. Hitam putihnya kehidupan tidak akan bisa kamu pisahkan.

  97. Tidak pengaruh besar atau kecil sebuah pendapatan, kamu harusnya memiliki sebuah tabungan.

  98. Kebijakan pemerintah itu menjadi duri telapak kaki petani.

  99. Pagi telah tiba. Hari baru juga telah tiba. Dan aktivitas baru pun telah tiba.

  100. Bulan dan bintang terlihat bersinar di kegelapan malam.

Baca Juga: 9 Contoh Majas Perbandingan Berdasarkan Klasifikasi

Itulah deretan contoh majas paralelisme yang bertujuan untuk memberikan penegasan. Majas ini bisa ditemukan dalam sebuah kalimat atau puisi, dan lain sebagainya. (Umi)